Gubernur VBL Resmikan Radio Streaming Swara NTT, Marius: Ini Karya Nyata!

249 Views

Kerja pemerintah harus disampaikan kepada masyarakat, agar masyarakat tahu dan memahami apa yang dikerjakan oleh gubernurnya, wakil gubernurnya, kepala dinasnya, kepala bironya dan lain sebagainya.

Demikian harapan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memimpin apel kesadaran ASN, sekaligus meresmikan Radio Swara NTT di halaman apel Kantor Gubernur NTT, Selasa (17/12/19) pagi.

Usai apel, VBL bersama Sekda NTT Ben Polo Maing dan Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Marius Ardu Jelamu menjadi narasumber di Radio Swara NTT yang dipandu penyiar cantik Yasinta Tibuhala.

Saat live, VBL memuji Marius dan jajaran Biro Humas yang telah berhasil menghadirkan radio dengan jangkauan siaran yang bisa didengar di dalam negeri dan luar negeri.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat meresmikan Radio Swara NTT di halaman apel Kantor Gubernur NTT, Selasa (17/12/19) pagi.

“Kita bersyukur punya Karo Humas yang luar biasa ini. Luar biasa telah menyiapkan radio ini. Dengan alat komunikasi ini, masyarakat akan tahu apa yang dikerjakan oleh pemerintah. Sehingga masyarakat memahami apa visi misi pemerintah,” ujar VBL disambut Marius dengan senyum tipis.

Menurut VBL, mewujudkan cita-cita NTT Bangkit, NTT Sejahtera, tidak bisa hanya dengan kerja keras saja, tapi butuh tim propaganda untuk menyampaikan program kerja pemerintah dan hasil kerja pemerintah.

Karena itu, Visi Misi pemerintah harus diinformasikan dan disosialisasikan kepada masyarakat secara rutin. Sehingga masyarakat memahami betul dan mampu menyiapkan diri untuk bersama pemerintah mewujudkan NTT Bangkit, NTT Sejahtera.

“Proganda menggunakan seluruh alat yang ada hari ini, termasuk sosial media, harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui dengan baik apa yang dipikirkan dan apa yang dikerjakan oleh pemerintah,” tegasnya.

VBL menjelaskan, kehadiran radio Swara NTT adalah sebuah kebutuhan. Sebab pemerintahan dimana pun, mimpi apa pun yang dicita-citakan pemerintah, tapi kalau tidak ada media, tidak ada promosi, tidak ada yang menyampaikan informasi tentang kerja-kerja pemerintah, maka itu sama dengan kering (tidak berguna).

Karena itu, kehadiran Radio Swara NTT akan membantu pemerintah melakukan sosialisasi program dan kebijakan untuk diketahui dan diselaraskan oleh masyarakat, yang ujungnya dunia akan mengerti bagaimana cara berpikir Pemerintahan NTT.

“Saya berterima kasih kepada Karo Humas yang mampu menerjemahkan kebutuhan pemerintah dengan membuat sebuah karya (Radio) yang menurut saya itu bentuk lain dari NTT Bangkit. Yang dulunya tidak ada menjadi ada, dan terus menerus publis seluruh pekerjaan-pekerjaan dan mimpi-mimpi pemerintah, sehingga masyarakat ikut memiliki semangat membangun NTT,” katannya.

Marius Ardu Jelamu, menegaskan, kehadiran Radio Swara NTT bertujuan mendukung kerja Gubernur dan Wakil Gubernur dalam membangun NTT.

“Kita tahu gagasan bapak gubernur dan bapak wakil gubernur dalam memajukan NTT sangat banyak. Pikiran-pikiran cerdas inovatif ini harus diketahui masyarakat luas,” katanya.

Menurut Marius, untuk kepentingan penyebaran informasi, Radio Swara NTT akan dilengkapi dengan Fan Page Facebook, Instagram, Twitter dan kanal Youtube.

“Kita juga akan konek dengan radio-radio (konvensional) yang ada di NTT”, ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru, mengatakan, kehadiran radio Swara NTT merupakan inovasi di bidang penyiaran dan mesti direspons positif oleh seluruh stakehokders yang ada di Provinsi NTT.

Inovasi dan kreativitas ini merupakan langkah maju dan cerdas dalam menerjemahkan berbagai pemikiran yang abstrak dari VBL dalam menahkodai “kapal besar” Provinsi NTT.

“Inilah karya nyata yang bisa diberikan oleh bapak Marius Ardu Jelamu dalam memimpin biro ini,” katanya.

Operasional radio tersebut dikelola oleh Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Selain studio radio, VBL juga meresmikan Ruang Media Center milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT yang berada di lantai dasar Kantor Gubernur NTT.

