Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Mere, M.Kes menyampaikan keterangan kepada pers di ruangan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Senin (18/05/2020). Saat itu, dokter Domi didampingi juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Kasus Positif Covid-19 di NTT Bertambah Jadi 71 Orang

Jumlah pasien Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT terus bertambah dan kini menjadi 71 orang. “Dari 94 spesimen swab yang diperiksa di labotatorium biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, diketahui ada 3 spesimen swab yang menunjukkan terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiganyanya berasal dari Kabupaten Ende dengan klaster Gowa dan kini sedang diisolasikan di RSU Ende,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Mere, M.Kes kepada pers di ruangan Biro Humas dan Protokol, Senin (18/05/2020).

Saat itu, dokter Domi didampingi juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si

Lebih lanjut Dokter Domi yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT mengatakan, bahwa dari ketiga pasien di Kabupaten Ende tersebut merupakan satu kerabat sehingga memudahkan untuk dilakukan tracking atau penelusuran dan saat ini petugas di Kabupaten Ende telah berkoordinasi dengan para pihak untuk lakukan tracking secara detil.

“Dengan penambahan 3 kasus positif Covid-19 tersebut maka NTT saat ini mencapai angka 71. Pasien sembuh ada 6 orang, yang meninggal 1, yang sedang dirawat berjumlah 61 orang ditambah 3 orang dari Kabupaten Ende,” jelasnya.

Ia merincikan masing-masing pasien berdasarkam kabupaten/kota diantaranya Kabupaten Sikka 26, Kota Kupang 15 orang, Manggarai Barat 12, Sumba Timur 7, Ende 4 kasus, Rote 2, TTS 2, Manggarai 1, Flotim 1, dan Nagekeo 1.

“Dari 22 kabupaten/kota sudah ada 10 kabupaten/kota di NTT yang terpapar Covid-19 terkonfirmasi positif. Saat ini dari seluruh rumah sakit di 10 kabupaten / kota tersebut sedang melakukan penatalaksanaan untuk penanganan pasien Covid-19 tersebut. Kita doakan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama; jumlah pasien sembuh juga meningkat,” ungkap dokter Domi.

“Kita juga harus memberikan apresiasi kepada Direktur RSUD Prof W.Z. Johannes dan jajarannya karena pada hari minggu, tim dari laboratorium biomolekuler tanpa henti bekerja untuk menyelesaikan pemeriksaan rujukan sampel swab yang dikirim ke RSUD WZ Johanes Kupang. Sebagaimana kami laporkan kemarin bahwa dengan bantuan dari BPDD Manggarai Barat dengan helikopter dari Labuan Bajo telah mengumpulkan sampel swab yang ada di Manggarai Barat, Ruteng, Maumere dan Lembata,” tutur dokter Domi yang juga mantan Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.

“Dalam perencanaan kita juga akan ambil sampel swab yang ada di daratan Sumba. Karena dilaporkan sudah ada 50 lebih sampel swab yang ada di Sumba yang siap dikirim ke Kupang namun karena terbatas sarana trannsportasi maka Bapak Gubernur melalui Gugus Tugas Penagangan Covid-19 Provinai NTT mengambil langkah-langkah untuk mempercepat pengangkutan menggunakan sarana transportasi khusus,” katanya.

Ia menjelaskan, pihak Gugus Tugas Provinsi NTT akan selalu mengupdate data manakala sudah ada laporan dari tim RSUD Prof. Dr. W.Z.  Johanes Kupang.

“Sebagaimana kami sampaikan pada pertemuan kemarin bahwa informasi dari laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan ada 23 yang terkonfirmasi positif. Namun setelah dicek nama-nama tersebut sudah ada dalam laporan kita berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Prof W.Z. Johanes kupang, dan sebagimana diketahui setiap laporan yang dikirim oleh tim laboratorium biomolekuler RSUD Prof W.Z. Johanes Kupang mengenai konfirmasi jumlah positif Covid-19 maka kami harus laporkan ke Gugus Tugas Nasional dan ke Krisis Center Kementerian Kesehatan RI untuk juga dipublikasikan,” jelas Dokter Domi. (Meldo Nailopo/Pelaksana Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Helicopter milik BNPB Kabupaten Mabar yang membawa hasil swab dan menjemput alat swab dan obat-obatan guna percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur tiba di Bandara El Tari Kupang Minggu, (17/05/2020).

