Gubernur Inginkan Bappeda Diisi Orang Pintar dan Percaya Diri

59 Views

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat SH, M.Si menegaskan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) memiliki peran vital untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan daerah. Harus mampu melihat potensi dan memetakan persoalan yang ada di daerah.

“Perencana itu mesti orang pintar. Juga punya confidence. Miliki rasa percaya diri yang tinggi. Melihat masa depan yang luar biasa, punya visi besar,” kata Viktor Laiskodat dalam arahannya pada Rapat Kerja Kepala Bappeda/Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda)/BP4D se-Provinsi NTT di Hotel Neo Aston, Rabu (6/3).

Menurut mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut, Bappeda harus menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar mungkin. Harus mampu melihat peluang-peluang potensi daerah juga memetakan masalah serta melihat kecenderungan perkembangan pasar dunia.

“Begitu kita membuat perencanaan, kita harus langsung memetakan potensi daerah kita apa saja, masalah-masalah yang dihadapi dan jalan keluarnya bagaimana. Kalau ini berjalan dengan baik, Kepala Bappeda dapat memberi masukan atau bahkan teguran kalau Gubernur atau Bupatinya berjalan di luar perencanaan,” ungkap pria asal Semau tersebut.

Lebih lanjut alumnus Magister Studi Pembangunan UKSW salatiga itu menguraikan,  perencanaan harus dilakukan secara holistik. Para investor tertarik untuk menanamkan modalnya jika perencanaan terarah ke masa depan.

“Ketika kita berbicara tentang Pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT, kita tidak sedang mengabaikan pertanian, peternakan, perikanan dan bidang lainnya. Bidang-bidang ini justru penting sebagai rantai pasok utama pariwisata. Rantai pasok ini mesti berasal dari potensi daerah kita yang sangat kaya ini. Bappeda juga dapat mendesain bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih,  tertib dan kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Semua ini jadi tugas perencana untuk mendesainnya,” ungkap Viktor Laiskodat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur sempat meminta konfirmasi kepada para Kepala Bappeda Kabupaten/Kota yang hadir terkait PAD daerahnya. “Banyak dari kita yang belum berani menetapkan target PAD yang tinggi karena belum mengetahui dan menggali secara maksimal potensi daerahnya,”pungkas Gubernur.

Beberapa Kepala Bappeda yang ditemui di sela-sela acara mendukung ide-ide konstruktif Gubernur.

Plt.  Kepala Bappelitbangda NTT, Lecky Frederich Koli mengungkapkan Raker bertujuan untuk sinkronisasi dan harmonisasi program kegiatan Provinsi dan Kabupaten/Kota SE-NTT.

Target kita untuk tahun 2020 adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 6,6 persen, pertumbuhan inflasi 3 sampai dengan 3,6 persen, indeks gini 0,34, Indeks Pembangunan Manusia 63,35, Angka Kemiskinan turun menjadi 16 persen, usia harapan hidup rata-rata 66,9 tahun dan peringkat Laporan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah secara Nasional berada pada urutan 18,” demikian sebut Lecky.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi NTT, pimpinan perangkat daerah lingkup pemerintah provinsi NTT, kepala Bappeda/Bapelitbangda /BP4D Kabupaten/kota se-NTT, rekan-rekan media dan undangan lainnya. (Aven Reme/Humas dan Protokol NTT)

No comments