Kadis Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes mengumumkan penambahan 1 pasien positif virus corona di NTT, Rabu (06/05/2020) sore. Didampingi juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Putus Rantai Covid-19, Marius: Tidak Ada Cara Lain Yakni Putus Arus Hubungan antar Sesama Manusia

304 Views

Upaya untuk memahami dan mengerti apa dan bagaimana Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Indonesia termasuk di Provinsi NTT dalam menyebarkan virus tersebut maka tidak ada cara lain yakni mendengar juga apa pendapat para ahli.

“Pertama-tama kami mau merilis pendapat dari peneliti Epidemiologi Insitute Teknologi Bandung (ITB) bahwa kurva kenaikan dari pasien yang tertular virus corona di Indonesia akan semakin tinggi hingga akhir Mei 2020. Pendapat ini juga dibenarkan oleh Prof. Amin, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (EKMAN) di Jakarta dalam wawancara jarak jauh melalui TV Metro pada malam ini,” tandas juru bicara gugus tugas percepatana penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Kamis (07/05/2020) malam.

Marius yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT itu lebih lanjut menjelaskan, kecenderungan dari pertumbuhan angka positif tertular virus corona secara nasional menembus angka kurang lebih 12.776 ribu; itu angka yang sangat tinggi. “Tentu angka ini akan naik terus trendnya. Kenaikan kurva itu bukannya melandai tetapi akan terus naik,” ungkap doktor penyuluh pertanian jebolan IPB Bogor.

Karena itu Marius berharap, agar informasi dari berbagai media terutama yang disampaikan oleh para ahli akan menjadi referensi yang berguna bagi seluruh masyarakat di NTT. “Tidak ada cara lain untuk memutus mata rantai seperti yang kami sampaikan setiap malam dan juga pendapat para ahli bahwa virus ini disebar dari Wuhan Cina melalui orang. Orang terbang ke Italia; terbang ke Amerika; terbang ke Australia; dan terbang ke Indonesia. Melalui orang jadi bukan melalui udara. Karena itu, menurut Prof. Amin tidak ada cara lain untuk menghentikan penyebaran virus ini kecuali dengan memutus arus hubungan antara manusia,” ucap Marius datar.

Setiap malam lamjut Marius, pihaknya terus menyampaikan instruksi dari organisasi kesehatan dunia, WHO yakni semua masyarakat dunia untuk mematuhi protokol kesehatan. “Protokol kesehatan yang dimaksud adalah menghindari hubungan antara manusia; hubungan kontak fisik. Tidak bergabung dalam suatu perkumpulan banyak orang; menghindari kerumunan sekaligus tidak menciptakan kerumunan. Lalu membatasi lalu lintas orang. Mengapa ? Karena memang virus ini lompat dari satu orang ke orang yang lain. Tidak ada jalan lain kalau untuk menghentikannya yaitu benar-benar kita tinggal dalam rumah; tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain, apalagi dalam kerumunan-kerumunan besar supaya bisa melindungi diri kita; melindungi 5,4 juta warga masyarakat NTT,” tandas Marius.

Marius mengajak masyarakat Indonesia termasuk masyarakat yang ada di Provinsi NTT untuk belajar dari empat negara yakni Jerman, New Zealand, Korea Selatan, dan  Australia yang mampu menekan kurva penyebaran virus corona. “Empat negara ini yang berhasil memutus mata rantai penyebaran virus corona. Karena warga masyarakatnya patuh dan taat terhadap protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan WHO dan otoritas pemerintah,” papar dia.

  • Siang Ini Diumumkan

Pada bagian lain, Marius menuturkan bahwa siang ini Jumat (08/05/2020) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatana penanganan Covid-19 di NTT, Dr. Drg. Domi M. Mere, M.Kes akan mengumumkan 46 sampel yang diperiksa di laboratorium biologi molekuler RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang.

“Ada 46 sampel. Nah, bagaimana hasilnya ? Eesok siang akan diumumkan secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Memang prosesnya agak lama karena harus konfirmasi atau mengirim data ke kabupaten lalu kemudian ke Jakarta. Semua harus terdata secara nasional demikian juga di kabupaten dan provinsi baru kita umumkan. Demikian proses pendataannya,” ucap Marius, berargumen.

“Sekali lagi kami menyampaikan arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub supaya kita mematuhi semua protokol kesehatan yang ditetapkan WHO dan otoritas pemerintah. Kami harapkan supaya kita selalu mengikuti perkembangan penyebaran virus ini di berbagai negara dan juga pemberitaan-pemberitaan secara nasional supaya dijadikan pembelajaran bagi kita di seluruh NTT. Sembari berharap dan mendoakan semoga saudara-saudara kita yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit baik yang ODP, PDP atau juga yang terkonfirmasi positif tertular virus corona; semoga cepat sembuh. Sehingga kembali menjalankan kehidupan yang normal sebagaimana biasanya,” tambah Marius.

  • Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

No comments