Helicopter  BNPB Bawa Sampel Swab dan Drop Obat-obatan

Kadis Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes mengakui, pihaknya meminta bantuan Helicopter  milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk  membawa hasil swab dan menjemput alat swab dan obat-obatan guna percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Minggu (17/05/2020).

Sebagaimana diketahui, kedatangan helicopter  tersebut pada pukul 13.05 wita bertempat di Bandara El Tari Kupang dengan nomor penerbangan BK 117 / PK-CFS bersama Crew PIC. Capt. Eko Novie N, SIC. Capt. Randi P, EOB. M Isaneni dan HLO. Cecep Kemal yang membawa hasil swab dengan rute Bandara Komodo Labuan Bajo – Ruteng Manggarai – Frans Seda Maumere – Lewoleba Lembata – El Tari Kupang NTT – Komodo Labuan Bajo.

Ikut hadir petugas ASVEC dan AMC Bandara El Tari Kupang; Staf Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Agustinus Hermanus, petugas UPT Lab. Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, staf Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara El Tari Kupang, Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Barat, Dominikus Hawan, staf KKP Bandara Komodo Labuan Bajo,  Kasie Logistik BPBD Provinsi NTT, Gasper Losa Manisa.

Adapun data barang yang di turunkan dari pesawat helicopter adalah  sampel hasil swab sebanyak 61 sampel dengan rincian : Kabupaten Manggarai Barat sebanyak  27 sampel; Kabupaten Manggarai sebanyak 1 sampel, Kabupaten Sikka sebanyak 19 sampel; dan Kabupaten Lembata 14 sampel.

Sedangkan barang yang diangkut menuju Kabupaten Mabar antara lain: VTM Kit sebanyak 200 buah; DACRON Kit sebanyak 400 buah, obat-obatan, vaksin dan peralatan kesehatan untuk kebutuhan medis kesehatan di Kabupaten Mabar.

“Helicopter telah kembali ke Labuan Bajo dan telah tiba dengan selamat,” ucap Dokter Domi kepada pers di Kupang, Minggu (17/05/2020) sore. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Sabtu (16/05/2020) siang.

Sikka “Pecahkan Rekor” Pasien Terbanyak Covid-19 di NTT

Semakin tinggi tingkat kewaspadaan masyarakat di Provinsi NTT untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Setelah terjadi penyebaran secara horizontal lokalik atau transmisi lokal di Kota Kupang; kali ini Kabupaten Sikka – Maumere Flores “pecahkan rekor” jumlah pasien terpapar virus corona terbanyak  di Provinsi NTT.

Nah, untuk mengetahui seperti apa penambahan jumlah pasien Covid-19 plus di Provinsi NTT, ikuti penuturan Kepala Dinas  Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes kepada pers di Kupang, Sabtu (16/05/2020) siang.

“Pada hari ini Bapak Kadinkes NTT akan mengupdate kembali informasi kepada kita hasil tes swab di laboratorium biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang,” ucap jubir Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si, sesaat setelah mempersilakan Dokter Domi untuk menyampaikan hasil swab dimaksud.

Saya sampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan swab ada 46 sampel biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang diketahui ada penambahan kasus 12 Covid-19  terkonfirmasi. Terdiri dari 9 di Kabupaten Sikka; klaster KM. Lambelu, 2 dari Sumba Timur kasus Covid-19  klaster STT Sangkakala, dan 1 dari Kota Kupang Klaster Sukabumi.

Dengan penambahan kasus positif Covid-19 yang baru ini maka Provinsi NTT hingga saat berjumlah 59 dari sebelumnya 47.

