Gubernur VBL tatap muka dengan Masyarakat di Cunca Wulang

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bertatap muka dengan para Camat, Kepala Desa, tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan di Desa Cunca Wulang Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) di hari kedua kunjungan kerjanya.

“Untuk membangun NTT, kita bekerja harus dimulai dengan riset. Kita harus siapkan perencanaan dengan baik. Kata para ahli, kalau perencanaannya baik dan benar maka laba 50% sudah ada di tangan,” tandas Gubernur VBL di depan masyarakat Cuncan Wulang, Selasa (23/06/2020).

Dalam perencanaan yang baik dan benar, sebut Gubernur VBL, dalam implementasinya harus konsisten. “Kalau kita kerja dengan perencanaa yang baik dan konsisten dalam pelaksanaannya maka saya yakin akan terjadi loncàtan-loncatan besar dan signifikan untuk pembangunan di NTT,” kata Gubernur.

Karena itu, Gubernur VBL berpesan kepada Bupati Mabar untuk meninggalkan karya yang akan selalu dikenang oleh masyarakat.

“Bupati Mabar, Pak Gusti Dula sangat luar biasa karena bisa meninggalkan karya dan karsa yang luar biasa. Karena itu, para calon bupati yang akan datang harus lebih bagus. Kalau tidak bagus atau tidak maju dari sekarang ya…lebih baik mundur,” ucap Gubernur disambut tepuk tangan dan gelak tawa hadirin.

Di tempat yang sama Bupati Mabar, Drs. Agustinus Ch Dula menyampaikan ucapan terima kasih atas atas kunker Gubernur VBL bersama rombongan. “Kehadiran Bapak Gubernur sejak kemarin apalagi berkeliling ke pulau-pulau menandakan obyek wisata mulai dibuka secara bertahap dengan berpedoman pada protokol kesehatan,” tandas Bupati Dula.

Terima kasih juga disampaikan kepada Gubernur VBL, sambung Bupati Dula, karena pada tahun ini jalan provinsi yang ada di Kabupaten Mabar selesai dikerjakan.

“Tahun ini, kami di Mabar jalan provinsi sudah tuntas. Terima kasih Bapak Gubernur yang sudah menepati janji disaat kampanye dulu,” tegas Bupati Dula.

Nampak hadir pimpinan organisasi perangkat daerah tingkat Provinsi NTT, Ketua DPRD Mabar, Edi Endi, Wabup Mabar, Dr. drh. Maria Geong dan sejumlah pejabat serta undangan lainnya. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Menteri Pertanian: Saya di Belakangmu Pak Gubernur

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo menyatakan siap untuk memberikan dukungan penuh bagi pengembangan pertanian di NTT. Mentan yakin dengan komitmen kuat dari Gubernur NTT dan dukungan semua komponen terkait, pertanian dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat NTT.

“Saya ada di belakangmu sebagai saudara dan kaka Pak Gubernur.Kita akan rubah NTT.  Tidak ada yang gersang. Saya siap bantu pak Gubernur demi kesejahteraan masyarakat NTT,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo saat memberikan sambutan dalam  kunjungan kerja dan bertatap muka dengan perwakilan kelompok tani di desa Manusak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Jumat (29/5).

Sebelum melakukan tatap muka dengan para dengan perwakilan kelompok tani, Mentan didampingi Gubernur NTT, para eselon satu kementerian pertanian, Kapolda NTT serta Danrem 161 Wirasakti Kupang melakukan serangkaian kegiatan lapangan. Di antaranya melakukan pelepasan 2 truk kontainer jagung sebanyak 42 ton ke Surabaya, melakukan uji coba traktor, penanam jagung secara simbolis dan  kegiatan inseminasi sapi. Dalam kesempatan tersebut, Mentan juga memberikan bantuan benih bawang merah dan jagung secara simbolis kepada perwakilan petani.

Manta Gubernur Sulawesi Selatan dua periode  itu mengaku, sangat tertarik dengan keinginan kuat dan ide-ide inovatif   Gubernur Viktor yang ingin supaya NTT tidak miskin. Sesungguhntya, lanjut Syahrul, jawaban untuk mengatasi kemiskinan tersebut, ada di depan mata kita.

“Saya suka tantangan seperti ini. Mengatakan untuk tidak miskin itu, jawabannya sudah ada di NTT. Jawabannya adalah pertanian. Tuhan memberi kita tanah, air, api, angin untuk bisa hidup lebih baik dan tidak miskin. Yang miskin itu kalau kita tidak kerja,” ujar mantan Bupati Gowa dua periode tersebut.

Pria yang memulai karier dari Kepala Desa itu mengungkapkan pertanian, peternakan dan perikanan merupakan kunci utama menuju kesejahteraan. Ini harus jadi kerja semua orang. Kementerian Pertanian siap mendukung dengan agenda akademik lewat lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) untuk research, agenda aksi, penyediaan bibit dan alat pertanian serta kebijakan lainnya untuk dukung pengembangan pertanian NTT.

“Pompa airnya ditambah lagi untuk NTT yah pak Dirjen Tanaman Pangan supaya air tetap mengalir di sini. Tambah 20 (unit) lagi untuk NTT. Eksavator juga tambah lagi. Juga alat power streasher untuk pengeringan hasil panen juga harus disiapkan pa dirjen. Bila perlu alat pengering kombain yang besar sehingga habis panen, petani di sini bisa langsung tanam lagi. Saya juga minta pa Dirjen untuk datangkan cold storage besar sehingga sayur-sayur petani tetap segar, tidak cepat layu,”ujar Syharul Yasin Limpo.

Mantan camat teladan seluruh Indonesia itu, berharap dukungan Kementan ini dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian di NTT. Pemerintah daerah dapat menggandeng pihak perbankan untuk mengembangkan pertanian masyarakat. Diharapkan dari satu hektar lahan di NTT dapat  memproduksi  5 ton jagung.

“Lima ton per hektar itu berarti kali harga jagung 1 kg sekitar 3.000 sama dengan 15 juta. Ongkos kerja sambil merokok, makan-minum dan sedikit pesta-pesta serta ongkos traktor  bisa habiskan 4 sampai 5 juta rupiah. Masih ada sisa 10 atau 9 juta rupiah. Kalau secara manual, petani mungkin hanya bisa kerja lahan  1 sampai 2 hektar, namun dengan traktor, kita bisa kerja 4 sampai 8 hektar sehari. Kalau kita punya lahan 4 hektar saja berarti kita bisa dapat 60 juta dalam 3 bulan.  Taruhlah  kita bisa terima bersih sekitar 10 juta per bulan dari hasil jagung. Jadi tidak mungkinlah ada orang miskin lagi kalau seperti ini. Saya harap seratus hari lagi, saya bisa  ke sini lagi untuk panen jagung di lahan yang besar ini,” urai politisi Nasdem tersebut.

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas kunjungan  Menteri Pertanian. Walaupum   masih dalam situasi pandemi covid -19, namun berani untuk melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah di Indonesia termasuk di NTT.

“Saya berterima kasih kepada pak Menteri bukan hanya karena bantuan tetapi karena keberanian dan komitmen untuk memajukan pertanian di seluruh Indonesia saat situasi seperti ini. Kami tentu sangat bersyukur atas bantuan pemerintah pusat yang besar ini, tapi kalau lebih besar dan lebih sedikit lagi, akan lebih baik lagi untuk NTT. Tambah lagi kalau janji eksavator dari pa Dirjen bisa terealisasi tentu sangat baik karena tanah NTT ini punya struktur batu bertanah, bukan tanah berbatu.Dengan alat ini, kami bisa ambil batunya dan lahan-lahan kering kami bisa kelola semuanya,” jelas Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur Viktor menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT  untuk menanam lahan-lahan yang kosong dengan dukungan sistem pengairan yang cukup. Seidaknya bisa melakukan panen dua tahun sekali.

“Panen dua tahun ini merupakan satu transformasi budaya tanam khusus untuk Timor dan Sumba. Kalau di Flores sudah biasa tanam dua kali setahun. Kunjungan pak Menteri ini memberikan energi positif dan semangat baru bagi kami dalam memajukan pertanian sebagai rantai pasok utama untuk mendukung  Pariwisata  yang menjadi prime mover ekonomi NTT,”pungkas Gubernur VBL.

