Gubernur Minta Dana KUR Diperbesar

112 Views

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat,SH,M.Si menyatakan, keberadaan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) berdaya guna untuk meningkatkan perekonomian di NTT. Kalangan perbankan diharapkan dapat menambah jumlah penyaluran KUR kepada masyarakat.

“KUR kita di NTT sekarang baru mencapai Rp. 1 triliun lebih. Jumlah ini masih tergolong kecil, belum terlalu besar. Kita ingin mendorong agar Tahun 2019 ini bisa mencapai Rp 2  sampai dengan  3 triliun lebih,” jelas Gubernur Viktor Laiskodat saat menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi XI DPR RI di Ruang Rapat Gubernur Kantor Gubernur Sasando, Senin (21/1).

Dipimpin oleh Ketua Tim Agun Gunanjar Sudarsa, lima orang rombongan Komisi XI DPR melakukan kunjungan kerja selama tiga hari dari tanggal 21 sampai dengan 23 Januari untuk memantau dan mengawasi penyaluran KUR di NTT. Para anggota Komisi Anggaran tersebut akan melakukan kunjungan lapangan dan bertemu dengan beberapa perwakilan penerima KUR di Kota Kupang.

Menurut Gubernur Viktor, kehadiran dan kunjungan Komisi XI itu memberikan energi positif dalam mendorong kerjasama Pemerintah Provinsi dengan kalangan perbankan untuk meningkatkan jumlah penyaluran KUR di NTT.  Kehadiran KUR turut berperan dalam membantu perekonomian masyarakat. Terutama dalam menggali potensi-potensi yang ada menuju NTT Bangkit Menuju Sejahtera.

“Peluang KUR untuk peningkatan kapasitas tenaga kerja sangat besar dan potensial. Terutama  dalam mempersiapkan tenaga kerja, baik ke dalam maupun ke luar negeri  dengan  kompetensi dan kualitas kerja yang bagus,” jelas Viktor Laiskodat.

Di hadapan anggota Komisi XI tersebut, Viktor Laiskodat juga menguraikan target pemerintah Provinsi untuk menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp 1,1 triliun menjadi  Rp 3 triliun di tahun 2023. Banyak orang yang menganggap target tersebut terlampau bombastis. Namun, lanjut Viktor, dengan kerja yang luar biasa dan desain yang baik,  target tersebut diyakini akan tercapai. NTT punya banyak potensi-potensi hebat dan luar biasa.

“Kami sedang mendesain APBD Provinsi secara efisien. Kita sedang melakukan konsolidasi anggaran dengan cara misalnya pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) untuk seluruh dinas dan biro diadakan oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Para pengusaha di NTT tidak punya aspal, pemerintah provinsi dapat memfasilitasi dengan sediakan aspal sehingga bisa berkontribusi bagi PAD. Masih banyak cara-cara baru yang dapat kita lakukan untut tingkatkan PAD sesuai target, ” pungkas Viktor Laiskodat.

Sementara itu, Ketua Tim Komisi XI, Agung Gunanjar Sudarsa dalam sambutannya mengapresiasi perhatian pemerintahan Presiden Jokowi untuk masyarakat di pelosok-pelosok desa. Tidak hanya kedaulatan politik yang diperhatikan tetapi juga kucuran dana  yang terus meningkat baik dana transfer ke desa, program keluarga harapan dan juga KUR.

“Kami ingin mengetahui secara langsung pelaksanaan KUR di NTT. Kami akan mengunjungi para penerima manfaat untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaannya di NTT.  Karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kalangan perbankan dan non perbankan melalui KUR punya kewajiban untuk mendorong roda perekonomian masyarakat,” jelas politisi Golkar tersebut.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan NTT, Kepala OJK NTT, pimpinan perbankan, pimpinan perangkat daerah lingkup provinsi NTT, pendamping dari Setjen DPR dan komisi, insan pers dan undangan lainnya. (HMS)

No comments