Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas Covid-19, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Sabtu (09/05/2020) sore. Saat itu Dokter Domi didampingi jubir Covid-19 yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

PCR Real Time, Namum Perlu Modifikasi dan Adaptasi untuk Covid-19

456 Views

Akhirnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam hal ini gugus tugas percepatanan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 mengumumkan hasil tes sampel swab di laboratorium RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas Covid-19, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes menyampaikan tiga (3) hal penting untuk diketahui masyarakat di NTT.

“Sore hari ini, saya akan menyampaikan 3 hal yang perlu diketahui oleh rekan-rekan media,” ucap dokter Domi kepada pers di Kupang, Sabtu (09/05/2020) sore.

Ikuti penuturan dokter Domi yang saat itu didampingi jubir Covid-19 yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si berikut ini :

Pertama, berkaitan dengan hasil pemeriksaan laboratorium atas swab yang sudah dikirim ke laboratorium RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang yang pertama perlu kami sampaikan sebagaimana kita ketahui bahwa mesin PCR (Polymerease Chain Reaction) real-time yang ada di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang itu adalah mesin yang pada awalnya digunakan untuk pemeriksaan HIV/AIDS. Selanjutnya mesin yang sama, kita lakukan beberapa penambahan komponen dan modifikasi untuk kita gunakan dalam pemeriksaan Covid-19. Oleh karena itu, perlu ada adaptasi; perlu dilakukan adaptasi di sana-sini dan perlu dilakukan penambahan komponen perawatan. Oleh karena itu, pada tahap awalnya kita tentu tidak akan merunningkan sesuai dengan kekuatan maksimal dalam hal ini 96 sampel sekaligus atau 48 sampel sekaligus; yang kita lakukan pemeriksaan sampel swab itu. Nah, pada tahap awal, kita lakukan pemeriksaan untuk 24 sampel swab. Dan untuk rekan-rekan media ketahui, kita prioritaskan pertama pemeriksaan sampel swab untuk para saudara kita dari klaster Sukabumi.

Di moment ini, saya akan melaporkan tentang perkembangan dari hasil pemeriksaan sampel swab yang ada. Sebagaimana kita ketahui bahwa dari 8 yang positif Covid-19 hasil pemeriksaan sampel swab itu 4 nya negatif; yang 4 nya masih positif. Dan saat ini semuanya masih dalam penanganan atau perawatan dan semua kondisinya stabil. Hasil koordinasi kami dengan direktur RSB (Rumah Sakit Bhayangkara) Kupang dan jajarannya semuanya dalam kondisi baik dan stabil, dan diberikan pengobatan sesuai dengan standar atau penatalaksanaan pengobatan untuk Covid-19. Untuk 4 saudara kita yang negatif itu; kita akan mengambil lagi swab berikutnya. Manakala sudah dua kali pengambilan swab dan hasilnya negatif, sudah dapat dipulangkan; itu berita baik yang kita sampaikan.

Kemudian diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan untuk klaster yang itu (Sukabumi) juga dilakukan pemeriksaan ulang. Untuk pemeriksaan swabnya ada 1 yang menunjukkan tanda positif. Oleh karena itu, khusus untuk klaster Sukabumi dari total yang ada 8 bertambah satu menjadi 9. Kemudian apabila nanti di 4 yang sampel swabnya negatif pada saat kita melakukan pemeriksaan swab ulang; nanti bila menunjukkan dua kali negatif maka tentu sudah harus ada penurunan dari angka yang ada tadi yang saya laporkan. Tadi 9 akan berkurang tentunya nanti apabila hasilnya sudah kita ketahui.