Sebelumnya bertempat di halaman Kantor Dinas Pertanian (Distan)NTT, Menteri Pertanian memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsinta) berupa traktor roda empat 43 unit dan eksavator 1 unit, semen baku  sebanyak 11.845 dosis dan SN2 cair sebanyak 15.795 liter, penyerahan bantuan dari Kementan untuk penanganan virus African Swine Fever (ASF) atau Flu babi Afrika yang menyerang ternak babi di NTT serta bantuan sembako bagi masyarakat. Mentan didampingi Gubernur NTT juga sempat  mengunjungi Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di kompleks dinas pertanian NTT. (Aven Reme)

Nota Kesepahaman Untuk Hindari Tindak Pidana Korupsi Dana Covid-19

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan Nota Kesepahaman sangat penting untuk mengantisipasi masalah hukum  yang dapat timbul dalam upaya penanggulangan dan penanganan (dana) bencana penanganan Covid-19.

“Tentunya hal ini sangat penting.  Sejak awal, kita sudah menyiapkan kelembagaan yang baik untuk kita dapat mengawasi penanganan bantuan akibat Covid-19. Sehingga tidak ada (menimbulkan) masalah serius yang berkaitan dengan tindak pidana  korupsi anggaran Covid yang bisa menjerat kepala daerah serta semua yang terlibat di dalamnya,” kata Gubernur VBL saat memberikan sambutan pada acara  Penandatangan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTT tentang Pendampingan dan Pengawasan Akuntabilitas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 di Ruang Rapat Gubernur, Senin (11/5).

Para Bupati mengikuti kegiatan ini secara virtual dari daerahnya masing-masing.

Pada rapat ini juga turut ditandatangani Nota Kesepahaman antara Pemprov NTT dengan Kejati NTT terkait Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara. Turut mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut adalah Wakil Gubernur NTT, Ketua DPRD NTT, Unsur Forkompinda NTT, Walikota Kupang, Bupati Kupang dan beberapa pimpinan perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu mengapresiasi Kejati dan BPKP NTT yang menginsiasi agar Nota Kesepahaman dapat terlaksana. Sehingga  semuanya dapat bergerak secara cepat dan tepat  dalam menanggulangi berbagai  dampak pandemi ini bagi masyarakat.

“Saya berharap nota kesepahaman ini dapat ditindaklanjuti secara konkret di tingkat kabupaten/kota sehingga tidak ada kesalapahaman. Harus dipastikan agar masyarakat penerima adalah mereka yang betul-betul pantas dan layak untuk mendapatkannya,” harap VBL.

Pria asal Semau tersebut meminta agar para Bupati/Walikota berkoordinasi dengan pihak kejaksaan. Pihak  kejaksaan juga  diharapkan dapat melakukan pendampingan secara serius. Jangan tunggu ada masalah, baru lakukan tindakan.

“Dari awal, kita sudah lakukan hal ini untuk upaya preventif. Harus diingat,banyak masyarakat sudah menderita, jangan buat tambah penderitaan mereka. Jangan persulit dengan persoalan. Kalau ada yang niat untuk mencuri (korupsi), itu sudah keterlaluan sekali. Tapi saya yakin, kita pasti tidak ada niat seperti itu,” ungkap VBL.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda NTT, Alexon Lumba dalam laporannya mengungkapkan, Nota Kesepahaman merupakan wujud dari komitmen bersama untuk lakukan upaya preventif agar menghindari tindakan KKN dalam penggunaan Dana Covid-19 dari APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Ini juga bisa menjadi acuan bagi gugus tugas di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota terutama dalam pengadaan barang dan jasa.

“Ini  jadi pedoman  kerja sama dalam mengoptimalkan pelaksanaan tugas masing-masing pihak. Juga sebagai upaya untuk efektifitas dan akuntabilitas penanggulangan dan pencegahan  Covid 19 di NTT sehingga diperoleh hasil optimal bagi masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan. Kesepahaman ini berkahir pada 31 Desember 2020,” ungkap Alexon.

Dalam kesempatan tersebut ditandatangani Nota Kesepahaman antara Gubernur NTT dengan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Pathor Rahman dan Kepala BPKP NTT, Iwan Agung Prasetyo. Juga antara Walikota Kupang dengan Kepala Kejaksaaan Negeri Kupang serta antara Bupati Kupang Kejaksaan Negeri Oelamasi. (Aven Reme)

Gubernur dan Wagub Tinjau Laboratorium PCR RSUD W.Z Johannes, Bisa Periksa 40 Sampel Swab

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Wagub NTT, Josef A. Nae Soi (JNS) meninjau kesiapan Laboratorium Biologi Molekuler RSUD W.Z. Johannes Kupang untuk memastikan pemeriksaan sampel Swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), Kamis (7/5). Sesampainya di gedung Laboratorium itu, VBL dan JNS bersama Sektetaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing dan Kadis Kesehatan NTT, Dominggus Mere mengenakan Alat Perlindungan Diri (APD) dan masuk ke ruang laboratorium kurang lebih 5 menit.

“Hari ini kita mulai bisa test (PCR) sendiri. Tidak perlu lagi kirim ke Surabaya atau Jakarta. Dan satu hari bisa sedikit-dikitnya 40 sampel swab kita bisa periksa. Pagi kita periksa, paling lambat sore atau malam kita bisa tahu hasilnya,” jelas VBL kepada pers di depan Gedung Laboratorium.

Menurut VBL, keberadaan laboratorium ini sangat penting untuk dapat memutus rantai penyebaran virus corona di NTT karena kasus positif dapat diketahui secara cepat.

“Kita harapkan dengan alat ini, kita bisa mendata setiap swab yang diambil secara cepat, tidak terlalu jauh jangka waktunya seperti yang terjadi selama ini yakni masa inkubasinya sudah lewat, baru kita dapatkan hasilnya,” jelas mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu.

Saat ditanya tentang kemungkinan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),pria asal Semau tersebut mengungkapkan “PSBB belumlah.Kita jalani aja dulu, sekarang ini khan kita harapkan kondisi kita seperti ini, kita bersyukur. Kita berdoa dan berupaya (keras)agar penyebaran virus ini di NTT dapat dikendalikan. Walaupun ada saudara/i kita yang terkena virus corona, namun kondisi mereka sampai sekarang masih bugar dan baik,” jelas VBL.

Terkait kesiapan rumah sakit di NTT dalam mengantisipasi lonjakan kasus positif, VBL menyatakan RSUD di NTT sudah siap. “Sudah siap, aman itu. Tidak ada masalah. Kita juga sudah lama charter pesawat, juga heli untuk mengambil sampel swab atau mendistribusikan alat kesehatan dari dan ke kabupaten-kabupaten di NTT,” pungkas VBL. (*)

Kadis Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes mengumumkan penambahan 1 pasien positif virus corona di NTT, Rabu (06/05/2020) sore. Didampingi juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

NTT Tambah 1 Positif, Gubernur VBL: Berapapun Jumlah Pasien Covid-19 akan Diobati

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang juga Ketua Umum gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT menegaskan, berapa pun jumlah pasien; baik yang berstatus Orang Tanpa Gelaja (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun yang terkonfirmasi positif virus corona di Provinsi NTT akan diobat.

“Berapa saja kita obati, namanya orang sakit,” tandas Gubernur VBL menjawab pertanyaan pers di Kupang, Rabu (06/05/2020).

Gubernur VBL yang baru saja selesai menggelar video conference Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT di gedung Sasando Jalan Raya El Tari Nomor 52 Kupang itu lebih lanjut menjelaskan, pasien yang telah diumumkan terkonfirmasi positif, mereka semua telah melewati masa inkubasi.

“Ini yang menarik. Situasi dan kondisi seperti ini harus kita jaga,” tandas Gubernur VBL sembari berharap, “situasi dan kondisi di NTT ini menjadi kekuatan bagi masyarakat di NTT.”

Gubernur juga mengapresiasi sikap taat dan patuh dari masyarakat yang senantiasa mengikuti protokol-protokol kesehatan baik WHO maupun otoritas pemerintah. “Kita selalu jaga jarak. Semua sesuai protokol Covid-19,” kata Gubernur.

Karena di Provinsi NTT, sebut Gubernur VBL, telah ada laboratorium PCR atau Polymerase Chain Reaction di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang maka semakin cepat diketahui sampel swab dari para pasien tersebut.

“Kita sudah punya laboratorium PCR. Mulai esok (Kamis, 7 Mei 2020) kita operasionalkan. Pagi dites sore sudah bisa diketahui hasilnya,” ucap Gubernur VBL yang saat itu didampingi Wagub NTT yang juga Wakil Ketua Umum gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM.

  • Tambah 1 Pasien Positif

Sementara itu Kadis Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes mengumumkan penambahan 1 pasien positif virus corona di NTT.

