Menteri Perindustrian Hadiri Penyaluran PKH Tahap Pertama

115 Views

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah-satu bentuk perhatian Pemerintah kepada masyarakat tidak mampu. Karenanya upaya perlindungan sosial ini harus tepat sasaran, prosesnya pun harus dipermudah.

Demikian kata Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Ir. Airlangga Hartarto, M.BA, M.MT saat menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo di Grand Mutiara Ball Room Kupang, Rabu (20/2).

Airlangga menyampaikan itu di hadapan setidaknya seribu orang anggota keluarga penerima manfaat di Kota Kupang, yang hadir dalam acara bantuan sosial tahap pertama Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2019. Pencairan tahap berikutnya akan dipercepat pada bulan april, juli dan oktober.

Nampak hadir Ketua Komisi XI DPR RI, Melchias Mekeng, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Dito Ganinduto, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, Harry Hikmat bersama rombongan, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Walikota Kupang, Jefritson Riwu Kore. Turut hadir unsur Forkopimda NTT, perwakilan Direksi Bank Rakyat Indonesia, Perum Bulog para pendamping.

Pada tahap pertama ini disalurkan batuan senilai Rp.9.751.960.000 bagi para keluarga penerima manfaat di Kota Kupang. Bantuan tersebut terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 6.546 keluarga dengan nilai Rp.8,582 juta dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 10.636 keluarga senilai Rp.1.169.960.000.

Lebih lanjut beliau mengajak semua keluarga penerima manfaat untuk terus melakukan perbaikan sikap dan perilaku agar bisa masuk dalam kelompok sejahtera (Graduasi Mandiri). Graduasi Mandiri atau keluar dari kepesertaan PKH secara sukarela, merupakan bentuk kesadaran diri dari keluarga penerima manfaat yang sudah sejahtera.

Sambil berpantun, pria kelahiran Surabaya itu berjanji untuk terus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin terus mengembangkan usahanya. Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Perindustrian akan memberikan pelatihan kewirausahaan hingga cara menjual produk secara online. Peningkatan peran pendamping juga diingatkannya, terutama untuk kemudahan akses berbagai produk perbankan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT, Drs.Josef A. NaeSoi,MM menyampaikan terima  kasih atas perhatian Pemerintah Pusat kepada NTT melalui program ini. Beliau mengapresiasi penambahan besaran nilai penyaluran bantuan sosial tersebut. Terjadi kenaikan hingga lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp. 2,9 Triliun, jika dibandingkan dengan  tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 800 Milyar.

“Saya berharap Program Keluarga Harapan (PKH) ini semakin tepat sasaran dan para pendamping program betul-betul bisa mendampingi kelompok-kelompok yang ada. Marilah gunakan betul anggaran PKH untuk menyiapkan anak-anak kita agar menjadi lebih sehat, lebih cerdas hingga nantinya bisa bersaing dengan negara-negara luar,” demikian kata Wakil Gubernur sambil mengingatkan semua masyarakat NTT untuk tetap kaya dengan martabat, meskipun miskin harta. (VG)

No comments