Marius: Apapun Caranya Juni Covid-19 Harus Putus…!

496 Views

Berbagai upaya dan strategi yang dilakukan pihak pemerintah dan berbagai elemen masyarakat lainnya untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Indonesia termasuk di Provinsi NTT dalam beberapa bulan kedepan akan berakhir.

“Tadi dalam arahannya, Bapak Presiden Jokowi telah menginstruksikan supaya dengan cara apapun pada bulan Juni ini harus sudah diputus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandas juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Rabu (06/05/2020) malam.

Marius  yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT itu lebih lanjut menjelaskan, jika tidak putus penyebaran virus corona paling tidak kurva angka-angkanya harus turun. “Harus diturunkan dari kurva yang naik itu harus diturunkan dengan cara apa pun. Iini perintah Bapak Presiden tentu juga berlaku  untuk kita di NTT,” ucap Marius.

Tujuannya sebut dia, adalah untuk bisa mengontrol secara ketat arus mudik dan sudah ada perintah untuk tidak melakukan mudik dari kota ke desa dan juga tentu di dalam wilayah masing-masing.

“Semua ini hanya untuk bisa memastikan mata rantai penyebaran virus corona ini bisa terputus. Logikanya sangat sederhana; virus ini menyebar dari orang ke orang. Begitu si A bertemu si B menular ke B; B bertemu si C menular ke CDEF dan seterusnya. Kita bisa lihat bagaimana pergerakan orang berbarengan dengan virus begitu cepat penularannya. Ketika ada lalu lintas manusia; ada lalu lintas individu yang saling bertemu atau saling melakukan kontak,” ungkap Marius.

Dia menambahkan, karena itu organisasi kesehatan dunia, WHO mengatakan, putuskanlah mata rantai penyebaran virus ini dengan pertama, menghindari kerumunan atau tidak menciptakan kerumunan.

“Dalam Bahasa Inggris kita sering dengar social distancing. Kemudian setelah social distancing itu dideklare secara internasional; WHO menilai bahwa tidak cukup dengan menghindari kerumunan atau tidak menciptakan kerumunan tetapi juga lebih mikro yaitu physical distancing atau jaga jarak antara orang. Logikanya juga sangat sederhana karena ketika saya batuk atau bersin droplet yang keluar dari mulut saya atau hidung saya akan jatuh atau melekat di tangan teman kita atau masuk di hidungnya atau masuk di mulutnya maka jadi tertular,” ujar Marius.

  • Gubernur dan Wagub akan Tinjau Laboratorium PCR     

Pada bagian lain, mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT itu mengatakan, sesuai jadwal hari Kamis (07/06/2020) Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef A. Nae Soi akan meninjau laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang. “Esok laboratotium PCR kita akan memulai beroperasi. Jadi semua spasemen swab yang ada di Kupang dan juga ada di berbagai daerah akan diperiksa di laboratorium kita. Bapak Gub dan Bapak Wagub esok akan meninjau laboratorium swab yang ada di RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang,” jelas Marius sembari menambahkan, “Sesuai rencana pada Jumat (08/05/2020) kita akan menjemput spesimen swab di berbagai kabupaten/ kota di seluruh NTT.”

Hingga Rabu malam data yang terkumpul dari 22 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se NTT menyebutkan bahwa :

  1. Jumlah OTG = 486 Orang
  2. OTG saat ini = 422 Orang
  3. OTG selesai dipantau = 64 Orang
  4. Jumlah ODP, PDP & KONFIRMASI = 1755 Orang
  5. Orang Dalam Pemantauan (ODP) = 1678 Orang
  6. Selesai Masa Pemantauan = 1335 Orang
  7. Dirawat = 10 Orang

–              RSU Karitas                                                         = 3 Orang

–              RSUD. Ben Mboi                                               = 1 Orang

–              RS. Siloam L. Bajo                                             = 1 Orang

–              RSUD. Umbu R.Meha                     = 3 Orang

–              RS TC.HILLERS                                    = 2 Orang

  1. Karantina Mandiri = 296 Orang
  2. Karantina Terpusat = 34 Orang
  3. Kondisi Saat ini = 340 Orang
  4. Meninggal = 3 Orang
  5. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) = 65 Orang
  6. Dirawat di RS = 10 Orang
  7. Dipantau di Rumah = 4 Orang-
  1. Konfirmasi = 11 Orang
  2. Saat ini =  11 Orang
  3. Sampel yang dikirim =  176 Sampel

–              Hasil Lab.(Negatif)                                           = 72 Sampel

–              Hasil Lab.(Positif)                                             = 12 Sampel

–              Belum ada hasil                                 = 92 sampel.

Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

No comments