Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu saat memberi keterangan pers kepada wartawan di ruangan Biro Humas dan Protokol NTT, Rabu (5/2).

Gubernur Minta Rumah Sakit Lebih Mengutamakan Pelayanan Kemanusiaan

133 Views

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat,meminta semua Rumah Sakit (RS) di NTT baik itu RS Pemerintah maupun swasta agar mengedepankan dan mengutamakan pelayanan kemanusiaan daripada  aturan dan urusan administrasi.

“Ketika menyangkut nyawa manusia, tidak ada alasan apapun.RS baik itu negeri maupun swasta agar segera mengambil tindakan, mengutamakan pelayanan kemanusiaan termasuk melakukan by pass aturan sekalipun. Semuanya harus segera diatasi dan masyarakat tidak boleh dibiarkan menunggu lama apalagi kalau sangat membahayakan keselamatannya,”kata Gubernur Viktor Laiskodat seperti disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu  saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di ruangan Biro Humas dan Protokol NTT, Rabu (5/2).

Pernyataan Gubernur Viktor itu menanggapi keluhan masyarakat terkait tertundanya pelayanaan terhadap pasien cuci darah pada salah satu RS Swasta di Kota Kupang akibat aliran air ke RS tersebut berkapur. Kandungan kapur tersebut menghambat proses cuci darah.

Menurut Gubernur, masyarakat tidak boleh dibiarkan menunggu seperti itu karena akan sangat membahayakan keselamatannya.

“Para pemimpin (RS) harus  cepat cari solusi. Apakah soal anggaran, soal alat harus segera dicarikan jalan keluarnya. Sebagai seorang dokter, harus bisa segera mencari cara untuk mengatasi persoalan.Karena tugas utama dokter adalah menyelamatkan nyawa manusia,itu yang harus dikedepankan. Jangan biarkan pasien terlantar,” jelas Gubernur Viktor seperti dijelaskan Karo Humas dan Protokol.

Gubernur, lanjut Marius, telah meminta kepada Direktur RSUD W.Z. Johannes  Kupang agar membangun kerjasama dengan Rumah Sakit Swasta yang ada di Kota Kupang.  Sehingga ketika ada problem di RS yang satu, dapat segera dirujuk ke RS yang lain. Gubernur Viktor juga meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan NTT untuk segera membuat desain kerja sama antara seluruh RS yang ada di NTT.

“Gubernur  juga mendorong seluruh RS di NTT harus bisa bekerja sama. Dinas Kesehatan diminta mendesaian pola kerja samanya. Sehingga ketika ada masalah di (RS) Sabu, Rote, Alor , Manggarai dan daerah lainnya, segera diambil alih.Bahkan Gubernur  menegaaskan  Pemerintah Provinsi juga nanti akan menyiapkan anggaran ketika misalnya  di RS Swasta ada problem peralatan dan tenaga. Beliau memerintahkan Kadis Kesehatan untuk juga menyiapkan perencanaan tentang hal ini,” jelas Marius Jelamu.

Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu saat memberi keterangan pers kepada wartawan di ruangan Biro Humas dan Protokol NTT, Rabu (5/2).
Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu saat memberi keterangan pers kepada wartawan di ruangan Biro Humas dan Protokol NTT, Rabu (5/2).
  • Siap Tampung Warga Timor Leste  dari China

Dalam kesempatan tersebut, Marius juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT siap menampung 17 warga Timor Leste yang akan dipulangkan dari  China terkait virus  Corona dan telah  ditolak oleh Pemerintah  Provinsi Bali.

Gubernur NTT, lanjut Marius, masih menunggu arahan dari Bapak Presiden terkait hal ini.

“Ini masalah kemanusiaan. Kita siap  menampung dan mengisolasi mereka di Kupang. Kita siapkan RSUD Johananes dan rumah sakit lainnya agar ketika Presiden memutuskan dan memerintahkan, kita sudah siap. Kita harus menunjukan rasa solidaritas dengan negara tetangga terdekat dengan tetap memperhatikan prosedur tetap yang digariskan,” jelas Marius mengutip Gubernur Viktor.

Marius mengungkapkan Gubernur juga telah memerintahkan agar mendesain khusus RS Jiwa Naimata untuk mengisolasi ke-17 warga Timor Leste tersebut selama kurang lebih 14 hari. Warga-warga Timor Leste ini masih  terdeteksi negatif virus corona, namun perlu dikarantina untuk dilakukan treatmen medis sesuai standar yang ditetapkan.

“Tadi pagi Mensesneg menelpon Pak Gubernur , apakah siap. Bapak Gubernur katakan siap. Gubernur telah memerintahkan Direktur RSUD dan Dinas KesehatanNTT  agar segera menyusun rencana anggaran dalam mendesain RS Jiwa Naimata untuk proses karantina termasuk peralatan yang diperlukan. Sekali lagi ini soal rasa kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita dari Timor Leste.  Bapak Gubernur masih menunggu arahan dan perintah lanjut  dari Presiden,” jelas Marius.

Seperti diberitakan,  permintaan dari Pemerintah Negara Timor Leste kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk mengkarantina sementara  17 warganyai sebelum kembali ke Timor, ditolak oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Penulis: Aven Reme/Staf Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

No comments