Wagub NTT Josep Nae Soi

Jalani Pandemi Covid-19 di NTT, Wagub Ajak Masyarakat Masuk Kehidupan Normal Baru

447 Views

Wakil Ketua Umum 1 gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease atau Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM mengajak dan meminta kepada masyarakat di seluruh NTT untuk menjalani pandemic Covid-19 dengan masuk menjalani kehidupan normal baru.

“Setelah bergelut kurang lebih dua setengah bulan dengan pandemic Covid-19 di NTT, saya ajak masyarakat semua untuk masuk dan jalani kehidupan normal baru,” ucap Wagub Nae Soi di Kupang, Selasa (19/05/2020). Saat itu Wagub Nae Soi didampingi juru bicara Covid-19 di NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Menurut Wagub, saat ini masyarakat NTT tidak bisa lagi berdiam diri di tengah situasi Covid-19. “Saya meminjam istilah dari Bapak Presiden; mari kita berdamai dengan Covid-19. Berdamai bukan kita menyerah tetapi kita berdamai untuk melawan virus corona. Berdamai dengan virus corona adalah bagaimana aktivitas kita kembali secara normal dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sembari mengikuti protokol-protokol kesehatan yang telah digariskan WHO dan otoritas pemerintah,” tandas Wagub.

Kehidupan normal yang baru, sambung Wagub Nae Soi, dimulai dengan menjaga kebersihan tangan; selalu mencuci tangan dengan sabun. “Jangan menyentuh wajah kita, mulut, hidung, mata kita dengan tangan yang tidak bersih. Jagalah etika batuk dan bersin; sehingga kita tidak menularkan virus ini ke orang lain,” ujar Wagub dan menambahkan, “Selalu pakai masker ketika berada di area publik.”

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Drs. Aba Maulaka dalam keterangan pers di Aula Dinas Kominfo NTT di Jalan Palapa Kupang Rabu, (20/05/2020) mengundang teman-teman media untuk mau mengajak keterlibatan dari berbagai pihak dalam rangka penanganan dan pencegahan Covid-19 di Provinsi NTT. Ada taglain yang sudah didengungkan sejak awal “Bersama Kita Bisa Melawan Covid.”

“Itu taglain yang sejak awal didengungkan Bapak Presiden tapi jauh sebelum itu negara ini dibangun, didirikan dengan budaya dan semangat gotong royong; pada saat menghadapi masa-masa sulit negara ini atau masyarakat ini selalu tampil dengan budaya gotong royong untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa dan negara,” ujar Aba Maulaka.

Pada bagian lain, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada teman-teman media yang selama ini telah menyampaikan pesan-pesan edukatif dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT. “Kami menyampaikan terima kasih juga kepada pimpinan umat beragama yang selama ini sudah mengambil langkah-langkah mitigasi; langkah-langkah pencegahan dengan adanya berdoa, ibadah, sholat di rumah saja. Kami menyampaikan terima kasih. Terima kasih yang sama juga kepada semua komponen yang dari hati dan dirinya telah memberikan perhatian dan bantuan apapun bentuknya dalam rangka penanganan pencegahan Covid-19 di Provinsi NTT,” ucap mantan Wakil Bupati Alor ini.

Di tempat yang sama Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Drs. Doris Rihi, M.Si menegaskan bahwa Covid-19 ini telah menjadi bencana nasional pandemi yang secara menyeluruh. “Ini membuat segenap kita pemerintah untuk bergerak; bertindak bagaimana mencegah; bagaimana menangani masalah Covid-19 itu dan tindakan-tindakan nyata yang sudah dilakukan sebagaimana yang kita ketahui bersama,” tandas Doris Rihi.

Dia menambahkan, “Puji syukur dengan hadirnya partisipasi masyarakat dan dengan diberikan peluangnya dari pemerintah secara administrasi melalui surat dan imbauan kepada seluruh masyarakat agar menyampaikan bantuan dan kepeduliannya melalui sumbangan nyata itu dapat secara langsung melalui Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Apabila ada yang menyampaikan dalam bentuk keuangan dapat mentranfernya melalui bendahara gugus tugas Covid-19 Provinsi NTT.”

Hingga kini kata dia, sumber bantuan ada 44 yang telah masuk di Dinas Kesehatan Provinsi NTT. “Terdiri dari individu, ikatan alumni, Perguruan Tinggi, lembaga pendidikan lainnya, LSM, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga kedinasan baik swasta maupun negeri,” katanya. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

No comments