“Berdasarkan informasi dari laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Republik Indonesia di Jakarta, kami sampaikan bahwa untuk wilayah di NTT bertambah lagi 1 covid positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang dikirim ke Jakarta. Itu berarti secara keseluruhan NTT sampai saat ini ada 12 yang positif Covid-19. 1 pasien telah sembuh dan 11 pasien saat ini sedang dalam perawatan,” jelas Dokter Domi kepada pers di ruang Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Rabu sore.

Menurut Dokter Domi, kasus baru ini berasal dari klaster kapal Lembelu. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatannya untuk segera melalukan perawatan dan isolasi di rumah sakit. Sejak awal yang bersangkutan mendapatkan penanganan isolasi terpusat di Larantuka,” ungkap mantan Direktur RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.

Menurut rencana sebut Dokter Domi, esok Kamis (07/05/2020) Gubernur NTT akan meninjau laboratorium PCR di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.

“Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan bahwa untuk  mempercepat informasi penanganan Covid-19 esok dilakukan pelayanan pemeriksaan swab tes di RSUD Prof. W. Z. Johanes; yang akan ditinjau secara langsung oleh Bapak Gubernur. Persiapan sudah dilakukan, termasuk kunjungan Bapak Gubernur beserta Ketua Pelaksana gugus tugas penanganan covid-19 di NTT, Bapak Sekretaris Daerah Provinsi NTT,” jelas Dokter Domi, yang saat itu didampingi juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Gubernur VBL Apresiasi Bantuan PT Hasrat Abadi dan Politeknik Negeri Kupang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah menunjukkan rasa solider kepada sesama anak bangsa yang ada di Provinsi NTT yang terdampak Covid-19.

“Bapak Gubernur memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih baik kepada perorangan, lembaga sosial, pihak perguruan tinggi dan lembaga bisnis yang telah menunjukkan solidaritas kemanusiaan untuk ikut meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak Covid-19 di Provinsi NTT,” ucap juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Senin (27/04/2020) siang.

Menurut Marius, Pemprov NTT tidak bisa bekerja sendirian saja. “Perlu dukungan yang nyata dari berbagai stakeholders (pemangku kepentingan) yang ada di daerah ini. Pemerintah membutuhkan partispasi masyarakat dan berbagai lembaga termasuk lembaga bisnis dan lembaga perguruan tinggi yang ada di NTT,” ujar Marius.

Sebagaimana diketahui Politeknik Negeri Kupang memberikan bantuan berupa 1 unit bilik disinfektan asap cair daun kesambi kepada Pemprov NTT, pihak RSUD Prof. W.Z. Johanes Kupang, dan pihak Polda NTT. “Politeknik memberikan rasa solidaritas atau tanggung jawab kami sebagai perguruan tinggi yang ada di NTT,” tandas Direktur Politeknik Negeri Kupang, Nonce Farida Tuati, SE, M.Si kepada pers di ruang Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Jalan Raya El Tari Nomor 52 Kupang – NTT.

Menurut Nonce, pihaknya hadir dengan porsi solidaritas kemanusiaan yang ada. “Kepdulian kami sesuai dengan porsi atau kemampuan di beberapa bidang, bidang sains dan teknologi khususnya rekan – rekan di teknik mesin. Mereka merancang sebuah bilik yang disebut bilik desinfektan. Kiranya, bilik ini bisa berguna bagi tenaga terdepan seperti para medis, kepolisian, kemudian tim gugus tugas covid yang bertugas di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.

Cairan yang digunakan di bilik desinfektan ini sebut Nonce, tidak berbahaya. “Seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Karo tadi bahwa cairan itu menurut WHO, desinfektan agak berbahaya untuk tubuh manusia. Namun yang kami hasilkan tidak berbahaya bagi tubuh manusia karena isi cairan tersebut berasal dari disinfektan organik dari asap cair daun kesambi,” jelas Nonce.

Di tempat yang sama peneliti yang juga Pembantu Direktur I Politeknik Negeri Kupang, Ir. Aloysius Leki, M.Si menjelaskan, disinfektan organik dari asap cair daun kesambi memiliki formula 2 persen. “Terus kita juga menggunakan air suling atau air matang jadi bukan air mentah. Air sulingnya 97,9 persen dan ada penambahan essensial oil untuk menambah aroma supaya asap cair tersebut aromanya tidak terlalu tajam, yaitu kita gunakan rasa lavender, sereh dan cengkeh; komposisinya 0.1 persen,” jelas Alo Leki.

Dari tiga formula atau komposisi yang ada di dalam disinfektan ini, sambung Alo Leki, semuanya organic. “Sehingga secara medis tidak berpengaruh terhadap kulit manunisa ketika itu disemprotkan. Yang kita serahkan hari ini selain bilik disinfektan, bahan disinfektan yang dibuat kita serahkan cairannya,” ungkap dia seraya menambahkan, “Di laboratorium kami masih tersedia dan masih diproduksi selama kebutuhan untuk Covid-19 ini berjalan kita harus memproduksi sehingga ada ketersediaan untuk kebutuhan ke depan.”

  • Sumbang Perlengkapan Kesehatan

Sementara itu di tempat yang sama pihak PT Hasrat Abadi Cabang Kupang menyerahkan bantuan berupa 1 unit ventilator ge healthcare versamet ivent 201; 20 box nurse cap; 20 box latex glover; 50 box masker (diapro hijau tie on) dan 90 PCP baju APD.

Pimpinan PT Hasrat Abadi Cabang Kupang, Simon P. Pallo, SE mengatakan, bantuan yang diberika merupakan wujud nyata PT Hasrat Abadi di seluruh Indonesia. “Kami dari kawasan timur khususnya Kantor Cabang Kupang menyerahkan bantuan ala kadarnya. Kami pasti siap membantu Pemprov NTT,” ucap Pace Pallo, begitu biasa disapa.

  • Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Pra Musrenbang Provinsi NTT, Gubernur: Kemiskinan Masih Jadi Isu yang Memalukan

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, kemiskinan yang ada di Provinsi NTT hingga kini masih menjadi isu yang memalukan.

“Isu-isu yang memalukan Provinsi NTT antara lain : tingkat kemiskinan 20,62 %; rata-rata lama sekolah 7,3 tahun; stunting 30,80 % dan insfratruktur yang masih buruk,” tandas Gubernur VBL dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Pemerintahan Sekda Provinsi NTT, Drs. Jamaludin Ahmad, MM saat membuka dengan resmi Pra Musrenbang Provinsi NTT di Aula Sol Therik Kantor Bappelitbangda NTT, Jalan Polisi Militer Kupang, Jumat (17/04/2020).

Meski dihantui berbagai isu yang memalukan tetapi sebut Jamal, ada 10 isu strategis yakni memilki lebih dari 400 atraksi wisata yang terhubung dari ujung barat pulau Flores hingga ke perbatasan Negara Republic Democratic Timor Leste (RDTL); memiliki 12 kabupaten dengan posisi geografi yang berbatasan langsung antara negara; luas lahan basah pertanian lebih dari 127 ribu hektar dengan lebih dari 37 DI (daerah irigasi); luas dan produksi komoditas perkebunan yang merupakan 10 besar nasional; lahan belum digarap lebih dari 1,5 juta hektar; kualitas rumput laut dan garam industri  terbaik di Indonesia; memiliki potensi pengembangan marungga dengan kualitas terbaik; potensi pendapatan asli daerah dan APBD Provinsi lebih dari Rp 6,5 triliun yang terus meningkat setiap tahun; konektivitas transportasi darat, laut dan udara telah terhubung ke seluruh wilayah dan alokasi dana desa mencapai lebih dari Rp 3 triliun di tahun 2020 ini.

Mengusung tema mempercepat pemulihan ketahanan ekonomi masyarakat dengan fokus: pemulihan industri, pariwisata dan investasi penguatan sistem kesehatan nasional, menurut Jamal sasaran pembangunan tahun 2020 hingga 2024 adalah meningkatnya kesejahteraan rakyat dan kualitas manusia, menurunnya tingkat kemiskinan dan pengangguran,  berkurangnya kesenjangan pendapatan dan wilayah, serta terjaganya keberlanjutan lingkungan dan stabilitas ekonomi.

Sedangkan prioritas pembangunan wilayah di Nusa Tenggara tahun 2020 hingga 2024 yang akan datang sebut Jamal, adalah mendorong percepatan pembangunan daerah berbasis hilirisasi pertanian, perikanan, pertambangan, dan pariwisata dengan memperhatikan lokasi prioritas berdasarkan koridor pertumbuhan dan pemerataan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa kegiatan Pra Musrenbang ini berlangsung selama dua hari sejak Jumat (17/04/2020) hingga Sabtu (18/04/2020) dengan menggunakan mekanisme daring aplikasi zoom.

