Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Kamis (28/05/2020) terkait kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Dr. Syahril Yasin Limpo dan rombongan di Kupang terhitung Kamis hingga Jumat (29/05/2020).

Menteri Pertanian RI Hadir Untuk Backup Pertanian di Provinsi NTT

358 Views

Menteri Pertanian RI, Dr. Syahril Yasin Limpo dan rombongan direncanakan akan tiba di Kupang dalam rangka kunjungan kerja di Provinsi NTT.

“Kehadiran Bapak Menteri di Provinsi NTT adalah untuk membackup atau mensuport pembangunan pertanian. Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan selamat datang untuk Pak Menteri Pertanian dan rombongan,” tandas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Kamis (28/05/2020).

Di tengah pandemic Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, sebut Marius, kehadiran Menteri Pertanian RI sesungguhnya memberi inspirasi dan semangat kepada seluruh masyarakat di Provinsi NTT. “Kehadiran Pak Menteri dan sejumlah pejabat tentu memberikan motivasi yang sangat berharga untuk para petani dan peternak kita di seluruh NTT,” jelas Marius.

Serangkaian kegiatan Menteri Pertanian, sebut mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT antara lain : pada Jumat (29/05/2020) di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT sekaligus akan mengunjungi Toko Tani Indonesia Center (TTIC); mengunjungi lokasi traktor sekaligus menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsinta) secara simbolis dari Menteri Pertanian ke Gubernur NTT; menuju Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang; pelepasan container jagung (2 kontainer 42 ton) ke Surabaya; penyerahan secara simbolis oleh Menteri Pertanian ke kelompok tani bantuan berupa benih jagung hibrida dan jagung komposit serta bawang merah; penanaman jagung lamuru serta pertemuan dengan kelompok tani.

“Usai makan siang Pak Menteri Pertanian dan rombongan akan kembali ke Jakarta,” ucap Marius.

Pertanian dari subsistem ke pertanian moderan, kata Marius, sangat membantu masyarakat NTT untuk meningkatkan stok pangan yang ada di masyarakat termasuk untuk keperluan secara keseluruhan di Provinsi NTT. “Kehadiran Bapak Menteri memberi signal yang positif untuk para petani, peternak, dan para nelayan kita untuk mulai beraktivitas secara normal kembali,” ujar Marius sembari menambahkan, “Meski tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Provinsi NTT akan dibuka secara resmi per 15 Juni 2020 yang akan datang.” (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

No comments