Rincian perkabupaten saat ini terbanyak dari Kabupaten Sikka ada 21, Kota Kupang bertambah 1 menjadi 15, Manggarai Barat 12, Sumba Timur bertambah 2 menjadi 4, Rote Ndao 2, TTS 2, Ende 1, Nagekeo 1 dan Flores Timur 1.

Dengan semakin bertambah kasus baru, kita tentunya harus meningkatkan upaya yang komprehensif. Di beberapa tempat sudah dilakukan upaya yang terkoordinasi dan tentu upaya tersebut harus dilakukan dan tidak boleh kendor. Kegaiatan yang tetap sesuai dengan protokol kesehatan dan pembatasan jarak agar tidak terjadi transmisi lokal. Juga kita perlu memperhatikan kelompok rentan karena memilki penyakit regeneratif tertentu jika terpapar maka tingkat keparahan lebih tinggi dari orang biasa; memperhatikan juga orang usia lanjut kemudian bayi, dan kelompok lain agar dijamin interaksi dengan luar, antar orang perlu dibatasi.

Untuk percepatan pemeriksaan sampel swab yang dikirim dari kabupaten, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang terus melakukan pemeriksaan secara lebih cepat agar bisa mengakomudir sampel yang dikirim dari seluruh NTT. Kami sudah berkoordinasi dengan kepala intalasi patologi klinik RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang dan esok (Minggu 17/05/2020) setelah ibadah akan tetap melakukan pemeriksaan; agar teman – teman di kabupaten lebih cepat mendapatkan hasil atas kiriman swab ke provinsi.

Berita baiknya saat ini teman – teman dari klaster Sukabumi ada 4 orang berdasarkan pemeriksaan hasil swab 2 kali berturut – turut dinyatakan negatif dan dinyatakan sembuh; sehingga boleh pulang. Total kasus yang sembuh ada 6 orang, yaitu 5 dari rumah sakit Bhayangkara (RSB) Kupang dan 1 dari RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang. “Kita berharap agar diikuti oleh rumah sakit lainnya yang sedang merawat pasien virus corona. Dan kita doakan agar sarana  prasarana tranportasi lokal NTT agar mobolisasi hasil swab ke kabupaten lebih mudah,” tandas dokter Domi, mengakhiri breaking news, Sabtu siang. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Mere, M. Kes kepada pers di ruangan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Kamis (14/05/2020) siang. Dokter Domi saat itu didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas percepatanan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Jumlah Pasien Covid-19 di NTT Bertambah Jadi 39

Dari hari ke hari jumlah pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT terus bertambah.

“Berdasarkan pemeriksaan 46 sampel di Laboratorium RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang ditemukan ada 9 sampel yang menunjukan positif Covid-19,” tandas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Mere, M. Kes kepada pers di ruangan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Kamis (14/05/2020) siang.

Dokter Domi saat itu didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas percepatanan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Menurut Dokter Domi, dengan bertambahnya 9 kasus yang sudah terkonfirmasi ini, maka secara umum NTT sudah ada 39 kasus Covid-19 diantaranya 2 pasien dinyatakan sembuh dan 1 pasein meninggal, serta 36 masih dirawat di rumah sakit.

Dokter Domi yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatanan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT lebih lanjut menjelaskan, adapun rinciannya dari 9 kasus tersebut yaitu 8 orang positif Covid-19 dari Kabupaten Sikka yang sebagian besarnya dari Kluster Lambelu dan 1 positif dari Manggarai Barat yang berasal dari kluster Gowa.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka bersama pihak RSUD dr. TC Hillers beserta seluruh perangkatnya untuk melaksanakan tindakan pelayanan medis dengan perawatan dan isolasi bagi pasien di Rumah Sakit TC Hillers Maumere dan juga koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk melakukan tracing dan isolasi khusus untuk pasien di RS Komodo Labuan Bajo,” ungkap mantan Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.

Ia menambahkan sebagaimana diketahui dari laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, ada 2 Rumah Sakit yang menangangi pencegahan dan penanganan Covid-19 yaitu RS Komodo dan yang kedua RS Siloam Labuan Bajo.

