Lawan Covid-19: Jaga Keseimbangan Jasmani dan Rohani

141 Views

Penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT yang semakin eskalatif  dan dengan bertambahnya 9 pasien terkonfirmasi positif; 7 pasien di Kota Kupang dan 2 pasien di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam hal ini gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT meminta agar masyarakat senantiasa mengatur keseimbangan jasmani dan rohani.

“Kita perlu mengatur keseimbangan tubuh kita rohani dan jasmani termasuk kesehatan psikologis kita sehingga kita bisa melawan virus corona,” tandas juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Jumat (01/05/2020) malam.

Marius  yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT itu lebih lanjut mengatakan, virus corona ini merupakan musuh bersama musuh dari 267 juta penduduk Indonesia; musuh dari seluruh umat manusia.

“Karena virus corona ini tidak kelihatan tetapi dia menyerang kita tanpa memandang bulu; tidak ada rasa belas kasih dari virus ini. Virus ini menyerang siapa saja apakah orang kaya, orang miskin, pejabat tinggi, atau rakyat biasa. Dia menyerang tanpa ragu dan tanpa belas kasih,” tandas Marius seraya menambahkan, “Tentu tugas kita semua adalah bagaimana kita bekerja sama antara pemerintah dan juga masyarakat untuk melawan musuh kita bersama ini.”

Marius berpesan agar masyarakat di Provinsi NTT tidak panik. “Bapak Gubernur dan Bapak Wagub berpesan kepada kita untuk tidak panik tetap wapada. Tapi jangan  panik berlebihan walaupun di Labuan Bajo sudah ada 2 orang yang positif tertular virus corona dan 7 di Kota Kupang; kita percayakan kepada tim medis kita,” pintanya.

Tidak berlebihan organisasi kesehatan dunia WHO, sebut Marius, yang mengetahui bagaimana kesehatan dunia telah membuat protokol-protokol kesehatan yang berlaku secara mondial di berbagai negara. “Jadi memakai masker ini bukan hanya di Kupang atau di NTT. Tapi di berbagai negara diwajibkan oleh WHO untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Juga mencuci tangan memakai sabun detergen di air mengalir bukan hanya untuk kita orang Indonesia atau orang NTT tapi ini untuk seluruh masyarakat dunia,” tegasnya.

Hingga Jumat malam data yang terkumpul dari 22 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se NTT menyebutkan bahwa :

  1. Jumlah OTG = 380 Orang.
  2. OTG saat ini = 330 Orang
  3. OTG selesai dipantau = 50 Orang
  4. Jumlah ODP, PDP & KONFIRMASI = 1711 Orang
  5. Orang Dalam Pemantauan (ODP) = 1642 Orang
  6. Selesai Masa Pemantauan = 1214 Orang
  7. Dirawat 10 Orang = RSU Karitas  = 4 Orang, RSUD. Ben Mboi = 1 Orang, RS. Siloam L. Bajo = 1 Orang, RSUD. Umbu R.Meha = 2 Orang, RS TC. HILLERS = 2 Orang.
  8. Karantina Mandiri = 374 Orang
  9. Karantina Terpusat = 43 Orang
  10. Kondisi Saat ini = 427 Orang
  11. Meninggal = 1 Orang
  12. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) = 59 Orang. Dirawat 6 Orang = RSUD. SoE = 1 Orang, RSUD. Kalabahi = 1 Orang, RSUD SK Lerik = 1 Orang, RSUD Umbu R. Meha   = 1 Orang, RSUD. Komodo = 2 Orang, RSUD Lewoleba = 2 Orang.
  13. Dipantau di Rumah 7 Orang = Alor 4 Orang, Kota Kupang 1 Orang, Sumba Barat 1 Orang, Lembata 1 Orang.
  14. Sembuh = 37 Orang
  15. Meninggal = 8 Orang
  16. Saat ini = 14 Orang
  17. Konfirmasi = 10 Orang
  18. Saat ini =  9 Orang
  19. Sampel yang dikirim =  128 Sampel, Hasil Lab (Negatif) 73 Sampel, Hasil Lab (Positif) 10 Sampel, Belum ada hasil 45 Belum Ada.

Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

No comments