Pengelolaan Anggaran Harus Menunjang Visi Dan Misi Pemerintah

60 Views

Penyusunan dan pengelolaan anggaran harus terukur dengan baik. Harus tertib dan taat perundang – undangan, serta efisien dan efektif, transparan, juga akuntabel dalam rangka pencapaian kinerja untuk mampu mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah.

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, MM saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi dan Launching Analisis Standar Belanja (ASB) Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2020 bertempat di Hotel Aston pada kamis (12/9).

“Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan APBD 2020 dalam momentum sebagai upaya pemerintah mewujudkan perencanaan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah,” kata Josef.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut sebagai implementasi amanah UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Peraturan Pemerintah No 12 tahun 2019 tentang Pngelolaan Keuangan Daerah serta Permendagri No 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Analisis Standar belanja ini merupakan komponen yang harus dikembangkan sebagai dasar pengukuran kinerja keuangan dalam penyusunan APBD. Manajeman keuangan daerah menekankan bahwa kegiatan pemerintah harus berorientasi pada kinerja yang didukung dengan anggaran yang memadai,” ungkap Josef.

“Kalau berbicara mengenai kinerja dalam manajamen modern itu maka ada 2 poin penting yaitu performance appraisal yaitu dalam menilai sesuatu itu terukur jumlahnya, sasarannya dan juga penyalurannya, dan personal appraisal yaitu penilaian terhadap diri kita dan orang lain. Prestasi kinerja itu harus integral, menjadi satu kesatuan prestasi kinerja,” jelasnya.

“Untuk mewujudkan kinerja anggaran ini harus dilakukan bertahap dan perlu kita memiliki persamaan persepsi. Dengan melakukam sistem kinerja yang efektif. Penyusunan anggaran juga harus seimbang,” tambah Josef.

Lebih lanjut Josef mengungkapkan besar harapan darinya agar dari kegiatan tersebut dapat mewujudkan good governance dan clean governance dengan manfaat untuk bisa mengatasi masalah dan juga menghasilkan output dan juga outcome bagi masyarakat.

Kepala Badan Keuangan Daerah NTT, Drs. Zakarias Moruk, menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan atas kerja sama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Universitas Gadjah Mada.

“Penyusunan anggaran berdasarkan prestasi kerja dilakukan berdasarkan pencapaian kinerja, indikator kinerja, analisis standar belanja, standar satuan harga, dan standar pelayanan minimal,” jelas Zakarias.

Ia mengatakan manfaat dari penyusunan Analisis Standar Belanja (ABS) diantaranya yakni Penetapan plafon anggaran akan terukur dengan baik, dapat menentukan kewajaran biaya untuk melaksanakan suatu kegiatan, meminimalisir terjadinya pengeluaran yang kurang jelas yang menyebabkan inefisiensi anggaran, penentuan anggaran berdasarkan tolak ukur yang jelas, serta penentuan besaran alokasi setiap kegiatan menjadi lebih objektif.

“Dalam rangka penyusunan APBD tahun 2020 tingkat provinsi NTT ini juga kami akan melakukan karantina bagi seluruh sekretaris, kabag tata usaha, kasubag PDE dan kasubag keuangan untuk menyusun APBD 2020 pada minggu ketiga bulan september,” jelasnya.

Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah tim ahli ASB dari Universitas Gadjah Mada yang dipimpin Prof. Dr. Abdul Salim, MBA, Akt.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Tim Ahli Penyusun ASB Provinsi NTT, para Sekretaris Daerah kabupaten/kota se NTT, pimpinan OPD, tamu undangan dan insan pers. (HMS)

No comments