Adapun rincian dari total 39 kasus Covid-19 dari beberapa kabupaten/kota di NTT diantaranya Manggarai Barat dengan 12 kasus, Kota Kupang 11 kasus, Kabupaten Sikka 8 kasus, Kabupaten TTS 2 kasus, Kabupaten Rote Ndao 2 kasus, Ende 1 kasus, Nagekeo 1 kasus, Flores Timur 1 Kasus, dan Sumba Timur 1 kasus.

“Jika kita lihat dari tren penyebaran dan eskalasi kasus Covid-19 sudah hampir separuh kabupaten di NTT. Oleh karena itu, akan ada kebijakan panatalaksanaan pelayanan kesehatan maupun perawatan pasien Covid-19. Saat ini juga menggunakan semua Rumah Sakit Daerah, Rumah Sakit Rujukan dan Rumah Sakit second line. Hal ini dikarenakan topografi NTT yang terdiri dari kepulauan dan kita tidak bisa melakukan rujukan pasien melalui transportasi laut dan udara,” katanya.

Lebih lanjut Dokter Domi menjelaskan, pemerintah pusat dan daerah akan selalu memberikan dukungan kepada kabupaten dengan menyiapkan resources-resources yang ada terutama Alat Pelindung Diri (APD) dan tenaga medis profesional seperti dokter spesialis paru manakala dibutuhkan.

“Baik Pemerintah dan masyarakat harus terus melakukan koordinasi untuk mengidentifikasi saudara-saudara kita yang mungkin sempat melakukan kontak dengan pasien untuk diidentifikasi dan dideteksi dengan baik sehingga kita cepat mengambil langkah-langkah antisipastif,” ungkapnya sembari menambahkan, “Pemerintah Provinsi NTT juga telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan RI dalam hal pengiriman alat tes cepat pemeriksaan Covid-19.” (Meldo Nailopo/Pelaksana Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes kepada pers di Kupang, Rabu siang. Saat itu, dokter Domi didampingi juru bicara Covid-19 yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Bertambah Jumlah Pasien Terpapar Covid-19 Plus di NTT

Hingga siang ini, Rabu (13/05/2020) jumlah pasien terpapar Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT bertambah. Jadi total ada 30 pasien Covid-19 plus. 2 pasien sembuh dan 1 pasien telah meninggal dunia.

Berikut penuturan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes kepada pers di Kupang, Rabu siang. Saat itu, dokter Domi didampingi juru bicara Covid-19 yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

“Selamat siang masyarakat NTT dimanapun berada, siang ini kami akan merilis lagi tentang penyebaran virus corona di NTT oleh Bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT,” ucap jubir Covid-19 mempersilakan dokter Domi menyampaikan keterangan pers.

Perlu saya sampaikan bahwa berdasarkan laporan dari laboratorium biomolekul RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang dari 92 spesimen swab yang diperiksa diketahui ada 11 swab yang posistif  Covid-19.

Dengan rincian sebagai berikut : swab rujukan rumah sakit daerah Komodo ada 9 berasal dari kluster Gowa. 1 lagi positif Covid-19 rujukan dari rumah sakit Ende kluster Gowa. 1 lagi positif Covid-19 rujukan dari rumah sakit daerah Soe kluster Magetan. Berdasrkan informasi yang kami terima dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia (RI) Jakarta ada 1 positif Covid-19 dari Kabupaten Sumba Timur – Waingapu dari kluster baru STT Grogol Jakarta. Oleh karena itu, penambahan Covid-19 hari ini ada 12. Sehingga total NTT berjumlah 30 dari 18 sebelum. Dari 30 kasus positif Covid-19 sembuh 2, 1 meninggal  dan sudah dipublish tadi malam.

Untuk pasien Covid-19 yang baru ada beberapa sudah dirawat dan khusus untuk pasien di Labuan Bajo sudah dikoordinasikan dengan Bapak. Gubernur dan Bapak Bupati Manggarai Barat untuk dilakukan isolasi di RSUD Komodo dan rumah sakit Siloam Labuan Bajo. 1 kasus psistif Covid-19 di Ende saat ini sudah diisolasi di RSUD Ende dan juga 1 pasien di TTS sudah kami koordinasikan dengan kabupaten untuk segera melakukan tresing dan isolasi di RSUD Soe dan RSUD di Sumba Timur – Waingapu.

