Jokowi Minta Sertifikat Tanah Dipakai untuk Modal Usaha

131 Views

Labuan Bajo, Selasa (21/1) – Presiden RI, Ir. Joko Widodo meminta masyarakat yang telah menerima sertifikat tanah untuk memanfaatkan sertifikat sebagai modal usaha. Saat menjaminkan sertifikat di Bank, harus diperhitungkan dengan matang.

“Sertifikat adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Biasnya kalau sudah pegang sertifikat,di semua profesi, pinginnya disekolahkan. Dipakai sebagai agunan atau jaminan di bank. Namun setelah dapat pinjaman, harus gunakan untuk modal usaha,” kata Jokowi saat acara Penyerahan Sertifikat Untuk Rakyat di   di halaman kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa (21/1). Pada kesempatan tersebut Presiden menyerahka seetifikat kepada 2.500 masyarakat Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat.

Presiden mengingatkan masyarakat agar saat melakukan pinjaman ke bank dengan modal sertifkat tanah haruslah hati-hati dan memperhitungkan secara matang. Uang pinjaman tidak boleh dipakai untuk beli sepeda motor atau mobil.

“Kalau mau pinjam uang ke bank, hati-hati. Harus dihitung, dikalkulasi dulu. Jangan sampai pinjaman tidak bisa dikembalikan, sertifikat hilang. Kalau pinjam ke bank, hati-hati. Tanahnya luas,  dapat pinjaman 300 juta dan bawa pulang. Malamnya mimpi membeli mobil, besok langsung ke dealer. Kasih uang muka, ini mulai malapetaka. Hati-hati, uang pinjaman tidak boleh dipakai untuk beli sepeda motor atau mobil.Kalau dapat 300 juta, gunakan semuanya untuk modal kerja, jangan pakai yang lain,” harap Jokowi dalam kesempatan tersebut.

Menurut Jokowi, banyak kejadian sudah menunjukan bagaimana masyarakat salah mempergunakan modal agunan pinjaman sertifikat.

“Gagah dan ganteng pakai mobil hanya 6 bulan. Setelah itu nggak bisa nyicil ke bank dan dealer, mobilnya diambil, sertifikatnya hilang. Sekali lagi hati-hati,” tambah Jokowi lagi.

Lebih lanjut Jokowi meminta agar masyarakat pemegang sertifikat harus hafal betul ukuran tanahnya. Karena sertifikat punya nilai yang sangat mahal.Juga saat pinjaman, harus punya perencanan untuk usaha apa dan modal yang diperlukan berapa.

“Harus ingat tanahku berapa,milikku berapa. Tidak boleh pakai kira-kira. Begitupun saat mau mengajukan pinjaman. Kalau misalnya mau buka toko, harus tahu buka toko itu butuh berapa. Tokonya  butuh apa-apa saja. Jangan butuh 50 juta, pinjamnya 100 juta. Sekali lagi hati-hati, harus perhitungkan dan rencanakan dengan baik, “pungkas Jokowi.

Beberapa warga penerima sertifikat mengungkapkan rasa terima kasih kepada Presiden yang telah mengeluarkan sertifikat  tanah milik mereka.

“Sertifikat ini akan saya pakai sebagai jaminan di bank untuk pinjam uang sebesar 25 juta. Buat buka warung bubur kacang dan pisang goreng ditambah usaha tanam bawang,” jelas Aleks, warga Nggorang Kecamatan Komodo.

“Saya mau pinjam uang di bank sekitar 30 juta dengan modal sertifikat tanah seluas 920 meter persegi.Uang ini dipakai untuk usaha jual beras,” jelas Yos, warga lainnya.

Pada kesempatan tersebut Presiden menyerahkan secara simbolis sertifikat kepada 12 penerima.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Ibu Iriana Jokowi, Menteri Sekretaris Negara, Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Kepala Basarnas, Gubernur NTT, Bupati Manggarai Barat, pejabat sipil dan militer, masyarakat serta undangan lainnya. (Aven Reme/Biro Humas Protokol NTT)

No comments