Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Mere, M. Kes kepada pers di ruangan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Kamis (14/05/2020) siang. Dokter Domi saat itu didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas percepatanan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Bertambah 8 Pasien, Kasus Positif Covid-19 di NTT Jadi 47 Orang

225 Views

Kasus positif Corona Virus Disease atau Covid-19 di Provinsi NTT mencapai 47 pasien hingga Jumat (15/5/2020). Jumlah orang yang terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) itu bertambah 8 pasien dibandingkan data pada Kamis kemarin, yang masih 39 orang.

“Berdasarkan hasil Lab RSUD WZ Yohanes Kupang, dari 46 sampel yang diperiksa, ada 8 pasien positif. Rinciannya, 4 dari Kabupaten Sikka klaster KM Lambelu. 3 dari Kota Kupang melalui transmisi lokal. 1 Kabupaten Sumba Timur. Pasien Kupang dan Sumba Timur dirawat di RSUD WZ Kupang dan RSUD Umbu Rara Meha di Waingapu. Sedangkan dari Sikka dirawat di RSUD Dr. TC. Hillers  Maumere, ” ujar Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes kepada kepada pers di ruangan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Jumat (15/05/2020) siang.

Lebih lanjut Dokter Domi yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT meminta masyarakat, baik masyarakat Kota Kupang secara khusus maupun daerah-daerah lainnya di NTT untuk mewaspadai kasus transmisi lokal virus corona baru atau Covid-19 yang mulai meningkat.

“Oleh karena eskalasi atau jumlah transmisi lokal sudah sangat serius maka pada kesempatan ini saya sampaikan wajib hukumnya siapa saja warga masyarakat yang ada di Kota Kupang dan daerah lainnya di NTT untuk selalu pakai masker apabila sedang keluar rumah atau di tempat umum serta tetap mentaati protokol kesehatan,” tegas Dokter Domi.

Transmisi lokal berarti penyebaran virus penyebab Covid-19 itu tidak lagi dari masyarakat luar ke kota/kabupaten tersebut, tetapi sudah dari masyarakat ke masyarakat lokal.

“Karena itu, dengan bertambahnya 8 kasus yang sudah terkonfirmasi positif, maka secara umum NTT sudah ada 47 kasus Covid-19, diantaranya 2 pasien dinyatakan sembuh dan 1 pasien meninggal, serta 44 masih dalam perawatan dan isolasi di rumah sakit,” tandas mantan Direktur RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.

Adapun rincian dari total 47 kasus Covid-19 dari beberapa kabupaten/kota di NTT (Jumat, 15 Mei 2020) sebagai berikut :

  1. Kota Kupang 14 kasus (2 dinyatakan sembuh, 1 meninggal dunia)
  2. Kabupaten Manggarai Barat 12 kasus
  3. Kabupaten Sikka 12 kasus
  4. Kabupaten TTS 2 kasus
  5. Kabupaten Rote Ndao 2 kasus
  6. Kabupaten Sumba Timur 2 kasus
  7. Kabupaten Flores Timur 1 kasus
  8. Kabupaten Nagekeo 1 kasus
  9. Kabupaten Ende 1 kasus
  • 18 Mei, ASN Lingkup Pemprov NTT kembali Bekerja di Kantor

Di tempat yang sama, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas percepatanan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan terhitung sejak Senin (18/05/2020) mendatang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTT kembali bekerja di kantor masing-masing dan tidak lagi bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor : BKD.840/30/Bid.IV-Kesra/2020 tentang Pengaktivan Kembali Aktivitas Pemerintahan, Pembangaunan, Pelayanan Kemasyarakatan Pada Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur, dimana dalam point1 1 berbunyi “Mengaktifkan kembali semua aktivitas Pemerintahan, Pembangaunan, Pelayanan Kemasyarakatan sebagaimana mestinya mulai hari senin tanggal 18 Mei 2020 sampai Jika diperlukan, akan dilakukan evaluasi”.

“Pemerintah tidak hanya memfokuskan pada penanganan Covid-19, tetapi juga pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat NTT dan seluruh skenario pemerintahan dan tata kelola pembangunan di seluruh NTT harus tetap dilaksanakan,” jelas Marius, berargumen.

“Walaupun tanggal 18 Mei segala aktivitas pemerintahan dijalankan namun demikian protokol-protokol kesehatan tetap diprioritaskan dan diberi keleluasaan kepada Walikota Kupang serta Bupati se-NTT serta pimpinan perangkat daerah masing-masing untuk menerapkannya secara fleksibel dan akan terus selalu dievaluasi sebagaimana Surat Edaran ini dijalankan,” pungkas doktor penyuluh pertanian jebolan IPB Bogor.  (Alexander Leonardo Raditia/Pelaksana Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

No comments