Kalau dilihat peningkatan pasien Covid-19 begitu meningkat dengan tajam; hal ini karena semakin cepat frekuensi pemeriksaan sampel swab di NTT, sehingga cepat diketahui kiriman hasil swab dari kabupaten. Ada beberapa wilayah yang dalam pemeriksaan laboratorim terutama dari Kabupaten Sikka yang jumlah cukup banyak dari sampel swab yaitu 70 – an dikirim dan saat ini dilakukan pemeriksaan swab di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang. Kita harapkan agar secepatnya hasil ini dapat diketahui agar teman – teman di daerah cepat melakukan pencegahan maupun penyelidikan, penulusuran epidimolgi supaya; upaya penanganan dapat dilakukan secara kolaboratif untuk seluruh unsur gugus tugas di kabupaten/kota se NTT. Kita masih punya pekerjaan rumah adalah rujukan swab yang dikirim baik ke laboratorium EGMAN, maupun laboratorium PUSLITBANGKES dan BPTKL Surabaya. Memang saat ini masih diperiksa dan mudah  – mudahan informasinya; kita dapatkan dengan cepat.

Itu beberapa hal yang dapat disampaikan. Seperti kita tahu bahwa NTT sudah masuk zona merah; saya kira kedepan dengan pasien OTG, ODP dan PDP yang cukup banyak itu berarti kita bisa prediksi bahwa akan semakin banyak. Kita tetap berupaya terhadap pasien dengan protokol kehatan sehingga tidak ada lagi transmisi lokal di daerah kita. Karena kita merupakan daerah kepulauan. Jadi pasti kita juga membtuhkan energi yang sangat banyak sehingga perlunya kita saling mengingatkan dan menjaga kesehatan. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Terungkap Sampel Swab 3 Positif Terpapar Virus Corona

Tabir di balik hasil sampel swab di laboratorium RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang mulai terungkap. Dari 48 sampel swab ternyata terdapat tiga (3) sampel swab pasien terpapar virus corona. Ikuti penuturan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid 19 di Provinsi NTT, Dr. Drg. Domi M. Mere, M. Kes kepada pers di Kupang, Senin (11/05/2020) malam.

Malam ini saya akan melaporkan beberapa hal berkaitan dengan laporan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Dari sampel swab yang dikirim beberapa daerah, saya laporkan dikesempatan pertama malam ini; dari 48 sampel swab yang diperiksa di laboratorium di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang diketahui ada 3 sampel swab yang menunjukkan Covid-19 plus terdiri dari :

  1. Pasien yang saat ini sedang dirawat di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang;
  2. Hasil swab yang dirujuk dari pasien RSUD Aeramo di Nagekeo; dan
  3. 1 pasien positif berasal dari rujukan RSUD Soe.

Juga kami laporkan pada kesempatan ini masih ada 2 sampel swab yang positif dari klaster Sukabumi sehingga total yang kami laporkan malam ini ada 5 orang yang masih positif termasuk 3 yang baru positif dan 2 masih yang lama. Sehingga data untuk malam ini kami laporkan bertambah untuk NTT menjadi 3 orang positif.

Saat ini juga sedang berlangsung pemeriksaan dari 48 sampel berikutnya dan akan kami laporkan esok hari hasil pemeriksaan sampel yang ada. Dari kapasitas pemeriksaan  laboratorium yang ada sebagaimana kami laporkan pada kesempatan yang lalu; kita dari hari ke hari melakukan optimalisasi pemeriksaan dan esok itu juga akan dilakukan pemeriksaan untuk 96 sampel swab. Kita harapkan sampel swab yang ada di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang bisa kita selesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sehingga teman-teman di kabupaten bisa melakukan upaya-upaya tresing; upaya-upaya untuk melakukan pencegahan termasuk strategi-strategi deteksi dini dan lain-lain.