“Di tengah pandemik Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 ini, kita harus mulai terbiasa dengan menggunakan model daring sehingga tidak hanya menghindari kerumunan atau menciptakan kerumunan tetapi lebih dari itu ada penghematan anggaran,” tandas Pranata Humas Madya Bappelitbangda NTT, Edi Latu, S.Sos di sela-sela kegiatan Pra Musrenbang.

Dia menambahkan, agenda pembangunan atau prioritas nasional antara lain ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan; pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan; SDM berkualitas dan berdaya saing; revolusi mental dan pengembangan kebudayaan; infrastruktur untuk ekonomi dan pelayanan dasar; lingkungan hidup, ketahanan bencana dan perubahan iklim; stabilitas  polhukhankam dan transformasi pelayanan public. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Pemerintah Provinsi NTT Anggarkan 286 Miliar Lebih Untuk Penanganan Covid-19

Pemerintah Provinsi NTT menganggarkan dana sekitar Rp. 286 miliar lebih untuk menangani dampak akibat wabah Covid-19. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pencegahan dan penanganan kesehatan, jaringan pengaman sosial (JPS) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Untuk alokasi Anggaran dari pemerintah Provinsi, kami telah menyiapkan dana Rp 286 miliar lebih untuk penangan Covids baik untuk dinas kesehatan dan rumah sakit seperti pengadaan APD, Rumah Sakit  dan unsur penunjang kesehatan  lainnya. Juga untuk jaring pengaman sosial (JPS) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelas Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)saat melakukan Rapat Kerja  Tele Konferens dengan para Bupati/Walikota se-NTT di ruang Rapat Gubernur Kantor Gubernur Sasando, Kamis (16/4).

Didampingi  Wakil Gubernur NTT, Ketua  DPRD NTT, Unsur Forkompinda Provinsi NTT,Sekda NTT,  pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT, Gubernur VBL menjelaskan, Menteri Sosial telah menetapkan bahwa   NTT mendapatkan alokasi penerima bantuan JPS sebanyak 300 ribu kepala keluarga (KK) dari pemerintah pusat.

“Kita memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat karena  ini merupakan jumlah yang sangat besar. Saya minta para Bupati/Walikota untuk segera   mengirimkan data  tersebut. Saya harapkan Para Bupati/Walikota harus punya data yang akurat. Data-data ini harus cepat supaya bisa dilakukan verifikasi.  Tentunya, kita juga menyiapkan anggaran di APBD Provinsi dan Kabupaten/ Kota untuk membantu masyarakarat miskin dan yang rentan miskin akibat covid-19 di luar 300 ribu ini,” jelas Gubernur VBL.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem RI itu meminta para Bupati/Walikota agar melakukan pendataan secara cermat sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara data masyarakat yang diberikan bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Saya ingin agar supaya kita tidak tumpang tindih. Saya minta bantuan kepada Kapolda, Danrem dan Kejaksaan tinggi untuk mengawal proses ini supaya tidak terjadi tumpang tindih. Sehingga  bantuan ini tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan,” harap Gubernur Viktor.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT, Zacharias Moruk menjelaskan anggaran sebesar Rp. 286 miliar lebih itu merupakan hasil realokasi dan refocusing APBD I sesuai Permendagri 20 Tahun 2020 dan Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020.

“Realokasi ini tidak  berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kinerja. Belanja modal yang berkaitan dengan infrastruktur jalan, pertanian, perikanan dan kelautan, peternakan dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kinerja lainnya tetap dijalankan,” jelas Zacharias Moruk.

Lebih lanjut Zacharias menjelaskan alokasi anggaran Rp.  286 miliar lebih itu mencakup pencegahan dan penangan kesehatan mencapai Rp. 81 miliar lebih, Rp. 105 miliar untuk JPS dan Rp. 100 miliar untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Khusus untuk Jaringan Pengamanan Sosial, kita menganggarkan untuk rumah tangga miskin dan rentan miskin di luar penerima PKH dan 300 ribu KK yang dapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Setiap KK akan menerima bantuan sebesar Rp. 500 ribu perbulan terdiri dari Rp. 150 ribu uang tunai dan Rp. 350 ribunya dalam bentuk material atau sembako. Bantuan ini akan diberikan untuk  jangka waktu 3 bulan,” ungkap Zacha Moruk.

Sedangakan terkait dana pemberdayaan ekonomi, lanjut Zacha Moruk, akan dilakukan dengan cara pengalihan kegiatan-kegiatan prioritas perangkat daerah yang berbentuk proyek dengan pendekatan padat karya. Di mana masyakarat akan dilibatkan dalam pengerjaan jalan, jembatan,irigasi  dan pengerjaan infrastruktur lainnya sambil memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan. Mereka akan diupah saat melakukan pekerjaan itu.

“Dinas tehnis sedang merumuskan hal ini. Misalnya masyarakat kita wajibkan untuk tanam 50 pohon kelor di sekitar rumah atau dalam pengembangan rumput laut masyarkat dilibatkan. Begitu juga dalam bidang peternakan.  Intinya masyarakat tidak hanya terima bantuan atau uang, tapi harus melakukan atifitas. Semacam pendekatan pemberdayaan,” jelas Zacha Moruk.

Zacha juga menjelaskan dana untuk penanganan Covid-19 dari seluruh Kabupaten/Kota se-NTT mencapai Rp. 853 miliar lebih. Sehingga total keseluruhan hasil realokasi dan refocusing APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota se-NTT untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp. 1,1 triliun lebih.

“Proses realokasi dan refocusing dari Provinsi dan Kabupaten/ Kota se-NTT telah selesai dilakukan dan sudah  dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri. Menurut laporan dari Kemendagri, sampai dengan kemarin (15/4), tersisa 17 pemerintah daerah yang belum melakukan realokasi ini yakni Pemerintah Provinsi Maluku, Kota Ambon dan 15 kabupaten di Papua. Batas akhir proses ini adalah tanggal 23 April,”pungkas Zacha.

Menanggapi hal ini, Bupati Flores Timur  Anton Hadjon meminta agar bantuan JPS dari Pemerintah Provinsi dapat dilakukan secara proporsional.

“Artinya jumlah masyarakat penerima manfaat tidak merata untuk setiap kabupaten melainkan disesuaikan dengan jumlah penduduk. Karena dampak sosial dan ekonomi akibat covid-19 merata untuk semua kabupaten/kota,” harap Anton Hadjon. (Aven R/Staf Biro Humas & Protokol NTT)

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Minggu malam (12/04/2020).

Hari ini, Gubernur VBL Sampaikan Desain Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sedang menyiapkan desain pemberdayaan ekonomi dan sosial untuk masyarakat NTT sebagai dampak penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT.

“Esok siang (hari ini, Kamis 16 April 2020), rencananya Bapak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) akan mengumumkan kepada kita semua bagaimana desain pemberdayaan ekonomi dan sosial untuk masyarakat NTT. Nanti kita menunggu pengumuman dari Bapak Gubernur,” tandas juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Rabu malam (15/04/2020).

Gubernur VBL juga sebut Marius, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada perorangan dan asosiasi yang telah mendukung pemerintah di tengah pandemik Covid-19.  “Kami juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada organisasi asosiasi yang mendukung pemerintah dalam menyiapkan berbagai macam logistik antara lain : sarung tangan, botol semprot, wipol bayclin, baby oil dan segala macamnya termasuk APD (Alat Pelindung Diri),” tandas Marius.

Dia menambahkan, “Kita memberikan apresiasi kepada Ibu Misel, PT Bank Sinarmas tbk Kupang, PT. Telkom Cabang Kupang, PT. BCA Cabang Kupang, PT Semen Kupang, PT Garda Prima Jaya Jakarta, Alumni Kedokteran Trisakti angkatan 2002, PT Golden Truli Global Indo Jakarta, PT Anugerah Bakti Dewata, PT Taspen, PT Flobamor, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran angkatan 2011, Borneo Bakery, PT Cempaka Cabang Kupang, PT Sefha Putra Megatreding, Jasa Raharja, PT Afortunado Farma, PT Martia Jaya, BLK Provinsi NTT milik Dinas KopNakertrans NTT, PT Kimia Farma, IKA Ubaya, PT Rian Formalok, GKI Sinode Wilayah Jawa Timur, Asita NTT.”

