Dari Sopi Menuju Sophia

311 Views

Oleh: Fransiskus Bustan, Guru Besar FKIP Undana Kupang

SEBUT SOPI, INGAT NTT. Mengapa tidak? Karena sopi adalah salah satu jenis minuman keras (miras) produksi asli rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diwariskan secara turun-temurun sejak dari leluhurnya. Kehadiran sopi dalam tata pergaulan di tengah masyarakat NTT sering mengundang gelak tawa para penikmatnya. Namun tidak jarang sopi menjadi pemicu kericuhan antarkelompok pemuda sehingga aparat keamanan terpaksa turun tangan dengan popor senjata. Karena itu, tidak heran jika masalah miras dan sejumlah dampak ikutannya sempat menjadi topik perbincangan hangat di kalangan pengamat masalah sosial di kota Kupang beberapa waktu silam.

Proses Produksi dan Harga

Sopi diproduksi melalui proses penyulingan dengan menggunakan perangkat teknologi sederhana sesuai kebiasaan yang sudah berlaku secara mentradisi sejak dari leluhur. Karena itu, tidak heran jika proses penyulingan sopi memakan waktu relatif lama sampai menghasilkan sopi siap cicip. Akan tetapi, berbanding terbalik dengan lamanya proses penyulingan, harga jual sopi di pasaran tidak seberapa karena sopi termasuk jenis miras kelas bawah yang memang diproduksi sesuai selera rakyat banyak dan rakyat kebanyakan di kawasan NTT.

Kemanfaatan Sopi

Selain menjadi salah satu sarana persembahan utama untuk roh leluhur dan nenek moyang dalam berbagai konteks ritual, sopi hampir selalu hampir selalu hadir sebagai mitra menu dalam acara pesta seperti pesta pernikahan. Seperti disaksikan dalam berbagai resepsi pesta pernikahan, komunitas pencincip sopi bukan cuma kalangan orang tua paruh baya dan lanjut usia, tetapi juga kalangan generasi muda usia remaja. Mereka berlomba mencicipi nikmatnya sopi sembari memperagakan kehebatan guna menampilkan kejantanan di ruang publik. Seusai mereguk sopi beberapa sloki, mereka beramai-rama turun ke arena pesta ibarat gerombolan sapi liar yang lagi kehausan air di siang bolong. Hal itu menyebabkan suasana pesta semakin ramai karena dihingarbingari dengan beragam tarian bergaya jingkrak dan bercorak unik mengiringi dentuman musik masa kini yang gegarannya membelah langit. Setiap orang menampilkan kekhasan gaya jingkraknya masing-masing guna menunjukkan kekhasan sebagai kekhususan pembeda dengan orang lain. Ada yang tampil dengan gerakan tubuh seperti penderita stroke dan ada juga yang tampil seperti pesilat tanpa mitra tanding. Semua itu terjadi karena sengatan sopi. Pungkas kata, menurut mereka, party without sopi is nothing ‘pesta tanpa sopi, tidak ada apa-apanya’.

Nama dan Rasa

Seperti halnya nama adalah tanda dan setiap tanda niscaya punya makna, demikian pula sopi punya namanya masing-masing sebagai tanda pembeda antara yang satu dengan yang lain. Nama sopi yang beredar di kawasan NTT beragam sesuai latar wilayah asalnya. Semisal, sopi asal Rote disebut sopi Rote, sopi asal Maumere disebut sopi Maumere, sopi asal Aimere disebut sopi Aimere, dan sopi asal Kobok di Manggarai Timur disebut sopi Kobok. Soal rasa, lain lagi berita dan ceritanya. Ada sopi yang rasanya biasa-biasa saja bak minum air galon ketika diteguk siang bolong menepis rasa haus karena disengat teriknya mentari. Tetapi ada juga sopi yang rasanya keras menyengat tekak ketika ditenggak dan jenis sopi semacam ini disemat dengan sebutan bakar menyala (BM).

Disemat dengan sebutan BM karena, kalau dibakar, langsung menyala ibarat si jago merah sedang mengamuk dan siap melahap apa saja yang ada di hadapannya. Kalau diminum, bukan cuma kepala terasa pecah, tetapi bulu kuduk serempak berdiri tegak dan sebagian organ tubuh seputar kepala mengigil sejenak seperti sedang disergap demam. Kalau sudah diminum, orang yang sedianya pendiam dan irit kata ketika berbicara mulai mengeluarkan jurus tutur dengan uakan suara bernada lantang membuat telinga penyimak terbelah pekak. Kata-kata yang keluar dari mulutnya mengalir dan meluncir mulus tanpa titik koma bagai banjir kiriman saat hujan perdana yang tidak kenal kompromi. Topik percakapan terantuk sana-sana seperti sidang seminar tanpa panduan moderator. Karena itu, tidak heran jika sopi disemat pula dengan sebutan air kata-kata dalam khasanah kosakata miras dalam lingkup kehidupan masyarakat di kawasan NTT.