Pada kesempatan ini perlu saya laporkan khusus 1 pasien covid plus di Kota Kupang telah terjadi transmisi lokal. Oleh karena itu, sebagaimana dalam imbauan kami kemarin harus dilakukan secara terkoordinasi upaya-upaya deteksi dini; upaya-upaya pencegahan, demikian juga pengetatan pemberlakuan untuk social distancing dan physical distancing. Cuci tangan dan perilaku-perilaku hidup bersih dan sehat tidak tawar lagi. Karena sudah terjadi sesuatu yang kita kuatirkan sudah terjadi di depan mata kita. Oleh karena itu, kita mengimbau dikesempatan ini untuk para saudara yang saat ini belum melakukan dengan sungguh-sungguh berbagai protokol kesehatan yang sudah disampaikan agar sesegera mungkin untuk menjaga kita sekalian; tidak hanya saya maupun saudara tetapi terlebih pada anak, pada orang tua, dan kepada siapa saja upaya-upaya pencegahan harus segera kita lakukan.

Oleh karena itu, bapak ibu sekalian secara terkoordinasi eesok pagi kami akan menyampaikan kepada teman-teman dari Dinas Kesehatan Kota Kupang dan kabupaten untuk segera melakukan tresing dan upaya-upaya yang terkoordinasi untuk sesegera mungkin kita lakukan pembatasan-pembatasan dalam upaya untuk mencegah tertularnya atau transmisi lokal. Yang saya maksudkan pembatasan di sini bukan kita terjemahkan sebagai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tetapi upaya-upaya kita yang lebih serius untuk mengikuti protokol-protokol kesehatan yang sudah diberikan kepada masyarakat.

Teman-teman petugas laboratorium kesehatan saat ini sedang berupaya untuk melakukan pemeriksaan secara cepat agar seluruh informasi yang ditunggu oleh teman-teman di kabupaten maupun kota tidak boleh terlalu lama sebagaimana yang sudah kita dengar beberapa waktu yang lalu. Saya kira upaya-upaya percepatan harus kita lakukan dengan segera.

  • Butuh Kesiagaan Kita Semua

Di tempat yang sama juru bicara Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menegaskan, karena Provinsi NTT sudah berada di zona merah maka diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaannya. “Kita sudah mendengar bersama masyarakat NTT dimanapun berada; NTT sudah menjadi zona merah dan sudah ada penularan lokal antara orang. Jadi kita harapkan kesiagaan kewaspadaan kita semua,” tegas Marius.

Dia menilai, Kota Kupang dan berbagai kota lain yang ada di Provinsi NTT masih sangat ramai. “Kita melihat kota kita ini masih sangat ramai; Kota Kupang kita harapkan kota-kota lain di seluruh NTT sudah bisa mengontrol lalu lintas manusia; arus orang di dalam wilayahnya masing-masing. Kita sudah masuk dalam tahap yang mengkuatirkan, karena tidak lagi hanya importir case atau kasus impor tetapi juga sudah penularan antara orang lokal dan ini tentu perlu kewaspadaan kita semua,” ujar dia dan menambahkan, “Karena itu, melalu media ini kami harapkan masyarakat bisa mewaspadai penularan antara orang secara lokal dan ini tentu membutuhkan kesiagaan kita semua.”

  • Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas Covid-19, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Sabtu (09/05/2020) sore. Saat itu Dokter Domi didampingi jubir Covid-19 yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

PCR Real Time, Namum Perlu Modifikasi dan Adaptasi untuk Covid-19

Akhirnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam hal ini gugus tugas percepatanan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 mengumumkan hasil tes sampel swab di laboratorium RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas Covid-19, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes menyampaikan tiga (3) hal penting untuk diketahui masyarakat di NTT.

“Sore hari ini, saya akan menyampaikan 3 hal yang perlu diketahui oleh rekan-rekan media,” ucap dokter Domi kepada pers di Kupang, Sabtu (09/05/2020) sore.