Mudah-mudahan kata dia, budi baik bapak ibu sekalian diberkati oleh Tuhan. “Kami mendorong siapapun yang memiliki kelebihan untuk berbagi kepada yang berkekurangan apakah sembako (Sembilan bahan pokok), apakah logistik kesehatan, apakah masker, apakah detergen, apakah desinfekta. “Kita harapkan saling mendukung di dalam masalah-masalah sulit seperti yang kita hadapi saat ini. Kita menyadari ekonomi dunia sedang stagnan bahkan perkiraan bank dunia akhirnya pertumbuhan ekonomi dunia di bawah 0 negatif dan tentu akan berpengaruh kepada ekonomi nasional, ekonomi provinsi kita sampai ke desa-desa,” kata mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Ditanya soal sampel Swab yang masih dikirim ke Jakarta dan Surabaya, Marius mengatakan, pihak Pemprov NTT masing menunggu alat regen yang dipesan Kementerian Kesehatan RI dari Korea Selatan. “Kita masih menunggu regen dari Korea Selatan. Regen itu merupakan cairan penentu untuk pemeriksaan di laboratorium dan itu kita harus import melalui Kementerian Kesehatan RI. Mudah-mudahan beberapa minggu kedepan regen itu sudah tiba di Kupang sehingga kita sudah bisa mengoperasikan lab yang sudah kita siapkan di RSUD Prof. Dr. WZ Johanes,” jelasnya.

Data yang direkap dari kabupaten/kota se NTT hingga Rabu malam 15 April 2020 jumlah ODP dan PDP 1376 orang. ODP 1343 orang. Selesai pemantauan 538 orang. Dirawat 12 orang. Karantina mandiri 792 orang. Kondisi saat ini 804. PDP 12 orang. Dipantau 5 orang; sembuh 11 orang dan meninggal 3 orang. Sampel yang dikirim 55; negative 35, positif 1 dan 19 yang belum ada hasil. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Sambutan Gubernur NTT Pada Acara Pembukaan Musrenbang RKPD Kabupaten Belu Tahun 2021

S A M B U T A N

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR

PADA ACARA PEMBUKAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) RKPD KABUPATEN BELU TAHUN 2021

Hari/Tanggal : Rabu,15 April 2020;
Jam                  : 08.30 Wita;
Tempat           : Atambua, Kabupaten Belu.

Yang Terhormat,

  •  Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur;
  • Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur;
  • Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo;
  • Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo;
  • Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo;
  • Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Nagekeo;
  • Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Nagekeo;
  • Pimpinan Lembaga Keagamaan Tingkat Kabupaten Nagekeo;
  • Pimpinan Asosiasi dan Lembaga Non Pemerintah;
  • Para Pejabat Sipil, TNI dan POLRI;
  • Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan;
  • Segenap Insan Pers dan Media Massa;
  • Singkatnya Bapak/Ibu, undangan dan hadirin yang berbahagia.

Shalom, Salve, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Pertama-tama, patut kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, karena atas berkat dan perlindunganNya kita masih dianugerahi kondisi sehat walafiat, walaupaun kita masih berada pada masa Pandemi Global Covid-19. Saya bersama Bapak Wakil Gubernur menyampaikan himbauan sekaligus penegasan untuk tetap menjaga diri dengan hidup bersih, dan tetap berada di rumah jika tidak ada kepentingan mendesak diluar, agar kita semua berupaya keras memutus mata rantai virus corona ini. Saya juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh Jajaran Pemerintah dan masyarakat

Kabupaten Nagekeo yang telah bersama-sama bekerja keras mensukseskan pembangunan menuju NTT Bangkit NTT Sejahtera.

Pada kesempatan yang istimewa ini juga, atas nama masyarakat dan Jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan “Selamat merayakan Paskah Tahun 2020”, bagi seluruh Umat Katholik dan Umat Kristiani. Semoga kasih Kristus yang Maha Suci melalui Paskah dapat memberikan semangat dan kekuatan baru bagi kita semua untuk bekerja lebih keras dengan pikiran cerdas dalam rangka memajukan masyarakat dan daerah ini.

Hadirin yang saya hormati,

Dalam rangka pemberian pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten melaksanakan pembangunan melalui pelaksanaan urusan pemerintahan yang telah diserahkan ke daerah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemerataan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik serta daya saing daerah ke dalam dokumen perencanaan baik jangka panjang, menengah maupun tahunan, yang merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional.

Karena itu, rumusan prioritas pembangunan daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur Tahun 2021, agar diselaraskan dengan 7 (tujuh) Prioritas Nasional sesuai Rancangan Awal RKP 2021 dan 7 (tujuh) Prioritas Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2021. Indikator dan target pembangunan yang telah ditetapkan untuk tahun 2021 harus dapat tercapai. Pertumbuhan Ekonomi yang ditargetkan Pemerintah Pusat untuk Provinsi                 Nusa Tenggara Timur sebesar 6,50 persen harus dapat dicapai dari capaian kita tahun 2019 sebesar 5,2 persen, begitu juga tingkat kemiskinan dengan target 17,35 persen harus dapat dicapai dari kondisi saat ini 20,62 persen. Semua ini tentu saja akan bisa kita capai, apabila seluruh kabupaten/kota bekerja bersama untuk mencapai indikator dan target dimaksud mengingat capaian provinsi merupakan komposit seluruh kabupaten/kota, begitu pula capaian nasional merupakan komposit seluruh provinsi.

Hadirin yang saya hormati,

Tujuan dan sasaran pembangunan Nasional dan Daerah hanya dapat dicapai secara berhasil guna dan berdaya guna, apabila didukung dengan situasi dan kondisi keamanan, ketentraman dan ketertiban yang kondusif. Saat ini kita dihadapkan dengan kondisi yang tidak menentu akibat KLB DBD yang banyak merenggut korban jiwa, Flu Babi Afrika yang menyerang ternak babi di Pulau Timor dan penyebaran Covid 19 yang mengakibatkan keresahan bahkan merenggut nyawa manusia yang tidak sedikit jumlahnya. Kemungkinan bahaya kekeringan dan rawan pangan juga mengintai kita. Semua ini menjadi tantangan kita pada tahun 2020 sekaligus perhatian kita dalam menyusun perencanaan pembangunan 2021.

Dalam kaitan itu, sasaran program dan kegiatan pembangunan daerah, agar diarahkan untuk menjamin terciptanya rasa ketenteraman masyarakat, termasuk pencegahan dan penanganan berbagai penyakit yang menyerang, dan kemungkinan bencana alam dan bencana sosial yang mungkin terjadi. Semua ini untuk membuat masyarakat merasa aman, nyaman dan terlindungi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Untuk memenuhi harapan tersebut, maka beberapa hal yang perlu menjadi perhatian adalah:

  • Pertama, musrenbang ini harus memberikan peluang yang luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam menetapkan prioritas pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat;
  • Kedua, Musrenbang Kabupaten yang menghasilkan rencana tahunan sebagai penjabaran RPJMD Kabupaten, RPJMD Provinsi dan RPJMN harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan kualitas SDM, penyediaan infrastruktur yang memadai, penyederhanaan regulasi dan birokrasi, serta mewujudkan tercapainya transformasi ekonomi;
  • Ketiga, rencana kegiatan yang diusulkan harus didukung data dan informasi yang akurat, dokumen teknis dan penganggaran, target yang terukur dan lokasi desa yang jelas;
  • Keempat, Rencana tahunan yang disepakati dapat menumbuhkan semangat swasta, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk berpartisipasi dalam pelaksanannya;
  • Kelima, perlu ada komitmen mencegah adanya duplikasi anggaran sejak awal perencanaan dengan menjadikan desa/kelurahan sebagai perekat yang dapat menjamin keterpaduan pembangunan.

Hadirin yang saya hormati,

Pembangunan yang kita laksanakan berjalan dalam aras yang cukup baik, sehingga menghasikan kemajuan dari waktu ke waktu. Kemiskinan menurun dari 21,03 persen pada tahun 2018 menjadi 20,62 persen pada tahun 2019. Berkaitan dengan kemiskinan, maka menjadi perhatian kita bersama untuk memastikan ketepatan penerima bantuan jaminan sosial, melalui verifikasi penerima bantuan secara cermat, akurat dan dapat dipercaya agar tidak terjadi salah sasaran penerima bantuan jaminan sosial sebagaimana terjadi selama ini. Saya meminta agar Posyandu dapat menjadi “one stop service” terhadap semua pelayanan yang diberikan. Mulai dari pelayanan kesehatan, pelayanan kependudukan, sampai pada pembagian jaminan sosial (Rastra, PKH, dll) tidak boleh lagi pembagian dilakukan secara diam-diam. Semua masyarakat harus bisa melihat siapa penerima bantuan, dan masyarakat miskin yang tidak bisa menerima bantuan karena masalah kependudukan harus bisa langsung dibantu. Dengan cara ini,  saya berharap kemiskinan kita yang masih tinggi ini akan bisa dikurangi secara signifikan.

