Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Minggu malam (12/04/2020).

Hari ini, Gubernur VBL Sampaikan Desain Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

250 Views

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sedang menyiapkan desain pemberdayaan ekonomi dan sosial untuk masyarakat NTT sebagai dampak penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT.

“Esok siang (hari ini, Kamis 16 April 2020), rencananya Bapak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) akan mengumumkan kepada kita semua bagaimana desain pemberdayaan ekonomi dan sosial untuk masyarakat NTT. Nanti kita menunggu pengumuman dari Bapak Gubernur,” tandas juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Rabu malam (15/04/2020).

Gubernur VBL juga sebut Marius, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada perorangan dan asosiasi yang telah mendukung pemerintah di tengah pandemik Covid-19.  “Kami juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada organisasi asosiasi yang mendukung pemerintah dalam menyiapkan berbagai macam logistik antara lain : sarung tangan, botol semprot, wipol bayclin, baby oil dan segala macamnya termasuk APD (Alat Pelindung Diri),” tandas Marius.

Dia menambahkan, “Kita memberikan apresiasi kepada Ibu Misel, PT Bank Sinarmas tbk Kupang, PT. Telkom Cabang Kupang, PT. BCA Cabang Kupang, PT Semen Kupang, PT Garda Prima Jaya Jakarta, Alumni Kedokteran Trisakti angkatan 2002, PT Golden Truli Global Indo Jakarta, PT Anugerah Bakti Dewata, PT Taspen, PT Flobamor, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran angkatan 2011, Borneo Bakery, PT Cempaka Cabang Kupang, PT Sefha Putra Megatreding, Jasa Raharja, PT Afortunado Farma, PT Martia Jaya, BLK Provinsi NTT milik Dinas KopNakertrans NTT, PT Kimia Farma, IKA Ubaya, PT Rian Formalok, GKI Sinode Wilayah Jawa Timur, Asita NTT.”

Mudah-mudahan kata dia, budi baik bapak ibu sekalian diberkati oleh Tuhan. “Kami mendorong siapapun yang memiliki kelebihan untuk berbagi kepada yang berkekurangan apakah sembako (Sembilan bahan pokok), apakah logistik kesehatan, apakah masker, apakah detergen, apakah desinfekta. “Kita harapkan saling mendukung di dalam masalah-masalah sulit seperti yang kita hadapi saat ini. Kita menyadari ekonomi dunia sedang stagnan bahkan perkiraan bank dunia akhirnya pertumbuhan ekonomi dunia di bawah 0 negatif dan tentu akan berpengaruh kepada ekonomi nasional, ekonomi provinsi kita sampai ke desa-desa,” kata mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Ditanya soal sampel Swab yang masih dikirim ke Jakarta dan Surabaya, Marius mengatakan, pihak Pemprov NTT masing menunggu alat regen yang dipesan Kementerian Kesehatan RI dari Korea Selatan. “Kita masih menunggu regen dari Korea Selatan. Regen itu merupakan cairan penentu untuk pemeriksaan di laboratorium dan itu kita harus import melalui Kementerian Kesehatan RI. Mudah-mudahan beberapa minggu kedepan regen itu sudah tiba di Kupang sehingga kita sudah bisa mengoperasikan lab yang sudah kita siapkan di RSUD Prof. Dr. WZ Johanes,” jelasnya.

Data yang direkap dari kabupaten/kota se NTT hingga Rabu malam 15 April 2020 jumlah ODP dan PDP 1376 orang. ODP 1343 orang. Selesai pemantauan 538 orang. Dirawat 12 orang. Karantina mandiri 792 orang. Kondisi saat ini 804. PDP 12 orang. Dipantau 5 orang; sembuh 11 orang dan meninggal 3 orang. Sampel yang dikirim 55; negative 35, positif 1 dan 19 yang belum ada hasil. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

No comments