Masyarakat Diminta Antispasi Tersebarnya Virus Covid-19

96 Views

Trend perubahan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang diduga terpapar virus Corona di Provinsi NTT terus bergerak naik. Karena itu, gugus tugas penanganan virus Corona yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing dan secara terknis dipercayakan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu  Mere serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si selaku juru bicara pemerintah terus mengupdate berbagai informasi dan data yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se NTT.

“Kami akan terus mengupdate informasi yang kami terima. Infofrmasi-informasi teknis yang ada di lapangan akan dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan kita sudah mengumpulkan data dari kabupaten/kota di seluruh NTT,” tandas Jelamu Ardu Marius kepada pers di Media Center Pemerintah Provinsi NTT di Gedung Sasando Jalan El Tari Kupang, Jumat (20/03/2020).

Menurut Marius, seluruh masyarakat NTT harus mengantisipasi berbagai hal yang berkaitan dengan penyebaran virus Corona. “Kami juga berharap Indonesia khususnya  Provinsi NTT selalu terjaga dan tentu komitmen dari seluruh masyarakat NTT menjadi hal yang paling penting dalam menjaga kesehatan masyarakat itu sendiri,” kata dia, dan menambahkan, “Bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT akan menjelaskan secara teknis bagaimana kecenderungan angka dari berbagai daerah dan beliau akan menyampaikan kepada kita konsep-konsep ODP dan PDP sampai dengan kategori tertular virus agar masyarakat bisa memahaminya.”

Sementara itu, di tempat yang sama dokter Dominikus Minggu Mere menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan media pers yang gencar memberitakan tentang virus Corona di Provinsi NTT. “Terima kasih teman-teman media. Sebagaimana kami laporkan sebelumnya bahwa berdasarkan data yang diupdate dari laporan teman-teman di lapangan terutama dari fasilitas pelayanan kesehatan di setiap kabupaten/kota dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Hingga saat ini jumlah pasien ODP bertambah menjadi 41 orang dari 24 orang,” ucap dokter Domi.

Adapun rinciannya sebut dia, Kota Kupang : 18, Lembata : 2, Sikka : 12, Manggarai Barat : 7, Kabupaten Kupang : 1. “Rinciannya nanti akan kami sampaikan kepada teman-teman media sekalian tentang data itu dan data 41 ODP itu adalah data yang kita keluarkan pada Kamis (19/03/2020) malam pukul 21.00 wita,” ujarnya.

Oleh karena itu lanjut dokter Domi, seandainya siang ini (Jumat, 20/03/2020) ada perkembangan di beberapa kabupaten/kota akan kami update laporan itu dalam beberapa waktu kedepan, dan malam nanti akan diupdate seluruh laporan dari teman-teman di lapangan.

Menurut dia, sudah ada 9 daerah di Indonesia yang terpapar virus Corona. “NTT ini ada penerbangan langsung dari daerah terpapar seperti Bali. Ada penerbangan langsung ke Kupang, Sumba dan Labuan Bajo, Ende dan Sikka. Demikian juga kita ketahui bahwa di daerah-daerah terpapar ada cukup banyak warga NTT yang bekerja di sana. Tidak menutup kemungkinan suatu ketika mereka akan kembali dan perkiraan saya ODP ini akan terus meningkat pada minggu-minggu yang akan dating,” sebut mantan Direktur RSUD Prof. W.Z. Johanes Kupang.

Diungkapkan,Pemerintah Timor Leste telah melakukan lockdown. “Itu berarti dari sisi timur sudah bisa terkendali. Bisa kita prediksi bahwa sumbernya berasal dari barat. Oleh karena itu, Bapak Gubernur telah mengambil langkah-langkah antisipasi terutama masih dalam kelompok ASN baik ASN dalam lingkup provinsi dan kabupaten/kota,” kata dia.

“Tiga hari lalu kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh komponen terutama Gugus Tugas Provinsi NTT. Pada kesempatan itu kita mengundang seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota seluruh NTT dan direktur rumah sakit. Hari ini (Jumat) kita akan mengadakan rapat koordinasi dengan para Sekda seluruh NTT. Hal ini dimaksudkan agar kita punya kesamaan gerak dan langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang mematikan,” tambah dokter Domi.

Marius Jelamu menambahkan, dengan melihat angka ODP yang semakin naik dan dari analisis data yang dilakukan yang menjadi ODP kebanyakan dari warga NTT yang melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang terpapar virus. “Karena itu, kita harapkan  bagi saudara-saudara yang datang dari Denpasar, Jakarta, Kalimantan Barat, Surabaya, Jawa Barat, Solo, Jogjakarta, dan daerah – daerah lainnya untuk melakukan isolasi mandiri sementara selama 14 hari sambil melihat perkembangan dan mengkonsultasikan kesehatan mereka di rumah sakit dan Puskesmas,” tegas Marius.

“Bapak Gubernur telah mengeluarkan instruksi kepada kita semua untuk bisa memproteksi diri. Karena itu, kami harapkan Kepala desa dan ketua-ketua RT untuk memantau daerahnya masing-masing. Pantau warganya yang keluar dari NTT khususnya ke daerah-daerah yang terpapar virus,” kata Marius sembari mengapresiasi kebijakan Pemerintah Timor Leste yang telah lockdown. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

No comments