Demikian pula dengan stunting, diharapkan ada upaya bersama untuk memantau ibu hamil dari keluarga miskin sehingga kita dapat menekan angka kematian ibu, angka kematian bayi dan stunting.

Saya berharap pada perencanaan Tahun 2021 terjadi perubahan paradigma, kita wajib mengendalikan anggaran daerah kita untuk kesejahteraan rakyat dan berorientasi pada prioritas untuk mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten/Kota, RPJMD Provinsi dan RPJMN. RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2023 telah menetapkan pariwisata sebagai prime mover pembangunan, Hal ini sejalan dengan kebijakan Nasional sesuai Tema RKP 2021 dan ditetapkannya Labuan Bajo sebagai salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas pada tahun 2021.

Untuk itu, saya mengajak kita semua untuk memanfaatkan momentum ini. Tidak hanya melalui pengembangan pariwisata, tapi juga mengembangkan berbagai sarana prasarana lainnya, termasuk memastikan bahwa segala kebutuhan untuk pengembangan pariwisata dapat kita penuhi sendiri, baik oleh masyarakat di Kabupaten Nagekeo, maupun oleh kabupaten lainnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Inilah spirit Masyarakat Ekonomi NTT, dan pentingnya dilakukan kerja sama antar daerah dalam provinsi ini. Hanya dengan cara ini rantai nilai pariwisata akan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hadirin yang saya hormati,

Dalam forum musrenbang ini, akan dibahas penyelarasan program-program pembangunan daerah yang akan didanai dari berbagai sumber pendanaan. Penyelarasan hendaknya dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip yang mendorong tercapainya keserasian, efektifitas dan efisiensi pemanfaatan sumber pendanaan pembangunan daerah. Berbagai program dan kegiatan pembangunan daerah yang perlu diintegrasikan dengan program dan kegiatan pembangunan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi dan atau Pemerintah Pusat, supaya dikoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait dan dibahas lebih lanjut dalam forum Musrenbangprov dan Musrenbangnas.

Kepada pimpinan dan anggota DPRD dan seluruh pemangku kepentingan lainnya yang hadir dalam musrenbang ini, diharapkan dapat memberi saran dan masukan yang konstruktif agar RKPD Tahun 2021 selaras dengan RPJMD Kabupaten Nagekeo, RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Timur 20218-2023 dan RPJMN 2020-2024, dan mengawal konsistensi penganggarannya dalam APBD Tahun Anggaran 2021 mendatang serta pelaksanaannya.

Hanya dengan komitmen yang tinggi dan kolaborasi yang melibatkan seluruh kelompok dan lapisan masyarakat dalam membangun daerah, kita akan dapat mewujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong sesuai dengan visi pembangunan Indonesia Tahun 2020-2024.

Hadirin yang saya hormati,

Pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia, termasuk di Nusa Tenggara Timur telah membawa keresahan dan dampak nyata, tidak hanya terkait masalah kesehatan, namun juga pada berbagai aspek baik sosial maupun ekonomi. Pemanfaatan teknologi komunikasi atau pertemuan-pertemuan virtual, menjadi hal yang mau tidak mau menjadi kebutuhan dan keharusan bagi kita semua di hari-hari ini. Begitu pula dukungan anggaran untuk penanganan dan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk pembangunan kembali dampak virus corona pada berbagai aspek kehidupan masyarakat pada Tahun 2021 perlu dipikirkan.

Namun demikian, ada hal melegakan yang perlu terus kita jaga, yaitu keterpaduan, kerja sama, saling mendukung dan membantu, secara suka rela semua elemen bersatu padu melawan Covid 19, bahkan rela berkorban demi membantu para penderita Covid 19. Inilah semangat gotong royong, semangat kemanusiaan yang kita junjung, inilah juga makna Paskah yang sesungguhnya, yang harus benar-benar kita wujudkan agar bangsa dan daerah ini cepat pulih dari terpaan Covid-19.

Hadirin yang saya hormati,

Saya berharap komitmen keterpaduan dan kebersamaan harus terajut makin baik ke depan dalam upaya mewujudkan Visi pembangunan NTT 20218-2023 yaitu “NTT Bangkit mewujudkan Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai NKRI”.

Pastikan pembangunan benar-benar berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat, libatkan semua stakeholders dalam pembangunan yang dilakukan, serta cegah dan eliminir berbagai bentuk pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, korupsi dan kolusi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

Selamat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan untuk Perencanaan Pembangunan Kabupaten Nagekeo Tahun 2021.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai dan memberkati segala usaha dan karya kita sekalian.

Shalom, Salve, Wasssalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh, Om Santi..Santi..Santi Om, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan. Sekian dan Terima Kasih.

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR,

VIKTOR BUNGTILU LAISKODAT

  • Disarikan Oleh: Alfons Dwiyanto Fernandez

Sambutan Gubernur NTT Pada Acara Pembukaan Musrenbang RKPD Kabupaten Nagekeo Tahun 2021

S A M B U T A N

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR

PADA ACARA PEMBUKAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) RKPD KABUPATEN NAGEKEO TAHUN 2021

  • Hari/Tanggal   :  Rabu,15 April 2020
  • Jam                  :  08.30 Wita
  • Tempat            : Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Yang Terhormat,

  •  Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur;
  • Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur;
  • Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo;
  • Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo;
  • Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo;
  • Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Nagekeo;
  • Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Nagekeo;
  • Pimpinan Lembaga Keagamaan Tingkat Kabupaten Nagekeo;
  • Pimpinan Asosiasi dan Lembaga Non Pemerintah;
  • Para Pejabat Sipil, TNI dan POLRI;
  • Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan;
  • Segenap Insan Pers dan Media Massa;
  • Singkatnya Bapak/Ibu, undangan dan hadirin yang berbahagia.

Shalom, Salve, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Pertama-tama, patut kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, karena atas berkat dan perlindunganNya kita masih dianugerahi kondisi sehat walafiat, walaupaun kita masih berada pada masa Pandemi Global Covid-19. Saya bersama Bapak Wakil Gubernur menyampaikan himbauan sekaligus penegasan untuk tetap menjaga diri dengan hidup bersih, dan tetap berada di rumah jika tidak ada kepentingan mendesak diluar, agar kita semua berupaya keras memutus mata rantai virus corona ini. Saya juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh Jajaran Pemerintah dan masyarakat

Kabupaten Nagekeo yang telah bersama-sama bekerja keras mensukseskan pembangunan menuju NTT Bangkit NTT Sejahtera.

Pada kesempatan yang istimewa ini juga, atas nama masyarakat dan Jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan “Selamat merayakan Paskah Tahun 2020”, bagi seluruh Umat Katholik dan Umat Kristiani. Semoga kasih Kristus yang Maha Suci melalui Paskah dapat memberikan semangat dan kekuatan baru bagi kita semua untuk bekerja lebih keras dengan pikiran cerdas dalam rangka memajukan masyarakat dan daerah ini.

Hadirin yang saya hormati,

Dalam rangka pemberian pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten melaksanakan pembangunan melalui pelaksanaan urusan pemerintahan yang telah diserahkan ke daerah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemerataan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik serta daya saing daerah ke dalam dokumen perencanaan baik jangka panjang, menengah maupun tahunan, yang merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional.

Karena itu, rumusan prioritas pembangunan daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur Tahun 2021, agar diselaraskan dengan 7 (tujuh) Prioritas Nasional sesuai Rancangan Awal RKP 2021 dan 7 (tujuh) Prioritas Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2021. Indikator dan target pembangunan yang telah ditetapkan untuk tahun 2021 harus dapat tercapai. Pertumbuhan Ekonomi yang ditargetkan Pemerintah Pusat untuk Provinsi                 Nusa Tenggara Timur sebesar 6,50 persen harus dapat dicapai dari capaian kita tahun 2019 sebesar 5,2 persen, begitu juga tingkat kemiskinan dengan target 17,35 persen harus dapat dicapai dari kondisi saat ini 20,62 persen. Semua ini tentu saja akan bisa kita capai, apabila seluruh kabupaten/kota bekerja bersama untuk mencapai indikator dan target dimaksud mengingat capaian provinsi merupakan komposit seluruh kabupaten/kota, begitu pula capaian nasional merupakan komposit seluruh provinsi.