Hal yang paling penting kita lakukan adalah selalu kombinasikan dalam penanganan dan fokus kita adalah pada deteksi dini dan upaya-upaya pencegahan. Kita tidak inginkan akan terjadi transmisi lokal baik di Kota Kupang maupun seluruh NTT. Oleh karena itu, upaya terkoordinasi yang sudah dilakukan; perlu lagi diperkuat. Kita melihat kerumunan massa sudah mulai banyak khususnya di Kota Kupang. Demikian juga disiplin dalam penggunaan masker; sudah longgar sekali. Kalau teman-teman media lihat di jalan-jalan masih banyak saudara kita; teman-teman kita yang tidak menggunakan masker di area-area publik. Hal ini berbahaya sekali. Karena bisa terjadi transmisi lokal dan apabila itu terjadi maka energi yang dibutuhkan tidak sedikit. Sebagaimana teman-teman media ketahui di berbagai tempat; di seluruh Indonesia, di daerah-daerah terpapar dengan jumlah kasusnya yang banyak; mereka sedang bergejolak menghadapi transmisi lokal yang ada; energi kita tidak cukup kuat kalau (transmisi local) ini terjadi di NTT dan ini membutuhkan banyak sekali resourses (sumber daya) yang harus kita siapkan.

Kedua, saya laporkan kepada teman-teman media sekalian hari (Sabtu, 9 Mei 2020) ini sudah dilakukan penerbangan perdana pesawat udara yang dicarter khusus oleh Pemprov NTT. Hal ini sesuai dengan kebijakan dan arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub; hari ini ada 3 lokus penerbangan yaitu Kupang-Waingapu untuk mengcover seluruh dataran Sumba dari Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya; dalam rangka mendistribusi rapid tes dan viral transport media (VTM) yang nanti akan digunakan oleh teman-teman di kabupaten untuk mengirimkan sampel swab ke provinsi. Karena media-media itu; saat ini cukup langka di wilayah atau di kabupaten-kabupaten. Kedua dari Waingapu penerbangannya menuju Labuan Bajo di bandara Komodo untuk menurunkan rapid test dan viral transport media untuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Pada saat menurunkan viral transport media dan rapid test pesawat itu juga mengangkut sampel swab yang sudah disiapkan di 3 kabupaten itu. Kemudian yang berikut dari Labuan Bajo ke bandara Frans Seda di Maumere untuk mengakomodir pendrompingan VTM dan rapid test untuk 8 kabupaten lainnya di daerah Flores bagian Tengah dan Timur yaitu Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flotim, dan Lembata. Total rapid test yang dikirim ke 13 kabupaten sebanyak 520 dan total VTM yang dikirim sebanyak 720. Hal ini penting agar teman-teman di kabupaten bisa segera menggunakannya untuk mengirim swab ke provinsi sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Sedangkan untuk daerah Timor; seluruh kabupaten di daratan Timor menggunakan sarana prasarana transportasi darat. Untuk Rote Ndao dan beberapa kabupaten lainnya menggunakan sarana transportasi laut. Tapi manakala nanti jumlahnya banyak kita juga akan menggerakan kendaraan atau pesawat yang ada untuk mengcolec-nya misalnya dari Alor dan dari Kabupaten Sabu Raijua ke Kupang.

Ketiga, berdasarkan arahan Bapak Gub dan Bapak Wagub pagi (Sabtu, 9 Mei 2020) tadi setelah mendengar laporan dari Bapak Bupati Nagekeo tentang peristiwa kebakaran di sarana farmasi RS Aeramo di Mbai Nagekeo maka sesuai dengan permintaan dari Bapak Bupati Nagekeo agar Pemprov NTT bisa mengakomudir permintaan obat-obat yang sifatnya darurat. Obat-obat emergency dan termasuk juga APD (Alat Pelindung Diri). Oleh karena semuanya juga ikut terbakar maka kita sedang menyiapkan bersama teman-teman di gudang farmasi Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk mengatur segala sesuatunya; untuk mensupport agar tidak terjadi colebs dalam pelayanan di Nagekeo. Maka esok pagi (Minggu 10 Mei 2020) rencannya kita akan mendroping permintaan itu melalui Bandara Haji Hasan Aroeboesman di Ende. Tentu ada banyak hal yang harus dipikirkan karena sarana farmasi itu merupakan tulang punggung dalam pelayanan kesehatan RS di Aeramo.

  • Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

No comments