Disiplin Sebagai Kunci Utama bagi Kebangkitan NTT Menuju Sejahtera

145 Views

Kupang, Senin 7 Januari 2019 – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, M.Si menegaskan, disiplin merupakan kunci penting dalam melakukan lompatan dalam mengejar ketertinggalan Provinsi NTT. Karena visi Bangkit Menuju Sejahtera bukan sekadar slogan, tetapi sebuah komitmen dan niat  berlari kencang dalam semangat kebersamaan.

“Kalau kita ingin menurunkan angka kemiskinan dari angka 21-an persen ke angka 8 sampai dengan 12  persen, tidak ada jalan lain selain kerja disiplin. Bekerja cerdas dan out of the box,” kata Gubernur Viktor Laiskodat saat bertindak sebagai Pembina Upacara pada Apel Perdana  Tahun 2019 bersama ASN Lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Halaman Kantor Gubernur Sasando, Senin (7/1).

Menurut Gubernur,  tanpa disiplin dan suatu usaha yang luar biasa, tidak akan menghasilkan perubahan apa pun. Dengan disiplin yang kuat, birokrasi dapat mengerahkan energi positif untuk bekerja lebih baik.

“Disiplin itu tidak berarti kerja dengan kaku. Dalam semangat Tahun Baru 2019, kita mesti bekerja dengan semangat yang  baik, tidak boleh kaku dan stres. Bekerja secara profesional, bangun rasa cinta terhadap profesi yang sedang kita jalani. Rajin saja tidak cukup tapi juga harus produktif ,” jelas Gubernur Laiskodat.

Lebih lanjut,  mengutip pendapat pemikir  birokrasi dunia, Max Weber, Viktor Laiskodat menyatakan birokrasi adalah suatu desain legal dan rasional. Dalam arti sebagai suatu organisasi, birokrasi memiliki aturan yang jelas, tertulis serta mampu dipahami dengan baik. Profesionalitas merupakan kunci utama birokrasi yang handal dan mumpuni.

“Pekerjaan melakukan lompatan menuju sejahtera bukan hanya tanggung jawab gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah dan kepala dinas, melainkan pekerjaan kita semua yang terlibat dalam pemerintahan ini. Semua lini, sektor serta dinas harus mampu memahami  mimpi besar pemerintahan ini, desain kerjanya bagaimana harus diketahui semua. Kerja dinas pertanian harus juga diketahui oleh aparatur satuan polisi pamong praja dan instansi lainnya. Tinggalkan ego sektoral,” jelas Viktor Laiskodat.

Terkait dengan penggunaan rompi oranye kepada ASN yang indisipliner, Gubernur Viktor menyatakan, hal tersebut harus dilihat dalam kacamata positif. Bukan untuk  mencari kesalahan semata tetapi membangkitkan energi positif dalam diri ASN.

“Kita tidak sedang mempermalukan orang tetapi sedang menumbuhkan tanggung jawab dan rasa cinta terhadap pekerjaan yang sedang kita jalani. Ke depan, orang yang bekerja secara sungguh dan serius  akan mendapatkan (ganjaran, red) yang lebih banyak,” pungkas Gubernur Viktor Laiskodat.

Dalam apel perdana tersebut, ada sejumlah  143 ASN dari 37 Perangkat Daerah yang dikenakan rompi orange bertuliskan ‘Saya Tidak Disiplin’. Pengenaan rompi tesebut didasarkan pada evaluasi atas daftar kehadiran ASN dari bulan Oktober sampai Desember. ASN yang dikategorikan indisipliner bila memenuhi salah satu dari kriteria berikut, yakni alpa atau tanpa berita minimal dua kali, alpa atau tanpa berita satu kali ditambah terlambat apel dan atau pulang awal satu kali serta terlambat dan atau pulang awal minimal empat kali.

Dalam kesempatan tersebut juga, dilakukan pelepasan,penyerahan SK Pensiun serta Penghargaan kepada 19 ASN yang memasuki masa purna bhakti per 1 Februari 2019. Terdiri dari Golongan IV sejumlah 12 orang dan golongan III sebanyak 7 orang. Tampak hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur NTT, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah dan  ASN Lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (vg)

No comments