Hadirin yang saya hormati,

Tujuan dan sasaran pembangunan Nasional dan Daerah hanya dapat dicapai secara berhasil guna dan berdaya guna, apabila didukung dengan situasi dan kondisi keamanan, ketentraman dan ketertiban yang kondusif. Saat ini kita dihadapkan dengan kondisi yang tidak menentu akibat KLB DBD yang banyak merenggut korban jiwa, Flu Babi Afrika yang menyerang ternak babi di Pulau Timor dan penyebaran Covid 19 yang mengakibatkan keresahan bahkan merenggut nyawa manusia yang tidak sedikit jumlahnya. Kemungkinan bahaya kekeringan dan rawan pangan juga mengintai kita. Semua ini menjadi tantangan kita pada tahun 2020 sekaligus perhatian kita dalam menyusun perencanaan pembangunan 2021.

Dalam kaitan itu, sasaran program dan kegiatan pembangunan daerah, agar diarahkan untuk menjamin terciptanya rasa ketenteraman masyarakat, termasuk pencegahan dan penanganan berbagai penyakit yang menyerang, dan kemungkinan bencana alam dan bencana sosial yang mungkin terjadi. Semua ini untuk membuat masyarakat merasa aman, nyaman dan terlindungi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Untuk memenuhi harapan tersebut, maka beberapa hal yang perlu menjadi perhatian adalah:

  • Pertama, musrenbang ini harus memberikan peluang yang luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam menetapkan prioritas pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat;
  • Kedua, Musrenbang Kabupaten yang menghasilkan rencana tahunan sebagai penjabaran RPJMD Kabupaten, RPJMD Provinsi dan RPJMN harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan kualitas SDM, penyediaan infrastruktur yang memadai, penyederhanaan regulasi dan birokrasi, serta mewujudkan tercapainya transformasi ekonomi;
  • Ketiga, rencana kegiatan yang diusulkan harus didukung data dan informasi yang akurat, dokumen teknis dan penganggaran, target yang terukur dan lokasi desa yang jelas;
  • Keempat, Rencana tahunan yang disepakati dapat menumbuhkan semangat swasta, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk berpartisipasi dalam pelaksanannya;
  • Kelima, perlu ada komitmen mencegah adanya duplikasi anggaran sejak awal perencanaan dengan menjadikan desa/kelurahan sebagai perekat yang dapat menjamin keterpaduan pembangunan.

Hadirin yang saya hormati,

Pembangunan yang kita laksanakan berjalan dalam aras yang cukup baik, sehingga menghasikan kemajuan dari waktu ke waktu. Kemiskinan menurun dari 21,03 persen pada tahun 2018 menjadi 20,62 persen pada tahun 2019. Berkaitan dengan kemiskinan, maka menjadi perhatian kita bersama untuk memastikan ketepatan penerima bantuan jaminan sosial, melalui verifikasi penerima bantuan secara cermat, akurat dan dapat dipercaya agar tidak terjadi salah sasaran penerima bantuan jaminan sosial sebagaimana terjadi selama ini. Saya meminta agar Posyandu dapat menjadi “one stop service” terhadap semua pelayanan yang diberikan. Mulai dari pelayanan kesehatan, pelayanan kependudukan, sampai pada pembagian jaminan sosial (Rastra, PKH, dll) tidak boleh lagi pembagian dilakukan secara diam-diam. Semua masyarakat harus bisa melihat siapa penerima bantuan, dan masyarakat miskin yang tidak bisa menerima bantuan karena masalah kependudukan harus bisa langsung dibantu. Dengan cara ini,  saya berharap kemiskinan kita yang masih tinggi ini akan bisa dikurangi secara signifikan.

Demikian pula dengan stunting, diharapkan ada upaya bersama untuk memantau ibu hamil dari keluarga miskin sehingga kita dapat menekan angka kematian ibu, angka kematian bayi dan stunting.

Saya berharap pada perencanaan Tahun 2021 terjadi perubahan paradigma, kita wajib mengendalikan anggaran daerah kita untuk kesejahteraan rakyat dan berorientasi pada prioritas untuk mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten/Kota, RPJMD Provinsi dan RPJMN. RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2023 telah menetapkan pariwisata sebagai prime mover pembangunan, Hal ini sejalan dengan kebijakan Nasional sesuai Tema RKP 2021 dan ditetapkannya Labuan Bajo sebagai salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas pada tahun 2021.

Untuk itu, saya mengajak kita semua untuk memanfaatkan momentum ini. Tidak hanya melalui pengembangan pariwisata, tapi juga mengembangkan berbagai sarana prasarana lainnya, termasuk memastikan bahwa segala kebutuhan untuk pengembangan pariwisata dapat kita penuhi sendiri, baik oleh masyarakat di Kabupaten Nagekeo, maupun oleh kabupaten lainnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Inilah spirit Masyarakat Ekonomi NTT, dan pentingnya dilakukan kerja sama antar daerah dalam provinsi ini. Hanya dengan cara ini rantai nilai pariwisata akan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hadirin yang saya hormati,

Dalam forum musrenbang ini, akan dibahas penyelarasan program-program pembangunan daerah yang akan didanai dari berbagai sumber pendanaan. Penyelarasan hendaknya dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip yang mendorong tercapainya keserasian, efektifitas dan efisiensi pemanfaatan sumber pendanaan pembangunan daerah. Berbagai program dan kegiatan pembangunan daerah yang perlu diintegrasikan dengan program dan kegiatan pembangunan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi dan atau Pemerintah Pusat, supaya dikoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait dan dibahas lebih lanjut dalam forum Musrenbangprov dan Musrenbangnas.

Kepada pimpinan dan anggota DPRD dan seluruh pemangku kepentingan lainnya yang hadir dalam musrenbang ini, diharapkan dapat memberi saran dan masukan yang konstruktif agar RKPD Tahun 2021 selaras dengan RPJMD Kabupaten Nagekeo, RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Timur 20218-2023 dan RPJMN 2020-2024, dan mengawal konsistensi penganggarannya dalam APBD Tahun Anggaran 2021 mendatang serta pelaksanaannya.

Hanya dengan komitmen yang tinggi dan kolaborasi yang melibatkan seluruh kelompok dan lapisan masyarakat dalam membangun daerah, kita akan dapat mewujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong sesuai dengan visi pembangunan Indonesia Tahun 2020-2024.

Hadirin yang saya hormati,

Pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia, termasuk di Nusa Tenggara Timur telah membawa keresahan dan dampak nyata, tidak hanya terkait masalah kesehatan, namun juga pada berbagai aspek baik sosial maupun ekonomi. Pemanfaatan teknologi komunikasi atau pertemuan-pertemuan virtual, menjadi hal yang mau tidak mau menjadi kebutuhan dan keharusan bagi kita semua di hari-hari ini. Begitu pula dukungan anggaran untuk penanganan dan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk pembangunan kembali dampak virus corona pada berbagai aspek kehidupan masyarakat pada Tahun 2021 perlu dipikirkan.

Namun demikian, ada hal melegakan yang perlu terus kita jaga, yaitu keterpaduan, kerja sama, saling mendukung dan membantu, secara suka rela semua elemen bersatu padu melawan Covid 19, bahkan rela berkorban demi membantu para penderita Covid 19. Inilah semangat gotong royong, semangat kemanusiaan yang kita junjung, inilah juga makna Paskah yang sesungguhnya, yang harus benar-benar kita wujudkan agar bangsa dan daerah ini cepat pulih dari terpaan Covid-19.

Hadirin yang saya hormati,

Saya berharap komitmen keterpaduan dan kebersamaan harus terajut makin baik ke depan dalam upaya mewujudkan Visi pembangunan NTT 20218-2023 yaitu “NTT Bangkit mewujudkan Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai NKRI”.

Pastikan pembangunan benar-benar berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat, libatkan semua stakeholders dalam pembangunan yang dilakukan, serta cegah dan eliminir berbagai bentuk pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, korupsi dan kolusi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

Selamat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan untuk Perencanaan Pembangunan Kabupaten Nagekeo Tahun 2021.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai dan memberkati segala usaha dan karya kita sekalian.

Shalom, Salve, Wasssalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh, Om Santi..Santi..Santi Om, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan. Sekian dan Terima Kasih.

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR,

VIKTOR BUNGTILU LAISKODAT

  • Disarikan Oleh: Alfons Dwiyanto Fernandez
Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Minggu malam (12/04/2020).

Pesan Kemanusiaan Covid-19 di Provinsi NTT: Solider dengan yang Terpapar

Kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef A Nae Soi (JNS), bersama seluruh staf  mengucapkan Selamat Pesta Paskah 2020. Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru.