Sophia

Sebagaimana waktu berjalan dan dunia berubah, demikian pula wilayah NTT sebagai bagian dunia tidak ketinggalan dari jamahan perubahan. Sopi tidak merupakan perkecualian dari sentuhan perubahan itu. Seperti dilansir berbagai media cetak dan elektronik, sejak Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menahkodai provinsi NTT, sopi mulai digagasi agar tampil beda dari tampang sebelumnya yang bercorak tradisional. Berkat kerjasama pihak pemerintah NTT dan Undana, lahirlah sopi dalam kemasan baru yang dibaptis dengan nama sophia, ibarat nama seorang dara cantik blasteran Flobamora dan Eropa. Bukan cuma kemasan yang dipoles dengan dandanan cantik dan pelekatan nama bernuansa baru yang gampang disebut dan mudah diingat, aspek higienis tidak lupa diperhatikan meskipun nilai rasanya rada sama seperti sopi yang dulu. Sophia hadir ibarat old wine in new bottle ‘anggur lama dalam kemasan baru’. Dengan kemasan dan nama bernunsa baru yang disandangnya, secara pelan tetapi pasti, sophia sudah go global karena wilayah sebaran pemasarannya menembus pasar dunia.

NTT Go Global Bersama Sophia

Kehadiran sophia memang sempat mendulang komentar miring bernada sumbang dari sebagian kalangan. Namun karena tidak ditopang dengan basis argumentasi yang berterima secara nalariah, komentar miring bernada sumbang itu langsung tumbang di tengah jalan. Hemat penulis, kehadiran sophia semestinya disambut gembira oleh seluruh rakyat dan masyarakat NTT. Mengapa? Karena dengan dan bersama sophia, NTT justeru ikut go global. Meskipun NTT tidak ke mana-mana, tetapi NTT ada di mana-mana karena sophia. Sophia mampu bersanding dengan jenis miras kelas dunia seperti whiskey.

Karena itu, kepada VBL, kita patut acungkan jempol. Berkat kepiawaiannya sebagai pemimpin NTT mendandani program berbasis budaya lokal, sopi yang semula termasuk deretan miras tidak berkelas berubah rupa menjadi miras berkelas dunia. Selain kemasannya yang didandan anggun dan menawan sehingga layak bersanding dengan miras kelas dunia, aspek kualitas rasa dan persyaratan higienis juga tidak kalah bersaing. Karena proses kelahiran sophia dilakukan melalui pengujian laboratorium oleh sejumlah staf ahli di lingkungan Undana dalam pigura kerjasama dengan pemerintah provinsi NTT di bawah garis komando VBL.

Naisbith Bertemu VBL

Seandainya Naisbith sempat bertemu VBL dan disuguhkan seteguk sophia sebagai tanda ucapan selamat datang dan salam perkenalan, dia niscaya tersenyum lebar bukan karena gusinya disengat nikmat sophia mengelus urat seputar rongga mulut. Naisbith tersenyum lebar karena VBL sudah menejermahkan secara operasional konsep pemikirannya, thinking globally, acting locally ‘berpikir global, bertindak lokal’. Sebagai rakyat NTT, kita mesti berbangga dengan kehadiran sophia. Karena bersama sophia, NTT bangkit dan, dengan sophia, NTT beranjak menuju sejahtera. Meski kontribusi sophia relatif kecil ditilik dari sisi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat NTT, kehadiran sophia di etalase pasar global begitu menawan dan mengundang detak kagum. Nama NTT yang dulunya terkenal karena gersang, kini mulai dikenang dalam benak wisman karena kehadiran sophia.

GBU Putera Semau

Seperti kata orang Inggris, small is beautiful ‘kecil itu indah’, demikian pula VBL dalam meracik progtam pembangunannya. Melalui sophia, dia mengajak seluruh warga masyarakat NTT agar lebih baik berpikir hal kecil untuk kepentingan orang kecil dari pada berpikir hal besar hanya untuk mengakomodasi kepentingan orang besar yang jumlahnya cuma segelintir dan bisa dihitung dengan jari. Karena itu, terima kasih VBL, putera Semau, God Bless You. Pangkuan jabatanmu sebagai gubernur NTT diawali dengan terobosan kreatif dan inovatif melalui kehadiran sophia. Engkau bukan cuma duduk berpangku tangan di belakang meja menanti kedatangan upeti dari hulu balang. Dengan kehadiran sophia hasil olah nalarmu, namamu niscaya akan tetap dikenang sepanjang masa dalam rangkuman jejak sejarah pembangunan NTT. Terima kasih sophia karena sudah mengantar NTT masuk dalam barisan miras kelas dunia dan membawa dunia ke NTT dengan menggali potensi sumber daya dari rahim budaya lokal NTT. Sophia berjalan lenggang tangan menuju pasar global sembari menguak berita dan cerita tentang wujud program pembangunan berbasis budaya lokal NTT. Semula tampak biasa, ternyata menyiratkan makna yang luar biasa.  (*)

No comments