Pendidikan Berkarakter Kristus Mesti Jadi Landasan Pembangunan Gedung Gereja

78 Views

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, kekuatan Yesus Kristus sebagai sumber hikmat penuh inovatif dan progresif, harus selalu menjadi inspirasi utama dalam diri setiap jemaatNya. Termasuk dalam pembangunan fisik rumah ibadah.

“Diperlukan landasan iman yang kokoh berdasarkan pengetahuan dan pengenalan yang benar terhadap karakter dan kuasa  Kristus Yesus. Yang harus jadi prioritas dan tujuan  utama adalah pembangunan pendidikan berkarakter Kristus. Gedung gereja pasti akan terwujud asal ada iman dan penggenalan yang benar akan kristus melalui pendidikan khususnya pendidikan Sekolah Minggu. Itulah visi yg akan kita wujudkan,” kata Gubernur Viktor dalam sambutannya saat upacara peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja GMIT Jemaat Sion Oepura, Klasis Kota Kupang, Minggu (31/3).

Menurut Viktor, pendidikan adalah dasar utama dalam mewujudkan iman kristiani yang berkualitas. Pendidikan dan pengenalan akan Kristus harus dimulai dari anak-anak Sekolah Minggu sehingga mereka kelak dapat jadi pemimpin yang berintegritas  dan beriman bagi gereja dan negara.

Lebih lanjut Laiskodat mengatakan untuk mewujudkan visi tersebut, para pendeta harus terlibat langsung dalam pengajaran iman terhadap anak-anak sekolah minggu. Karena para Pendeta memiliki dasar pendidikan teologis mumpuni  untuk  ditularkan kepada anak-anak sebagai generasi masa depan.

“Jadi para Pendeta harus terjun langsung utk mengajar anak-anak sekolah minggu, supaya mereka bisa memiliki iman yang kuat sehingga kelak dapat hidup meneladani Kristus,” demikian yang dipesankan oleh Gubernur Laiskodat.

Gubernur Laiskodat juga memotivasi dan menantang  gereja agar mampu menghadirkan dan membangun serta melahirkan manusia-manusia yang berkualitas dalam iman. Gereja harus bisa menjadi Centre Of Excellent  dari kepribadian Kristus,jelas Viktor.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengaja segenap jemaat agar punya  keyakinan iman bahwa Gedung kebaktian ini pasti akan terwujud. Asalkan ada usaha yang kuat didukung pikiran-pikiran cerdas berdasarkan karakter Kristus untuk mewjudkan visi pembangunan gedung kebaktian jemaat Sion Oepura.

Sementara itu ketua panitia pembangunan, Yosua Anarato menyampaikan pembangunan fisik gedung kebaktian Jemaat Sion Oepura menelan dana sebesar Rp. 4 miliar lebih. Dana awal swadaya jemaat sebesar Rp. 900 juta lebih. Masih dibutuhkan dana pembngunan sebesar 3 miliar lebih.

“Butuh kerja  keras panitia juga swadaya jemaat dalam menggalang dana untuk mendukung proses pembngunan ini,” kata Yosua.

Sekretaris Majelis Sinode GMIT Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th dalam suara gembalanya mengharapkan, kerjasama yang  baik dari semua komponen jemaat Sion Oepura dalam membangun gedung kebaktian.

“Membangun gereja sama dengan mengelola dinamika persekutuan jemaat. Persaudaraan yang erat dalam Kristus adalah kekuatan dalam membangun,” jelas Yusuf.

Tokoh Jemaat GMIT Sion Oepura, Leonard Haning mengajak semua jemaat untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada dalam jemaat utk bersama-sama melakukan pekerjaan besar ini. Ia juga  memberi apreasiasi atas kehadiran Gubernur NTT, Tokoh GMIT yang juga  adalah sesepuh masyarakat  NTT,  Esthon Foenay, Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao dan juga beberapa anggota DPRD Kota Kupang  yang turut hadir mendukung proses pembangunan Gedung Gereja tersebut. (HMS)

No comments