Kementerian Pariwisata Dukung Penuh Pengembangan Pariwisata NTT

69 Views

Deputi Pemasaran II Kementerian Pariwisata RI, Nia Niscaya mengungkapkan, Pariwisata NTT terus bertumbuh dan berkembang pesat.  Minat para wisatawan asing (wisman) untuk mengunjungi NTT terus meningkat dari tahun ke tahun. Kementerian Pariwisata siap untuk mendukung penuh pengembangan pariwisata di NTT.

“Komodo sudah menjadi top of mindnya wisatawan (prioritas unggulan dari para wisatawan,red). Kalau kita lihat dari sisi wismannya, yang ke Komodo kebanyakan orang-orang   berduit. Dari Australia dan Eropa. Komodo memang sesuatu yang sangat dicari karena menawarkan petualangan wisata yang unik,” jelas Nia saat mendampingi  Kunjungan Kerja  (Kunker) Spesifik Bidang Pariwisata Komisi X DPR RI. Dua orang Anggota  DPR Komisi X yang melakukan Kunker adalah Anitah Gah (Fraksi Demokrat) dan Mustafa Kamal (Fraksi PKS).    Keduanya diterima Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi di Ruang Rapat Gubernur, Selasa (26/3).

Menurut Nia, dengan fungsi Kementerian Pariwisata yang lebih besar  menitikberatkan  kepada pemasaran dan penjualan objek-objek pariwisata, NTT selalu mendapat perhatian dan menjadi salah satu daerah prioritas bersama Bali.  Kementerian Pariwisata mendukung penuh pengembangan pariwisata NTT.  Termasuk mendukung pelaksanaan dan kelancaran festival-festival pariwisata dari pemerintah Daerah.  Mulai dari tahap persiapan (pre), saat berlangsungnya (on) maupun sesudah  (post) kegiatan festival.  Kementerian Pariwisata juga menyiapkan dana dekonsentrasi untuk promosi pariwisata NTT.

“NTT sudah ada di benak kami. Boleh searching atau googling, iklan-iklan kami di luar negeri, pasti ada komodonya. Di bus-bus pariwisata kami di luar negeri, pasti  ada gambar Komodo.  Sebelum pelaksanaan festival, baiknya kami dikirimkan video atau foto dengan resolusi tinggi untuk promosi ke seluruh sosial media  dan ofisial website. Kami juga siap mendatangkan tour operator dan media dari negara-negara fokus pasar. Kami pastikan mereka akan beritakan kegiatan itu . Sesudah  kegiatan, kami juga terus akan promosikan, supaya orang ingat dan akan datang lagi,” jelas Nia yang menangani pemasaran pariwisata di Eropa,Timur Tengah, Afrika Asia Pasifik dan Amerika.

Terkait dengan wacana penutupan pulau Komodo,  Nia menjelaskan  seiring dengan   penjelasan terperinci  dan terus menerus tentang manfaat penutupan tersebut, semakin banyak orang yang mengerti dan memahami manfaatnya terutama untuk konservasi. Wisatawan masih bisa melihat Komodo di Pulau Rinca dan Pulau Padar.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur , Josef A. Nae Soi menegaskan, pemerintah provinsi telah menetapkan pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT.  Langkah-langkah nyata telah mulai dibuat oleh Pemerintah Provinsi di antaranya Pemberlakuan English Day.  Juga upaya untuk melakukan konservasi terhadap Komodo dengan menutup Pulau Komodo selama setahun.

“Orang dari seluruh dunia mau lihat Komodo yang asli. Kita mau kembalikan habitat komodo ke habitat semula. Komodo yang asli, begitu liat mangsanya, dia langsung kejar, liar dan buas. Juga kita ingin kembalikan ekosistem dan rantai makannan di pulau Komodo.  Kemudian kita jual ke dunia dengan sistem kuota. Kalau mau liat yang asli, bayarnya harus mahal,” jelas Josef Nae Soi.

Langkah lainnya, lanjut Josef, adalah dengan mendorong kabupaten/kota untuk melakukan festival seperti festival Komodo di Manggarai Barat, Pasola di Sumba, Ikan Paus di Lembata, panggil Ikan duyun di Alor, Reba di Bajawa, Kelaba Maja di Sabu, Semana Santa dan festival-festival lainnya.  Keterlibatan Pemerintah Pusat dalam mendukung berbagai kegiatan festival ini sangat dibutuhkan. (HMS)

No comments