Pasien 01 Sembuh, Marius : Ada Harapan Baru Bagi Masyarakat di NTT

171 Views

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengungkapkan kegembiraan dan rasa optmis atas proses kesembuhan pasien 01 yang terpapar virus corona beberapa waktu lalu.

“Esok pasien 01 yang selama ini dirawat di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang akan dipulangkan ke rumahnya. Beliau sesuai hasil pemeriksaan Swab yang kedua telah dinyatakan negative,” ucap Marius kepada pers di Kupang, Jumat malam (24/04/2020).

Meski demikian sebut Marius, masyarakat di Provinsi NTT tetap siaga. “Sembuhnya pasien 01 tentu membawa harapan baru kepada kita semua di seluruh NTT; bahwa tertular virus sekalipun bisa sembuh. Apabila kita secara ketat mengikuti protokol-protokol kesehatan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat di seluruh NTT khususnya di Kota Kupang dan Kabupaten Alor tempat asal pasien 01; untuk memberikan dukungan moril kepada beliau,” tandasnya seraya menambahkan, “14 hari kedepan tetap akan dipantau di rumhnya. Karantina mandiri dan kita mau melihat bagaimana perkembangan selama 14 hari kedepan.”

Menurut dia, virus corona ini bisa diatasi apabila 5,4 juta penduduk NTT yang terdiri dari semua infrastruktur pemerintahan, TNI/Polri, infrastruktur pemerintahan sipil mulai dari tingkat provinsi sampai dengan RT/RW di bawah koordinasi kepala desa. “Kita semua bisa menjaga NTT menjadi provinsi yang tetap sehat dan tetap nyaman; kalau seluruh masyarakat mematuhi protokol pemerintah dan  protokol-protokol kesehatan. Insya Allah kita akan bisa terhindar dari penyebaran virus corona,” kata dia.

Dijelaskan, eskalasi penyebaran virus corona diberbagai negara yang sangat mencekam dan sangat menakutkan termasuk di Indonesia. “Itu adalah pembelajaran bagi kita semua khususnya warga NTT untuk bisa menjaga kesehatan kita,” ujarnya.

Sekali lagi, mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT ini mengharapkan agar warga masyarakat NTT tetap mematuhi protocol-protokol kesehatan. “Walaupun pasien 01 dinyatakan negatif dari pemeriksaan Swab yang kedua, Bapak Gubernur  dan Bapak Wagub tetap mengimbau kita semua; seluruh rakyat NTT untuk tetap mematuhi protokol-protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia, WHO dan juga oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupate/kota di seluruh NTT. Kita semua diimbau untuk tetap waspada dan tidak panic; supaya kita tetap menjalankan kehidupan secara normal,” kata Marius.

  • Penerbangan Lokal NTT Tetap Beroperasi

Di tempat yang sama Kadis Perhubungan Provinsi NTT, yang juga Sekretaris Bidang Pengendalian Pintu Masuk Keluar gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Isyak Nuka, ST, MM menjelaskan tentang Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri tahun 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Kami perlu menyampaikan kepada masyarakat NTT hal-hal sebagai berikut :

Pertama, larangan sarana penggunaan transportasi yang dimaksudkan dalam PM 25 2020 berlaku untuk transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara. Untuk diketahui transportasi laut sudah kita lakukan sejak tanggal 13 April 2020 sesuai dengan surat Dishub Nomor 250 tanggal 11 April 2020. Sedangkan untuk transportasi darat yang kita larang adalah angkutan penyeberangan ferry. Itu masih kita larang sesuai dengan surat yang sama berlaku sejak 13 April 2020. Sedangkan angkutan umum lainnya dalam wilayah Provinsi NTT tetap beroperasi sebagaimana biasanya. Jadi bus-bus AKDP (Antar Kabupaten Dalam Provinsi) masih boleh beroperasi. Kendati masih beroperasi namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Hukumnya wajib. Kemudian untuk angkutan udara; transportasi udara yang dilarang sesuai dengan PM 25 2020 adalah penerbangan pesawat dari daerah terpapar. Itu kita larang; yang dimaksud dari daerah terpapar itu yang datang dari luar NTT. Itu seluruh penerbangan yang memuat penumpang; itu kita larang. Yang tidak dilarang adalah cargo; pemuatan alat-alat kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19. Sedangkan untuk penumpang seluruhnya kita larang. Tetapi dalam Provinsi NTT; di dalam wilayah kita, penerbangan tidak kita larang. Boleh tetap beroperasi seperti biasa.

Nah, apa pertimbangannya ? Kita daerah kepulauan. Kalau penerbangan lokal NTT, kita tutup lalu bagaimana kalau ada kejadian-kejadian luar biasa. Kemudian ini berkaitan dengan pengiriman alat-alat pelindung diri (APD), alat-alat kesehatan, sampel yang berkaitan dengan Covid-19 dari daerah-daerah. Ini menjadi pertimbangan kita. Kalau orang-orang tiba-tiba sakit dan membutuhkan rujukan segera; ini menjadi pertimbangan. Jadi kesulitan-kesulitan ini membuat kita harus mengambil suatu kebijakan. Tentunya kebijakan ini tidak bertentangan dengan PM 25 2020 seperti itu.

Jadi esok tetap beroperasi seperti biasa untuk penerbangan di dalam wilayah NTT. Tentunya juga dengan pengawasan yang ketat sesuai protokol kesehatan yang berlaku; social distancing tetap harus kita perhatikan; penumpang yang naik dan yang turun tetap diperiksa di bandara; baik bandara keberangkatan maupun bandara tujuan. Itu tetap dilakukan pemeriksaan oleh petugas KKP maupun petugas dinas kesehatan setempat. Jadi sekali lagi disampaikan bahwa penerbangan lokal di dalam wilayah NTT tetap beroperasi.

  • Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

No comments