100 Hari lagi Mentan RI kembali ke Kupang, Marius: Kehadiran Mentan Simbol Pengembangan Ekonomi Rakyat

214 Views

Di tengah situasi wabah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, upaya Pemerintah Pusat untuk mendukung kerja keras Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wagub Josef A. Nae Soi sangat nyata. Meski tanpa jadwal ke Kupang, Menteri Pertanian RI, Dr. Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan rombongan akhirnya tiba juga di Desa Manusak Kabupaten Kupang Provinsi NTT. Semua ini bisa terjadi karena ada komunikasi yang intens antara Gubernur VBL dan Menteri SYL.

“Gubernur VBL memberikan apresiasi kepada Bapak Menteri Pertanian RI karena di tengah pandemic virus corona, Bapak Menteri masih sempat ke daerah-daerah. Sebenarnya beliau tidak ada rencana ke NTT. Sebetulnya beliau dari NTB akan langsung ke Ambon tapi karena ada komunikasi yang intens dari Gubernur VBL sehingga Menteri SYL dapat menyinggahi Kupang,” tandas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Jumat (29/05/2020) sore.

Menurut Marius, Pemerintah Provinsi NTT tentu bersyukur dan bergembira atas kehadiran Menteri SYL di Kupang. “Tentu kita bersyukur dan kehadiran Menteri Pertanian tentu saja satu simbol bahwa walaupun kita berada dalam situasi menangani virus corona di Indonesia termasuk di Provinsi NTT tapi kita tidak melupakan pengembangan sektor sosial dan ekonomi yang pada gilirannya akan mensejahterakan rakyat kita,” kata mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Kehadiran Menteri SYL, selain sebagai simbol pengembangan sektor sosial dan ekonomi masyarakat, sebut Marius, Menteri SYL juga mengapresiasi kerja keras Gubernur VBL. “Menteri Pertanian memberi apresiasi kepada Gubernur VBL atas kerja keras di bidang pertanian dan kedepan Kementerian Pertanian akan mendukung sepenuhnya pengembangan pertanian di NTT dan untuk 100 hari kedepan, kita berencana untuk menanam jagung di hamparan-hamparan lahan jagung di seluruh NTT,” sebut Marius.

Hingga kini kata Marius, sudah ada 16 kabupaten di Provinsi NTT yang memiliki desain untuk pengembangan jagung. “Kami harapkan ke 16 kabupaten yang sudah memiliki desain untuk pengembangan penanaman jagung supaya mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT. Karena Menteri Pertanian akan mendukung sepenuhnya upaya dari Pemerintah Provinsi mengembangkan jagung di lahan kurang lebih 10 ribu hektar. Dan kita harapkan para Bupati di 16 Kabupaten secepatnya melakukan koordinasi supaya rencana penanaman jagung di atas 10 ribu hektar ini berlangsung dengan baik. Dan Menteri SYL sudah berjanji di hari ke 100 atau 3 bulan kedepan beliau akan kembali ke NTT, khususnya ke Kabupaten Kupang untuk melihat kemajuan penanaman jagung yang tadi juga dilakukan secara simbolis oleh Bapak Menteri Pertanian, Gubernur VBL dan sejumlah pejabat lainnya,” tegasnya.

Menteri SYL juga sebut dia, telah berjanji akan membantu alsinta (alat mesin pertanian) seperti traktor. “Seperti yang kami wartakan kepada publik, Menteri SYL juga akan membantu kita dengan traktor-traktor dan juga beliau berjanji akan membantu eksavator. Tentu ini sangat baik kalau Pemerintah Provinsi memiliki eksavator maka akan sangat membantu. Demikian juga beliau berjanji akan membantu sumur bor dan tentu saja kita harapkan Dinas Pertanian Provinsi NTT dan kabupaten se NTT untuk saling berkoordinasi sehingga bantuan-bantuan dari Pemerintah Pusat ini bisa terwujud dan bisa diimplementasikan pada perencanaan kita dalam pengembangan jagung di Provinsi NTT,” ujar Marius. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

No comments