Gubernur Minta Berkerja Lebih Terencana dan Fokus

245 Views

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melanjutkan kunjungan kerja di daratan Sumba dengan Rapat Kerja (Raker) bersama Bupati, para Camat, Kepala Desa/lurah, tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan se-Kabupaten Sumba Barat  di Desa Malata, Kecamatan Tana Righu, Jumat (28/2).

Gubernur VBL dalam sambutannya kembali menyinggung tentang isu-isu utama yang masih  menjadi kendala pembangunan di Nusa Tenggara Timur. Yakni  stunting dan kemiskinan serta pendidikan yang rendah.

“Hal ini terjadi karena kita di NTT selama ini selalu bekerja tidak sistematis. Kebanyakan bekerja tapi tidak tahu apa yang sebenarnya yang dikerjakan. Kita tidak fokus dan tidak terencana dalam bekerja” ditegaskan Gubernur Laiskodat.

Gubernur dalam arahannya menyarankan kepada Bupati dan jajarannya agar melakukan perencanaan yang baik dalam menyikapi kebutuhan dasar di dalam masyarakat. Gubernur VBL memberikan contoh agar para pimpinan perangkat daerah di Sumba Barat saling berkolaborasi dan menganggarkan dana sehingga masyarakat bisa mandiri dalam hasil-hasil pertaniannya seperti bawang, cabe, dan telur jika ingin keluar dari kondisi sulit.

Di sela-sela arahan, Gubernur Laiskodat menyinggung status Desa Malata sebagai desa digital pertama. VBL berharap Bupati Sumba Barat beserta seluruh masyarakat, khususnya desa malata dan sekitarnya dapat mengetahui informasi baru dari dunia luar sehingga bisa keluar dari ketertinggalan.

 “Ini menjadi momentum yang baik bagi Kabupaten Sumba barat agar kemiskinan bisa kita tekan dengan upaya-upaya yang lebih terfokus.” ungkap VBL.

Gubernur Laiskodat mengajak semua elemen di Kabupaten Sumba barat untuk lebih serius dalam gerakan besar mengurangi angka stunting jika tidak ingin menuai generasi-generasi stunting yang baru. Gubenur Laiskodat berharap agar semua bantuan-bantuan program seperti PKH bisa tepat sasaran pada keluarga keluarga yang tidak mampu sehingga  penanganan stunting masyarakat miskin lebih efektif dan efisien yang dilakukan dengan layanan one stop service.

“Saya ingin bupati dibantu jajaranya bisa memiliki data ibu hamil yang lengkap khususnya ibu hamil yang tergolong tidak mampu atau miskin. Dari data itulah kita sebagai pemerintah daerah bisa intervensi sehingga kita bisa mencegah anak yang akan lahir denga kondisi stunting. Para kepala desa dan petugas medis di desa harus menjaga hal ini dengan serius. Saya ingin seluruh kepala desa dan tokoh agama melakukan rapat bersama untuk pengendalian angka kelahiran pada keluarga miskin” pinta Gubernur Laiskodat.

Ikut hadir bersama rombongan Gubernur VBL, staf khusus Dr. Imanuel Blegur, Dr. David B. W. Pandie, MS, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Bupati dan wakil bupati Sumba Barat, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, unsur Forkompinda Kabupaten Sumba Barat, dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat beserta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan. (Bob Sehatu)

No comments