Pancasila, dari Ende untuk Indonesia

104 Views

Puncak peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh tepat hari ini, Sabtu (1/6) juga diperingati dengan upacara bendera yang dilaksanakan di Lapangan Pancasila, Kota Ende.

Upacara itu sendiri dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Viktor BungtiluLaiskodat selaku Inpektur Upacara.

“Hari Lahirnya Pancasila saat ini, di seluruh Persada Nusantara, kita peringati dengan melakukan upacara bersama. Tapi tentunya dari tempat ini, Kabupaten Ende, kita sangat bersyukur karena mendapatkan sebuah catatan sejarah spesial. The Founding Father kita, Bung Karno, pada saat dibuang oleh kaum penjajah di tempat ini berhasil menemukan gagasan, ide untuk mempersatukan bangsa ini,” demikian kata Gubernur Laiskodat saat membuka sambutannya.

Lebih lanjut Gubernur NTT itu mengatakan bahwa, saat ini kita telah mengenal Pancasila sebagai Ideologi Negara.

“Ideologi, Ide yang mempunyai makna Logic. Masuk akal dan rasional, yang tidak rasional itu yang tidak boleh menjadi ideologi. Karena itu kita patut bersyukur, karena Pancasila menjadi sebuah ideologi, menjadi satu-satunya ideologi Negara Indonesia dan menjadi Falsafah bangsa,” ucap Gubernur Viktor bersemangat.

Pada kesempatan itu, beliau juga menyempatkan untuk memberikan sepatah dua kata, terhadap peristiwa berpulangnya Bupati Ende, Ir. Marselinus Y.W. Petu hari Minggu lalu (26/5).

“Saat ini, sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur, saya mengajak kita semua untuk memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya, bagi jasa almarhum Bapak Ir. Marsel Y.W. Petu yang telah berjuang sungguh-sungguh, untuk menjaga nilai-nilai yang telah dibangun oleh pendiri bagsa kita Bung Karno, Bapak Proklamator bangsa ini. Karena itu, saya harapkan nilai-nilai yang telah ditanamkan di Kabupaten Ende ini, yang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk tetap dijaga dan dilanjutkan semangatnya,” begitu pesan Bungtilu.

Menutup sambutannya, Gubernur Laiskodat mengajak seluruh masyarakat, untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Apalagi, sebentar lagi saudara-saudara kita umat Muslim, akan merayakan Hari Besar Idul Fitri. Laiskodat berharap dalam bulan yang penuh berkah ini, semua anak bangsa sungguh-sungguh berdoa bagi bangsa dan negara kita.

“Mari kita jaga diri kita masing-masing, untuk hidup dengan baik dalam menata bangsa ini,” ucap Gubernur Viktor di hadapan peserta apel yang mengenakan beragama pakaian adat/tenun ikat dari seluruh NTT itu.

Menurut NTT 1 itu Pancasila adalah harga mati yang  harus menjiwai seluruh dinamika sejarah perjalanan kehidupan Bangsa. Warga bangsa tidak boleh sekedar menghafal sila demi sila, tetapi terutama menghayati, mengamalkannya dan mengimplementasikan maknanya dalam kehidupan sehari hari. Apalagi sebagai warga kota cikal bakal lahirnya Pancasila, warga Ende harus mampu menjaga Pancasila dengan militansi tinggi, dari rongrongan segelintir oknum yang ingin menggantinya dengan ideologi lain.

“Kita harus mempertahankannya dengan gagah berani dan militan. Bagi masyarakat NTT, tempat Pancasila dilahirkan, kita harus menjadi orang terdepan untuk menjaga Pancasila, mempertahankannya dari generasi ke generasi” seru Gubernur Viktor menggelegar, memotivasi seluruh rakyat Nusa Tenggara Timur.

Tampak hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Provinsi NTT, Wakil Bupati Ende sekaligus sebagai Plt. Bupati Ende, Forkompimda Kabupaten Ende, Wakil Bupati Rote Ndao, Kepal Biro Humas dan Protokol NTT bersama Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi lainnya, Sekretariat Darah dan Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Ende.

Seusai upacara bersama pagi tadi, acara dilanjutkan dengan Dialog Kebangsaan yang disiarkan secara langsung oleh RRI Ende, RRI Kupang dan RRI Atambua. (HMS)

No comments