Juru bicara percepatan penanganan Corono Virus Desease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Minggu (03/05/2020) malam.

Marius : Perlu Strategi Putus Rantai Covid-19 di NTT

420 Views

Jika melihat pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT dari hari ke hari semakin meningkat. Dari grafik yang ada semenjak ada laboratorium bio molekuler dan sudah bisa memeriksa spesimen swab di laboratorium di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang maka secara cepat juga didapat konfirmasi positif dan negative sejak 5 Mei 2020 hingga hari ini 16 Mei 2020.

“Bulan Mei terutama mulai tanggal 10 Mei sampai dengan sekarang, secara berturut-turut kita cepat mendapatkan pertumbuhan pertambahan dari pasien tertular virus corona,” tandas juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Sabtu (16/05/2020) malam.

Artinya sebut Marius, eskalasi penyebaran virus corona di NTT juga tidak berbeda jauh dengan pertumbuhan secara nasional. Kalau kita lihat grafik kurva statistik secara nasional juga selalu meningkat dari hari ke hari juga diikuti oleh Provinsi NTT dan juga provinsi lain di Indonesia. Hah tentu gejala-gejala ini perlu kita cermati untuk menyusun strategi bagaimana kita memutus mata rantai penyebaran virus corona di NTT,” ucap Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Marius meminta agar pasien yang terkategori OTG, ODP, PDP atau pun yang terkonfirmasi positif virus corona untuk tidak dikucilkan. “Kami mengimbau seluruh masyarakat NTT untuk tidak mengucilkan saudara-saudara kita; baik yang terkategori OTG, ODP, PDP atau pun yang terkonfirmasi positif. Mereka adalah bapa mama kita; adik kakak kita yang juga tidak menghendaki di dalam dirinya ada virus. Karena itu, kami mengharapkan supaya kita memberikan dukungan moril kepada mereka semua. Memberikan doa kepada mereka supaya mereka segera sembuh dan menjalankan kehidupan secara normal kembali sebagaimana biasanya,” kata Marius.

Imbauan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT sebut Marius, agar seluruh masyarakat NTT mengikuti dengan penuh disiplin protokol-protokol kesehatan yakni selalu menggunakan masker ketika masuk dan berada di ruang publik. ‘Selalu cuci tangan dengan sabun di air yang mengali selama 20 detik. Memang ini suatu budaya yang baru dan budaya yang sangat baik. Juga menghindari kerumunan sekaligus tidak menciptakan kerumunan. Menjaga jarak dan juga menjaga kekebalan tubuh serta memelihara kegembiraan dan kebahagiaan. Kita harus selalu gembira. Karena hati yang gembira adalah obat yang manjur,” ujar Marius.

Dia menambahkan, “ketika kita melihat kecenderungan-kecenderungan akibat virus corona baik dampak sosial maupun dampak ekonomi; mau tidak mau kita mengubah pola hidup kita. Kalau sebelumnya kita terbiasa dengan budaya komunal; budaya yang selalu bersama; arisan bersama; kumpul keluarga bersama; pesta nikah bersama, dan segala macam budaya komunal yang hidup di Indonesia termasuk di NTT tetapi budaya komunal itu dengan adanya virus corona sudah mulai diberi tafsiran baru; sudah mulai diubah dengan kita lebih banyak sendiri. Lebih banyak berdiam di dalam rumah tetapi juga tidak berarti memutuskan kontak-kontak sosial; tidak memutuskan solidaritas kemanuisaan tetapi secara fisik kita berusaha untuk tidak melakukan kontak fisik dengan yang lainnya agar kita bisa memutus mata rantai penyebran virus corona. Itu budaya baru yang kiranya menjadi suatu mode kehidupan kita saat ini.”

Hingga Sabtu malam data yang terkumpul dari 22 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se NTT menyebutkan bahwa : jumlah OTG 779 orang; OTG saat ini sebanyak 623 orang; dan OTG selesai dipantau sebanyak 156 orang. Jumlah ODP, PDP dan Konfirmasi sebanyak 1846 orang; ODP 1719 orang; selesai pemantauan 1474 orang. Konfirmasi sebanyak 59 orang; saat ini berjumlah 52 orang. Sampel yang dikirim sebanyak 448; 275 hasil lab negatif; 69 hasil lab positif; dan 104 belum ada hasil.  (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

No comments