Antisipasi Covid-19 di NTT, Karo Humas: Pemeriksaan Klinis Demi Kebaikan Bersama

333 Views

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menegaskan, prosedur tetap (protap) pemeriksaan klinis bagi setiap warga masyarakat yang datang ke Provinsi NTT untuk kebaikan bersama.

“Ada sejumlah hal yang perlu kita sampaikan bahwa saat ini arus kedatangan warga dari luar NTT  ke NTT terutama melalui pelabuhan laut sangat besar.  Kita memantau ada yang datang dari Makasar dan Jawa melalui Ende, Labuan Bajo dan juga pelabuhan laut seluruh NTT. Kita harapkan kontrol yang ketat di setiap pintu masuk sehingga bisa dipastikan para penupang berada dalam kedaan sehat dan setelah pemeriksaan klinis tentu saja protap yang harus diikuti dan dipatuhi. Semua demi kebaikan kita semua sehingga kita terbebas dari Covid-19,” ujar Marius kepada pers di Kupang, Minggu (05/04/2020).

Terkait update data perkembangan Orang Dalam Pemantauan (ODP ) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP ) sebut dia, jumlah ODP saat ini menjadi 686 orang, selesai masa pemantauan 177 orang yang dirawat 5 orang terbagi sebagai berikut ; 2 orang dirawat di Rumah Sakit Prof. Dr W.Z Johanes Kupang, 1 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Ben Mboi Ruteng Manggarai, 1 orang di rawat di Rumah Sakit SiloamKota  Kupang dan 1 orang di Rumah Sakit Umum Daerah Ende.

Sedangkan PDP, kata mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT berjumlah 20 orang dan jumlah pasien dalam pengawasan meliputi 1 orang di rawat di RSUD Ende, 1 orang di rawat di RSU Lewoleba, 1 orang dirawat di RS SK Lerik Kupang, 6 orang di rawat di RSU Kalabahi, 1 orang di rawat di RSU Soe- TTS dan 1 Orang di RSUD Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat; 1 orang di rawat di RSUD Umbu Rara Meha Waigapu rujukan dari Sumba Tengah dan 1 orang lagi isolasi mandiri.

“PDP setelah pemeriksaan klinis di Sumba Tengah isolasi mandiri yang sembuh 4 orang yang meninggal 2 orang dan sampel yang kita kirimkan 38 sampel hasil laboratorium 17 sampel negatif dan 21 sampel masih berperoses; belum ada hasil,” jelas Marius.

Lalu bagaimana persebaran ODP dan PDP di  seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur  ? Kota Kupang jumlah saat ini 118 orang turun dari sebelumnya 164 orang; sembuh atau selesai pemantauan 45 orang dalam pemantauan dan yang rawat inap 2 orang; yang karantina mandiri 116 orang. Kabupaten  Kupang jumlah saat 46 orang; karantina mandiri 45 orang; 1 orang dirawat di RS Siloam. Kabupaten TTS jumlah saat 53 orang turun; dari sebelumnya 59 orang dan yang sembuh 5 orang dan 53 orang tersebut karantina mandiri. Kabupaten TTU jumlah 31 orang tetap dan ke 31 orang dikarantina mandiri.

Kabupaten Belu jumlah saat 49 orang; turun dari sebelumnya 51 orang; yang sembuh 2 dan 49 orang dikarantina mandiri. Kabupaten Malaka jumlah saat 2 orang; yang sembuh 1 yang sebelumnya 3 orang. Kabupaten Rote Ndao jumlah saat 23 orang; yang turun dari sebelumnya 40 yang sembuh 17 orang. Kabupaten  Sabu Raijua jumlah saat 3 orang; turun dari sebelumnya 5 orang dan ada 2 orang sembuh. Kabupaten Alor jumlah saat ini 14 orang; sebelumnya 23 orang; yang sembuh atau selesai pemantauan 3; dan 14 orang karantina mandiri. Kabupaten Ende jumlah saat ini 11 turun dari 17 orang; yang sembuh atau selesai pematauan 5; orang dan 1 orang masih dirawat di RSUD Ende. Kabupaten Sikka jumlah saat 69 turun dari sebelumnya 90; sembuh atau selesai pemantauan 20 orang.

Kabupaten  Flores Timur jumlah saat ini 9 turun dari 11 orang dan 2 orang sembuh. Kabupaten Lembata jumlah saat ini 43 orang; turun dari 48 dan 4 orang yang sembuh. Kabupaten Ngada jumlah saat 14 sudah beberapa hari masih tetap 14 orang. Kabupaten Nagekeo jumlah saat 18 turun dari 26 orang sembuh atau selesai pemantauan 7 orang. Kabupaten Manggarai 7 orang; turun dari sebelumnya 13 orang dan yang sembuh 6 orang dan 7 orang karantina mandiri. Kabupaten Manggarai Barat jumlah saat ini 55; turun dari sebelumnya 70 dan yang sembuh atau selelsai pemantauan 11 orang dan 55 karantina mandiri. Kabupaten  Manggarai Timur jumlah saat ini 30 sebelumnya juga 30 orang dan 1 orang masih dirawat di RSUD Ben Mboi Ruteng; karantina mandiri 29 orang.

Kabupaten Sumba Timur 41 orang yang turun dari 68 orang dan sembuh atau selesai pemantauan  27 orang dan 41 orang karantina mandiri. Kabupaten Sumba Barat 6 turun dari 7orang 1 yang sembuh atau selesai pemantauan. Kabupaten Sumba Barat Daya jumlah saat ini 43 turun dari sebelumnya 55 orang  yang sembuh atau selelsai pemantauan 12 dan 43 orang karantina mandiri. Kabupaten Sumba Tengah 1 turun dari 10 orang yang sembuh atau selesai pemantauan 7 dan 1 karantina mandiri dan 1 orang lagi pasien dalam pengawasan dirujuk ke Sumba Timur.

“Melihat fluktuasi angka-angka ODP dan PDP, Bapak Gubernur mengharapkan agar kita semua tetap menjaga kesehatan dan selalu mengikuti protap-protap yang telah ditetapkan baik oleh WHO maupun oleh otoritas pemerintah. Semua ini demi kebaikan seluruh masyarakat NTT dimana pun kita berada,” ucap Marius,d atar. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

No comments