Gereja Harus Mendukung Pendidikan Anak Bangsa

101 Views

Pentingnya menghasilkan generasi yang unggul dan berkualitas bagi sebuah bangsa. Gereja harus memiliki peranan penting dalam memberikan dukungan pada lembaga pendidikan untuk mencetak SDM yang handal dan terampil dengan kualitas hebat.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, saat membacakan sambutan sekaligus membuka Acara Sidang Raya PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia) XVII tahun 2019, di Puru Kambera, Sumba Timur NTT pada Jumat (8/11).

Yasonna menjelaskan Gereja perlu memberikan pendampingan dalam proses pendidikan sehingga anak-anak dapat menangkap peluang di masa depan.

“Pendidikan menjadi hal yang sangat penting. Pendidikan harus berakar pada budaya bangsa dan juga mendukung kepentingan nasional,” ungkap Yasonna.

Ia juga menjelaskan pentingnya untuk saling mendukung antara tokoh agama, tokoh masyarakat serta menggelorakan untuk saling menyayangi dan saling menjaga dalam menjaga kearifan masyarakat dalam tujuan melawan radikalisme dan terorisme yang mengancam ideologi pancasila.

Sementara itu Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat Lebang MA mengatakan patut bersyukur dengan sidang PGI XVII ini dan dianggapnya sebagai sidang yang istimewa.

“Sidang kali ini melukiskan dengan tepat bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan atau ziarah iman dari umat Tuhan untuk mencari mata air kehidupan dan memeliharanya”, ungkapnya.

“Melalui sidang ini juga kita mendapatkan anugrah kebebasan dari segala hal yang melilit kita dengan belenggu masalah. Serta juga memberikan karunia dan ramah tamah kasih kepada seluruh peserta sidang dan jemaat yang berpartisipasi,” tambahnya.

Dalam laporan panitian yang disampaikan dr. Umbu Marisi menjelaskan sidang raya tersebut merupakan cita-cita rakyat yang mana dilaksanakan di daerah dengan penganut kepercayaan marapu.

“Dalam sidang ini merupakan pesta iman bagi seluruh jemaat anggota PGI dan seluruh umat kristiani, yang merupakan cita-cita rakyat karena terlaksana di daerah penganut marapu. Oleh karena itu, toleransi antar umat beragama sangat nampak dalam kegiatan ini,” ungkap Marisi.

“Kegiatan ini juga merupakan pesta budaya sumba yang menampilkan identitas selaku orang sumba yang berada di wilayah indonesia sekaligus menjadi bagian sebagai promosi wisata pulau sumba pada masyarakat indonesia dan di luar negeri. Pulau sumba dijuluki sebagai pulau terindah di dunia memiliki potensi wisata yang indah dan dijuluki hidden paradise”, tambahnya.

“Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah NTT. Pemerintah daerah 4 kabupaten di pulau sumba, seluruh donatur, seluruh jemaat, dan bagi saudara-saudara nonkristiani yang sudah memberikan kontribusi yang luar biasa sehingga pembukaan sidang raya PGI ke XVII tahun 2019 dapat berjalan dengan baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras untuk menghadirkan acara pembukaan ini”, lanjut Marisi.

Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni serta pejabat dan tamu undangan lainnya. Acara juga dimeriahkan dengan tarian adat dan atraksi penunggang kuda. (HMS)

No comments