Pesan terakhir, “Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru” itulah sebenarnya yang menjadi inti pesan Paskah tahun 2020   ini.

Ketika Paskah tahun ini dirayakan di tengah virus corona yang menjadi begitu pandemik, pesan ini dengan segera menjadi pesan universal. Ya, pesan untuk semua umat manusia di muka bumi. Nada dasarnya: harapan di tengah keprihatinan.

Kita musti mengetahui dahsyatnya virus corona ini hingga membuat semua umat manusia prihatin. Sampai dengan Senin  (13/4/2020) siang, menurut data yang dirilis worldometers.info, di seluruh dunia sudah terdapat 1.853.155kasus. Jumlah pasien positif corona sebanyak 1.315.283 orang. Jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 114.247 orang. Sedangkan yang berhasil sembuh  sebanyak  423.625 orang.

Di Indonesia ada 4.241 kasus, dengan jumlah pasien positif mencapai 3.509 orang. Korban yang meninggal duna karena corona mencapai 373 orang.

Di NTT, hingga Minggu (12/4/2020), ada lima orang yang positif berdasarkan rapid test, 1 orang positif dari hasil pemeriksaan sampel swab di laboratorium, jumlah  Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 813 orang.

Itu data korban manusia. Tetapi virus corona juga menghantam semua sektor. Tak ayal, banyak pemimpin dunia cepat bereaksi dan beraksi menyelamatkan negara dan warganya. Banyak negara melakukan lock down (menutup) negaranya dari dunia luar.

Ekonomi dunia diperkirakan mengalami kerugian 2,7 triliun dolar. Dengan kurs Rp 15.000 per dolar, maka kerugiannay sekitar 40.500 triliun rupiah. Bayangkan, berapa tahun APBN Indonesia dengan angka ini ?

Pariwisata dunia anjlok. Banyak rute penerbangan ditutup. Banyak pekerja hotel dan restoran dirumahkah. Dengan sendirinya mereka kehilangan pendapatan.

Di dunia pendidikan, anak-anak sekolah libur panjang. Sekolah ditutup rapat. Corona mengunci semua manusia di rumah.Tinggal dan bertahan di rumah (stay home). Bahkan juga kerja dari rumah (work from home).

Gambaran-gambaran yang memperlihatkan dampak virus corona ini membuat umat manusia, siapa pun dia, trenyuh. Menarik nafas panjang.  Dengan angka kematian sebanyak 114.247 orang, virus corona memang menjadi bencana dunia.

Tetapi kita tidak boleh kalah dengan virus corona. Nyawa boleh melayang, tetapi harapan tidak boleh hilang. Itulah sebabnya Paskah 2020 ini membawa pesan universal di atas, “Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru.”

Harapan baru ini sangat penting untuk semua orang. Penting karena harapan itu menjadi nafas, roh, spirit untuk bangkit kembali di tengah kegelisahan, kecemasan, bahkan juga keputusasaan.

Di belahan dunia lain, ada menteri kabinet yang bunuh diri membayangkan serba kesulitan yang dihadapi. Ada juga negara yang dengan segera mengeksekusi warganya begitu diketahui positif terpapar corona.

Corona menghancurkan tatanan moral. Corona membunuh humanisme, rasa kemanusiaan banyak pemimpin dunia yang kemudian memutuskan kebijakan yang tidak disangka-sangka.

Tetapi “Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru.” Semua boleh mati. Tetapi tidak boleh dengan harapan.  Dengan harapan itu, kita tidak boleh takut, tidak boleh juga cemas. Ketika kita takut, ketika kita cemas, ketika kita gelisah maka kondisi itu ikut menurunkan imunitas dalam diri.

Luar biasa ketika Gubernur VBL dan Wakil Gubernur JNS, berkali-kali menegaskan dan meminta warga NTT untuk tidak boleh panik. “Panik itu membuat imunitas kita turun. Kalian kalau tulis berita, jangan tulis yang membuat orang tambah panik, takut. Kalau panik, imunitasnya turun,” kata Gubernur VBL kepada para wartawan dalam jumpa pers dua pekan lalu.

Gubernur VBL betul. Virus corona boleh mengintai, bahkan sekarang sudah menyerang sejumlah orang di NTT. Kita menjadi begitu cemas dan gelisah.  Tetapi pesan Paskah memampukan kita untuk bangkit melawan virus mematikan ini.

Bagaimana mengejawantahkan kebangkitan itu ? Bangkit dengan cara apa ? Banyak modusnya. Bangkit dengan mengikuti semua protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan pemerintah.  Kalau diminta lebih banyak tinggal di rumah, ikut saja. Stay home itu  bukan sekadar supaya kita tidak keluar rumah. Stay home itu juga bermakna stay healthy (tetap sehat).

Kalau diminta menghindari kerumunan massa, taati saja. Kita salut dan memberi apresiasi yang luar biasa kepada aparat kepolisian, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja yang tidak kenal lelah menelusuri jalan, lorong dan gang untuk memastikan tidak ada warga yang duduk bergerombol. Apalagi duduk bergerombol sambil menenggak minuman keras seperti di banyak tempat di NTT.

Kalau diminta pakai masker; ketika berada di area publik, cari atau buat masker dan pakai. Jangan busung dada dan gara-gara tidak mau pakai masker.

Bangkit juga dengan menyatakan solidaritas dan soliditas di antara  kita. Solidaritas dan soliditas itu menyata dari simpati, empati, kepedulian kita baik terhadap mereka yang berjuang di garda depan melawan virus, seperti para dokter, perawat, mereka yang bertugas di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 maupun mereka yang menjadi orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), bahkan yang positif terpapar virus corona, mereka yang dirawat di rumah sakit.

Meminjam bahasa juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si, virus corona musti juga melahirkan virus kemanusiaan di antara kita.  Betul, virus corona harus juga menularkan virus simpati, empati  di antara kita.

“Saat ini kita sudah memiliki 1 pasien yang positif tertular virus corona. Untuk itu kami mengharapkan supaya kita semua memberi dia dukungan moril; memberi dia harapan dan tidak membuli dia di facebook, twiter atau instagram. Mari kita bersatu padu menolong saudara-saudara kita; bapa, mama kita yang kebetulan statusnya ODP, PDP ataupun yang tertular virus corona,” tandas Marius kepada pers di Ruang Biro Humas dan Protokol Setda NTT,  Minggu (12/4/2020) malam.

Marius benar. Sama saudara kita yang positif terpapar virus corona, mereka yang terkategori ODP atau PDP tentu tidak ingin dan tidak pernah berharap akan bernasib sial seperti ini. Maka ketika dia, mereka, lagi menjalani perawatan intensif di rumah sakit, atau sedang melakukan karantina, sikap kita yang benar bukan mengutuk, mencerca, atau menghakimi mereka. Sikap kita yang benar adalah memberi dukungan moril, memberi semangat, dan menyatakan simpati dan empati kepada dia, kepada mereka.

Di banyak tempat di NTT, ada di antara kita, bahkan keluarga sendiri menolak sama saudara kita yang datang dari luar NTT. Penolakan ini ekspresi kecemasan dan ketakutan yang berlebihan dan tidak berdasar. Maka ketika ada sosialisasi dari petugas kesehatan tentang virus ini dengan segala seluk beluknya, dengar dan paham baik-baik sehingga tidak termakan isu murahan yang lebih banyak menyesatkan.

Pesan simpati datang dari Gubernur VBL.  Gubernur  meminta jangan menolak saudara-saudara kita yang datang dari luar NTT. Jangan menolak ODP, PDP. Terkategori ODP atau PDP belum tentu positif. Positif atau tidak itu hanya dibuktikan melalui pemeriksaan sampel swab (cairan di tenggorokan) di laboratorium.

Karena itu jangan menghakimi tanpa alasan. Tunjukkan simpati, empati kita dengan meminta mereka yang datang dari luar NTT untuk melapor diri di aparat pemerintah, dengan penuh kesadaran memeriksa diri di puskesmas, rumah sakit. Dorong mereka secara persuasif untuk melakukan karantina mandiri. Tegur mereka ketika mereka lalai.

Hari ini sudah satu warga NTT yang positif corona. Harapan kita sama, semoga pasien dengan kode 01 ini segera sembuh dan sehat seperti sedia kala.  Semoga juga hanya dia seorang yang positif dari hasil pemeriksaan laboratorium. Kita lain, janganlah jadi korban corona. Maka, jaga diri. Stay healthy and stay home. (Tim Humas Pemprov NTT)