Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Sabtu (16/05/2020) siang.

Sikka “Pecahkan Rekor” Pasien Terbanyak Covid-19 di NTT

361 Views

Semakin tinggi tingkat kewaspadaan masyarakat di Provinsi NTT untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Setelah terjadi penyebaran secara horizontal lokalik atau transmisi lokal di Kota Kupang; kali ini Kabupaten Sikka – Maumere Flores “pecahkan rekor” jumlah pasien terpapar virus corona terbanyak  di Provinsi NTT.

Nah, untuk mengetahui seperti apa penambahan jumlah pasien Covid-19 plus di Provinsi NTT, ikuti penuturan Kepala Dinas  Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes kepada pers di Kupang, Sabtu (16/05/2020) siang.

“Pada hari ini Bapak Kadinkes NTT akan mengupdate kembali informasi kepada kita hasil tes swab di laboratorium biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang,” ucap jubir Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si, sesaat setelah mempersilakan Dokter Domi untuk menyampaikan hasil swab dimaksud.

Saya sampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan swab ada 46 sampel biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang diketahui ada penambahan kasus 12 Covid-19  terkonfirmasi. Terdiri dari 9 di Kabupaten Sikka; klaster KM. Lambelu, 2 dari Sumba Timur kasus Covid-19  klaster STT Sangkakala, dan 1 dari Kota Kupang Klaster Sukabumi.

Dengan penambahan kasus positif Covid-19 yang baru ini maka Provinsi NTT hingga saat berjumlah 59 dari sebelumnya 47.

Rincian perkabupaten saat ini terbanyak dari Kabupaten Sikka ada 21, Kota Kupang bertambah 1 menjadi 15, Manggarai Barat 12, Sumba Timur bertambah 2 menjadi 4, Rote Ndao 2, TTS 2, Ende 1, Nagekeo 1 dan Flores Timur 1.

Dengan semakin bertambah kasus baru, kita tentunya harus meningkatkan upaya yang komprehensif. Di beberapa tempat sudah dilakukan upaya yang terkoordinasi dan tentu upaya tersebut harus dilakukan dan tidak boleh kendor. Kegaiatan yang tetap sesuai dengan protokol kesehatan dan pembatasan jarak agar tidak terjadi transmisi lokal. Juga kita perlu memperhatikan kelompok rentan karena memilki penyakit regeneratif tertentu jika terpapar maka tingkat keparahan lebih tinggi dari orang biasa; memperhatikan juga orang usia lanjut kemudian bayi, dan kelompok lain agar dijamin interaksi dengan luar, antar orang perlu dibatasi.

Untuk percepatan pemeriksaan sampel swab yang dikirim dari kabupaten, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang terus melakukan pemeriksaan secara lebih cepat agar bisa mengakomudir sampel yang dikirim dari seluruh NTT. Kami sudah berkoordinasi dengan kepala intalasi patologi klinik RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang dan esok (Minggu 17/05/2020) setelah ibadah akan tetap melakukan pemeriksaan; agar teman – teman di kabupaten lebih cepat mendapatkan hasil atas kiriman swab ke provinsi.

Berita baiknya saat ini teman – teman dari klaster Sukabumi ada 4 orang berdasarkan pemeriksaan hasil swab 2 kali berturut – turut dinyatakan negatif dan dinyatakan sembuh; sehingga boleh pulang. Total kasus yang sembuh ada 6 orang, yaitu 5 dari rumah sakit Bhayangkara (RSB) Kupang dan 1 dari RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang. “Kita berharap agar diikuti oleh rumah sakit lainnya yang sedang merawat pasien virus corona. Dan kita doakan agar sarana  prasarana tranportasi lokal NTT agar mobolisasi hasil swab ke kabupaten lebih mudah,” tandas dokter Domi, mengakhiri breaking news, Sabtu siang. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

No comments