“Setelah radio, kita akan mengusahan agar kita (Pemprov NTT) memiliki televisi sendiri,” ujar Jelamu.

Valeri Guru, menjelaskan, radio Swara NTT adalah radio streaming yang layanan penyiaran audionya ditransmisikan melalui internet.

“Dengan kekuatan internet sebesar 50 MBps (Mega Byte Per Second), kita harapkan radio ini dapat beroperasi dengan baik,” ujar Valery, Senin (16/12/19).

Dia menjelaskan, radio Swara NTT dapat diakses melalui aplikasi smartphone yang bisa di unduh (download) di Play Store dan video siarannya akan ditayang melalui kanal youtube.

Tes siaran Radio Swara NTT.

Asal tahu saja, kehadiran radio Swara NTT ini mengikuti perkembangan teknologi yang kini tak bisa dibantah lagi bahwa dari generasi X hingga milenial tak bisa jauh-jauh dari gadget.

Hal itu tidak lepas dari aktivitas mereka yang sudah mulai beralih ke digital. Termasuk dalam urusan membaca, melihat atau mendengar informasi, baik dari televisi maupun radio.

Karena itu, sekarang ini banyak radio konvensional yang mulai mengudara lewat jalur digital.

Ya, jaman sekarang, kurang afdhol kalau stasiun radio yang mengudara dengan FM tidak memiliki saluran streaming. Apalagi biaya radio streaming jauh lebih murah ketimbang radio konvensioanal.

Radio streaming dikenal juga dengan nama e-radio atau streaming radio. Layanan ini bisa mengudara sebagaimana radio FM. Hanya saja menggunakan jasa internet.

Hebatnya, layanan ini bisa didengarkan di seluruh belahan dunia. Beda dengan radio FM yang hanya bisa didengar dalam lingkup area tertentu saja.

Ada banyak keunggulan radio streaming, diantaranya biaya perawatan peralatan yang relatif lebih murah, dan peralatan yang dibutuhkan pun hanya perangkat komputer, mixer, dan internet. Tak perlu antena FM yang mahal.

Kebutuhan listriknya juga hanya sedikit dan radio streaming bisa mendukung format MP3 maupun AAC.

Selain itu, kualitas audionya lebih bagus karena tak ada lagi noise sebagai mana saluran FM. Pemiliknya bisa mengatur bitratenya sesuai kebutuhan.

Marius Ardu Jelamu bersama stafnya melakukan uji coba siaran Radio Swara NTT di gedung Sasando Kantor Gubernur NTT pada hari Jumat (6/12/19).

Tes siaran radio milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT tersebut dipandu penyiar senior Yulinaldi dan owner Anton Studio Jakarta bersama penyiar Shinta Tubuhala.

“Ini adalah karya nyata yang bisa kami berikan. Karena sebagai corong dan juru bicara pemerintah kami harus bisa menguasai media di daerah ini,” kata Marius, sambil tersenyum.

Dia menjelaskan, dengan adanya studio radio ini maka Pemprov NTT akan lebih mudah menyampaikan berbagai program dan kegiatan yang dikerjakan untuk mensejahterakan masyarakat NTT sesuai tagline NTT Bangkit NTT Sejahtera.

Marius berharap seluruh staf Biro Humas dan Protokol harus bisa dan berani memulai pekerjaan menyiar sebagai hal yang penting dan mulai mengasah diri dengan ilmu broadcast.

“Nanti kita akan menyar dengan Bahasa Inggris, karena setiap hari Rabu English Day. Kita juga akan kontak para penyiar di BBC London, Radio Prancis, VOA di Amerika dan sejumlah radio internasional lainnya. Sehingga NTT semakin hari semakin dikenal dunia dengan beragam informasi tentang pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakat di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bapak Wagub Josef A. Nae Soi,” katanya.

Tes siaran Radio Swara NTT

Pada tempat yang sama, Kepala Biro I News TV Kupang, Semmy Ndolu, mengapresiasi gebarakan Biro Humas dan Protokol menghadirkan studio Radio Swara NTT.

“Ini langkah dan gebrakan yang spektakuler di bawah kepemimpinan Pak Marius. Hadirnya studio (baru) ini menambah semarak lembaga penyiaran di daerah ini,” tutur Semmy, datar.

Owner Anthon Studio mengaku bangga mendapat kepercayaan untuk mengerjakan studio Swara NTT.

“Ini pengalaman berharga dan membanggakan. Karena dalam sejarah tim kami mengerjakan studio radio hanya empat hari. Ini semua berkat dukungan dan niat baik Pak Marius dan teman-teman yang ada di biro,” ucapnya.

Usai uji coba siaran dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan penyerahan cindera mata. (sumber: SERGAP.ID)

No comments