Kunjungi NTT, Ketua Wantimpres Dorong Pengembangan Ekonomi Digital

67 Views

Ketua  Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Dr. Sri Adiningsih melakukan kunjungan kerja ke NTT dan bertemu dengan Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM  di Ruang Rapat Gubernur, Selasa (19/3). Dalam kesempatan tersebut, Sri Adiningsih menjelaskan perkembangan ekonomi Indonesia di era digital. Ia mendorong pengembangan ekonomi digital karena  mampu  meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat NTT secara lebih cepat.

“NTT punya potensi besar dan sudah mulai berkembang menuju ekosistem ekonomi baru berbasis digital. Ekosistem start-up juga sudah mulai berkembang. Politeknik Negeri Kupang sudah mulai menggarap itu. Kalau sistem ekonomi baru ini dapat dioptimalkan, NTT akan lebih cepat bangkit menuju sejahtera,” jelas Sri Adiningsih dalam kesempatan tersebut.

Menurut Sri Adiningsih, masyarakat NTT sudah   familiar dengan ekonomi digital. Bila kita membuka aplikasi start-up nasional yang sudah beken, ternyata ada beberapa produk dari NTT di dalamnya. Kaum milenial NTT tampaknya sudah mulai menggarap dan memanfaatkan peluang ini.

“Grab dan Gojek sudah mulai berkembang di NTT. Bila kita membuka aplikasi Tokopedia, kita akan menemukan banyak akun dari Kupang. Ada 20 akomodasi yang terdaftar di Booking.com, 133 rumah AirBnB. Juga banyak hotel-hotel NTT yang sudah terdaftar di traveloka. Di  instagram, terpantau ada 18 jastip (jasa titipan) produk dari Kupang,” jelas guru besar Fakultas Ekonomi UGM tersebut.

Lebih lanjut, wanita kelahiran Surakarta 59 tahun silam itu mengungkapkan, perkembangan ekonomi berbasis digital di NTT memang masih tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di wilayah Indonesia Barat dan Makasar. Terutama terkait dengan masih minimnya infrastruktur untuk jaringan internet, daya dukung listrik dan sumberdaya manusia yang masih terbatas.

“Pemasangan proyek palapa ring yang sudah mencapai 90 persen untuk wilayah timur Indonesia dan Juni ini ditargetkan sudah 100 persen. Juga peningkatan program jaringan internet masuk desa. Melalui Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA), sudah ada 6.028 desa terkoneksi internet  dan akan terus diperluas lagi. Tahun 2020,  ditargetkan akan muncul 1.000 technopreneur baru,” jelas Sri Adiningsih.

Sementara itu, Alamanda Shantika, salah seorang pendiri aplikasi Gojek dalam sharing pengalamannya mengungkapkan, secara umum anak-anak NTT punya kemampuan nalar yang baik. Tahun 2018, Binar Academy, lembaga yang didirikannya untuk melatih anak-anak muda membuat aplikasi bernilai ekonomis, adakan pelatihan di Kupang bekerja sama dengan Telkomsel. Dari 180 peserta yang mendaftar melalui tes, ada 60 orang yang lulus. Pelatihan berlangsung selama sebulan di hotel secara gratis.

“Ini merupakan jumlah persentasi kelulusan tertinggi untuk Indonesia. Sebelumnya tingkat kelulusan hanya mencapai 4 sampai dengan 6 persen. Di Kupang, kita  sangat surprised  bisa mencapai 33 persen. Malahan ada 20 dari 60  peserta yang mendapat nilai 100 untuk logic test ini,” jelas Alamanda.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur NTT menegaskan dalam semangat NTT Bangkit menuju Sejahtera, Pemerintah Provinsi terus berupaya untuk meningkatkan ratio elektrifikasi di NTT dan juga memperluas daya jangkauan internet.

“Kami tidak akan sungkan-sungkan untuk  berkoordinasi dengan pemerintah pusat khususnya ibu ketua Wantimpres menyangkut kedua hal ini.  Minggu lalu, saya baru menghadap Menteri Kominfo, Bapak Rusdiantara meminta bantuan perluasan jaringan internet. Dan bulan depan, Pak Rusdiantara kasih 439 BTS (Base Transceiver Station) untuk NTT,” jelas Wagub pada kesempatan tersebut. (HMS)

No comments