Marius Minta OTG, ODP dan PDP di NTT Harus Jaga Diri

275 Views

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si meminta kepada Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta 1 pasien positif virus corona di Provinsi NTT untuk menjaga diri.

“Kami harapkan OTG, ODP dan PDP di Provinsi NTT untuk benar-benar menjaga dirinya ketika dia diisolasi secara mandiri,” tandas Marius kepada pers di Kupang, Rabu malam (22/04/2020).

Dia menjelaskan, orang tanpa gejala ini setelah ditelusuri  di masing masing kabupaten/kota se-NTT adalah orang-orang yang pernah melalukan kontak langsung dengan temannya yang tertular virus corona. “Sehingga kita harapkan perhatian dari para petugas medis kita di seluruh NTT untuk mengontrol dengan sangat ketat; dengan  proses-proses medis yang ada khususnya kepada orang yang tanpa gejala ini,” kata Marius.

Karena pengalaman selama ini, sebut mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, yang terkena virus corona adalah saudara saudara yang saat ini yang dirawat di berbagai rumah sakit; sebelumnya mempunyai riwayat pernah kontak dengan teman-temannya yang terkena virus corona.

“Kami memantau ada juga OTG di beberapa  kabupaten yang membandel ketika mau diperiksa oleh tim medis. Kami  harapkan kejadian seperti ini tidak boleh ada lagi,” pinta dia seraya menambahkan, “OTG yang membandel sesungguhnya mereka sedang menyembunyikan ancaman terhadap kehidupan orang lain.”

Karena itu, Marius berharap kepada seluruh masyarakat  NTT untuk bisa berpartisipasi secara aktif mengontrol  dan mengawasi  bersama dengan gugus tugas baik di provinsi   maupun kabupaten/kota se NTT.

Tanpa bosan-bosan Marius menyampaikan bahwa Gubernur NTT dan Wagub NTT mengimbau agar masyarakat di NTT patuh dan taat kepada protokol kesehatan. “Sekali lagi Bapak Gubernur dan Bapak Wagub mengimbau kita untuk patuh terhadap protokol-protokol kesehatan. Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan diri kita selain dari mengikuti protokol-protokol kesehatan. Semua ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di  NTT,” ucap Marius sembari menambahkan, “Ketika saya memakai masker pada saat yang sama saya menyelamatkan anda. Ketika anda memakai masker pada saat yang sama anda sedang menyelamatkan saya. Jadi kita saling menyelamatkan satu terhadap yang lain.”

Meski angka-angka OTG, ODP dan PDP di Provinsi NTT cenderung fluktuatif tetapi masyarakat harus tetap waspada. “Bapak Gubernur dan Bapak Wagub juga mengajak kita walaupun angka-angka OTG, ODP dan PDP fluktuatif atau turun naik tapi kita tetap siaga waspada dan tidak panik. Karena kita tahu psikologi masyarakat saat ini sedang terganggu dengan penyebaran virus corona yang sedang eskalatif di seluruh dunia termasuk di Indonesia dan di NTT. Tidak ada cara lain kecuali dengan saling bergandengan tangan satu sama lain;  5,4  juta penduduk NTT; baik sipil maupun TNI/Polri dan seluruh masyarakat NTT dengan kita bergandengan tangan, Insyah Allah kita selamat dari penularan virus corona di NTT,” ujar Marius.

Hingga Rabu malam data dari Dinas Kesehatan 22 Kabupaten/Kota se NTT menyebutkan OTG 80 orang; OTG saat ini 57 orang, OTG selesai di pantau 23 orang. Jumlah ODP, PDP dan konfirmasi 1579 orang. ODP 1535, selesai pemantauan 861, yang di rawat: RSUD TC Hillers 5, RSU Karitas 1, RSUD Ben Mboi 1,  RSUD Kefamenanu 1. Karantina Mandiri 625, Karantina Terpusat 40, kondisi saat ini 673, Meninggal 1. Sedangkan jumlah. PDP sebanyak 43 orang,  dirawat di Rumah Sakit 6 : RSU Boromeus 1, RSUD Soe 1, RSUD Kalabahi 1, RSUD Ende 1, RSUD Umbu Rara Meha Waingapu 1, RSUD Waikabubak 1. Dirawat di rumah : Kabupaten. Alor 7, Kabupaten  TTS 1, Kota Kupang 1. Sembuh 23 orang. Sampel yang dikirim 75, hasil laboratorium (negatif) 43 sampel, hasil laboratorium (positif) 1 sampel, belum ada hasil 31 sampel. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

No comments