Gubernur : Sensus Penduduk untuk Desain Perencanaan Pembangunan

176 Views

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, pelaksanaan sensus penduduk tahun 2020 sangat penting dalam mendesain perencanaan pembangunan. Karena itu, para Bupati dan Walikota se NTT dapat mendeseminasi informasi tentang pentingnya pelaksanaan sensus penduduk di Provinsi NTT.

“Secara objektif bagaimana jumlah penduduk dan bagaimana ekonomi penduduk kita. Karena itu, saya ,mendorong para Bupati dan Walikota se – Nusa Tenggara Timur untuk bisa mendeseminasi informasi tentang sensus penduduk yang akan dilakukan pada tahun 2020 ini. Semuanya ini untuk kepentingan design perencanaan pembangunan kita kedepan,” tandas Gubernur VBL melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si di Kupang, Rabu (05/02/2020).

Ikut hadir Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si dan sejumlah pejabat BPS Provinsi NTT.

Menurut Marius, ada banyak hal yang akan diperoleh dari pelaksanaan sensus penduduk. “Khusus untuk NTT, kita harapkan kerja sama yang kuat mulai dari RT-RW; Kepala Desa (Kades), para Lurah, para Camat serta semua elemen masyarakat  untuk membantu dan mengikuti tata kelola sensus penduduk di NTT yang akan berlaku secara nasional. Khusus di NTT kita berharap agar masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif. Mari kita berikan keterangan; berikan data tentang diri kita; tentang keluarga kita; tentang mata pencaharian kita; tentang berbagai hal yang akan ditanyakan oleh para petugas sensus,” jelas Doktor jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT ini lebih lanjut berharap, agar masyarakat NTT dapat memberikan keterangan yang sejujur-jujurnya. “Berikanlah keterangan jawaban yang sejujur-jujurnya. Berikanlah informasi seluas-luasnya, sedetil mungkin dan seobjektif mungkin. Tidak boleh menyembunyikan data. Karena kalau kita menyembunyikan data realistis, data objektif maka pemerintah akan mendapatkan data yang kurang  baik untuk perencanaan pembangunan,” ungkap Marius, memberi argumen.

Padahal di era Presiden Joko Widodo, lanjut Marius, Presiden menghendaki supaya pembanguna di seluruh Indonesia benar-benar sampai ke rakyat; dirasakan oleh rakyat kita di seluruh Indonesia termasuk di NTT. “Karena itu, sebagaimana yang ditekankan oleh Bapak Gubernur VBL dalam setiap kesempatan, agar masyarakat seluruh NTT dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus penduduk yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 ini,” ucap Marius.

Di tempat yang sama, Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus menjelaskan bahwa ada dua tahap dalam kegiatan sensus penduduk.  Pertama kata dia,  sensus online yang akan dilaksanakan pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Tahap kedua disebut dengan sensus penduduk wawancara yang dimulai pada 1 Juli hingga  31 Juli 2020.

“Kenapa menjadi sangat penting di SP online ini adalah seiring dengan perkembangan teknologi; saat ini kita memanfaatkan IT untuk mendata dalam rangka sensus penduduk ini. Kita harapkan di SP online masyarakat secara mandiri bisa mengisi biodatanya sendiri tentu saja akan lebih akurat dan berkualitas, dimana peran serta dari semua masyarakat sangat membantu terhadap kualitas data base kependudukan kita khususnya di NTT,” papar Darwis, datar.

Karena itu, lanjut Darwis, pihaknya berharap agar masyarakat dapat menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). “Selain itu, siapkan dokumen lainnya seperti nomor akte pernikahan dan nomor surat cerai (jika ada). Kemudian nanti kita akan mengakses alamat sensus bps.go.id melalui android bisa juga melalui computer atau laptop;  kemudian nanti mengetik sensus.bps.go.id kemudian nanti isikan no. induk kependudukan, isikan no.kk kemudian nanti ada kode khusus yang kita isi sebagai antisipasi para hacker, dan nanti akan diminta password dengan minimal enam (6) karakter bisa kombinasi dari  angka dan huruf atau bisa angka bisa huruf saja. Supaya bisa menjaga kerahasiaan dari data kependudukan kita,” kata Darwis.

Darwis berharap agar seluruh masyarakat bisa berpartisipasi khususnya yang sudah terakses IT sehingga para petugas sensus tidak direpotkan. “Untuk masyarakat yang sibuk atau masyarakat yang waktunya terbatas ini adalah kesempatan untuk mengisi sendiri datanya dan tentu ini sangat menjadi harapan kita bersama supaya seluruh masyarakat juga  bisa mengisi; sekaligus mengedukasi masyarakat untuk familiar dengan pendataan online,” ungkap Darwis, sambil tersenyum.

Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT dan Ollin Ndjurumana/pelaksana.

No comments