Terungkap Sampel Swab 3 Positif Terpapar Virus Corona

497 Views

Tabir di balik hasil sampel swab di laboratorium RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang mulai terungkap. Dari 48 sampel swab ternyata terdapat tiga (3) sampel swab pasien terpapar virus corona. Ikuti penuturan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid 19 di Provinsi NTT, Dr. Drg. Domi M. Mere, M. Kes kepada pers di Kupang, Senin (11/05/2020) malam.

Malam ini saya akan melaporkan beberapa hal berkaitan dengan laporan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Dari sampel swab yang dikirim beberapa daerah, saya laporkan dikesempatan pertama malam ini; dari 48 sampel swab yang diperiksa di laboratorium di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang diketahui ada 3 sampel swab yang menunjukkan Covid-19 plus terdiri dari :

  1. Pasien yang saat ini sedang dirawat di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang;
  2. Hasil swab yang dirujuk dari pasien RSUD Aeramo di Nagekeo; dan
  3. 1 pasien positif berasal dari rujukan RSUD Soe.

Juga kami laporkan pada kesempatan ini masih ada 2 sampel swab yang positif dari klaster Sukabumi sehingga total yang kami laporkan malam ini ada 5 orang yang masih positif termasuk 3 yang baru positif dan 2 masih yang lama. Sehingga data untuk malam ini kami laporkan bertambah untuk NTT menjadi 3 orang positif.

Saat ini juga sedang berlangsung pemeriksaan dari 48 sampel berikutnya dan akan kami laporkan esok hari hasil pemeriksaan sampel yang ada. Dari kapasitas pemeriksaan  laboratorium yang ada sebagaimana kami laporkan pada kesempatan yang lalu; kita dari hari ke hari melakukan optimalisasi pemeriksaan dan esok itu juga akan dilakukan pemeriksaan untuk 96 sampel swab. Kita harapkan sampel swab yang ada di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang bisa kita selesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sehingga teman-teman di kabupaten bisa melakukan upaya-upaya tresing; upaya-upaya untuk melakukan pencegahan termasuk strategi-strategi deteksi dini dan lain-lain.

Pada kesempatan ini perlu saya laporkan khusus 1 pasien covid plus di Kota Kupang telah terjadi transmisi lokal. Oleh karena itu, sebagaimana dalam imbauan kami kemarin harus dilakukan secara terkoordinasi upaya-upaya deteksi dini; upaya-upaya pencegahan, demikian juga pengetatan pemberlakuan untuk social distancing dan physical distancing. Cuci tangan dan perilaku-perilaku hidup bersih dan sehat tidak tawar lagi. Karena sudah terjadi sesuatu yang kita kuatirkan sudah terjadi di depan mata kita. Oleh karena itu, kita mengimbau dikesempatan ini untuk para saudara yang saat ini belum melakukan dengan sungguh-sungguh berbagai protokol kesehatan yang sudah disampaikan agar sesegera mungkin untuk menjaga kita sekalian; tidak hanya saya maupun saudara tetapi terlebih pada anak, pada orang tua, dan kepada siapa saja upaya-upaya pencegahan harus segera kita lakukan.

Oleh karena itu, bapak ibu sekalian secara terkoordinasi eesok pagi kami akan menyampaikan kepada teman-teman dari Dinas Kesehatan Kota Kupang dan kabupaten untuk segera melakukan tresing dan upaya-upaya yang terkoordinasi untuk sesegera mungkin kita lakukan pembatasan-pembatasan dalam upaya untuk mencegah tertularnya atau transmisi lokal. Yang saya maksudkan pembatasan di sini bukan kita terjemahkan sebagai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tetapi upaya-upaya kita yang lebih serius untuk mengikuti protokol-protokol kesehatan yang sudah diberikan kepada masyarakat.

Teman-teman petugas laboratorium kesehatan saat ini sedang berupaya untuk melakukan pemeriksaan secara cepat agar seluruh informasi yang ditunggu oleh teman-teman di kabupaten maupun kota tidak boleh terlalu lama sebagaimana yang sudah kita dengar beberapa waktu yang lalu. Saya kira upaya-upaya percepatan harus kita lakukan dengan segera.

  • Butuh Kesiagaan Kita Semua

Di tempat yang sama juru bicara Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menegaskan, karena Provinsi NTT sudah berada di zona merah maka diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaannya. “Kita sudah mendengar bersama masyarakat NTT dimanapun berada; NTT sudah menjadi zona merah dan sudah ada penularan lokal antara orang. Jadi kita harapkan kesiagaan kewaspadaan kita semua,” tegas Marius.

Dia menilai, Kota Kupang dan berbagai kota lain yang ada di Provinsi NTT masih sangat ramai. “Kita melihat kota kita ini masih sangat ramai; Kota Kupang kita harapkan kota-kota lain di seluruh NTT sudah bisa mengontrol lalu lintas manusia; arus orang di dalam wilayahnya masing-masing. Kita sudah masuk dalam tahap yang mengkuatirkan, karena tidak lagi hanya importir case atau kasus impor tetapi juga sudah penularan antara orang lokal dan ini tentu perlu kewaspadaan kita semua,” ujar dia dan menambahkan, “Karena itu, melalu media ini kami harapkan masyarakat bisa mewaspadai penularan antara orang secara lokal dan ini tentu membutuhkan kesiagaan kita semua.”

  • Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

No comments