Ikuti penuturan dokter Domi yang saat itu didampingi jubir Covid-19 yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si berikut ini :

Pertama, berkaitan dengan hasil pemeriksaan laboratorium atas swab yang sudah dikirim ke laboratorium RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang yang pertama perlu kami sampaikan sebagaimana kita ketahui bahwa mesin PCR (Polymerease Chain Reaction) real-time yang ada di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang itu adalah mesin yang pada awalnya digunakan untuk pemeriksaan HIV/AIDS. Selanjutnya mesin yang sama, kita lakukan beberapa penambahan komponen dan modifikasi untuk kita gunakan dalam pemeriksaan Covid-19. Oleh karena itu, perlu ada adaptasi; perlu dilakukan adaptasi di sana-sini dan perlu dilakukan penambahan komponen perawatan. Oleh karena itu, pada tahap awalnya kita tentu tidak akan merunningkan sesuai dengan kekuatan maksimal dalam hal ini 96 sampel sekaligus atau 48 sampel sekaligus; yang kita lakukan pemeriksaan sampel swab itu. Nah, pada tahap awal, kita lakukan pemeriksaan untuk 24 sampel swab. Dan untuk rekan-rekan media ketahui, kita prioritaskan pertama pemeriksaan sampel swab untuk para saudara kita dari klaster Sukabumi.

Di moment ini, saya akan melaporkan tentang perkembangan dari hasil pemeriksaan sampel swab yang ada. Sebagaimana kita ketahui bahwa dari 8 yang positif Covid-19 hasil pemeriksaan sampel swab itu 4 nya negatif; yang 4 nya masih positif. Dan saat ini semuanya masih dalam penanganan atau perawatan dan semua kondisinya stabil. Hasil koordinasi kami dengan direktur RSB (Rumah Sakit Bhayangkara) Kupang dan jajarannya semuanya dalam kondisi baik dan stabil, dan diberikan pengobatan sesuai dengan standar atau penatalaksanaan pengobatan untuk Covid-19. Untuk 4 saudara kita yang negatif itu; kita akan mengambil lagi swab berikutnya. Manakala sudah dua kali pengambilan swab dan hasilnya negatif, sudah dapat dipulangkan; itu berita baik yang kita sampaikan.

Kemudian diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan untuk klaster yang itu (Sukabumi) juga dilakukan pemeriksaan ulang. Untuk pemeriksaan swabnya ada 1 yang menunjukkan tanda positif. Oleh karena itu, khusus untuk klaster Sukabumi dari total yang ada 8 bertambah satu menjadi 9. Kemudian apabila nanti di 4 yang sampel swabnya negatif pada saat kita melakukan pemeriksaan swab ulang; nanti bila menunjukkan dua kali negatif maka tentu sudah harus ada penurunan dari angka yang ada tadi yang saya laporkan. Tadi 9 akan berkurang tentunya nanti apabila hasilnya sudah kita ketahui.

Hal yang paling penting kita lakukan adalah selalu kombinasikan dalam penanganan dan fokus kita adalah pada deteksi dini dan upaya-upaya pencegahan. Kita tidak inginkan akan terjadi transmisi lokal baik di Kota Kupang maupun seluruh NTT. Oleh karena itu, upaya terkoordinasi yang sudah dilakukan; perlu lagi diperkuat. Kita melihat kerumunan massa sudah mulai banyak khususnya di Kota Kupang. Demikian juga disiplin dalam penggunaan masker; sudah longgar sekali. Kalau teman-teman media lihat di jalan-jalan masih banyak saudara kita; teman-teman kita yang tidak menggunakan masker di area-area publik. Hal ini berbahaya sekali. Karena bisa terjadi transmisi lokal dan apabila itu terjadi maka energi yang dibutuhkan tidak sedikit. Sebagaimana teman-teman media ketahui di berbagai tempat; di seluruh Indonesia, di daerah-daerah terpapar dengan jumlah kasusnya yang banyak; mereka sedang bergejolak menghadapi transmisi lokal yang ada; energi kita tidak cukup kuat kalau (transmisi local) ini terjadi di NTT dan ini membutuhkan banyak sekali resourses (sumber daya) yang harus kita siapkan.

Kedua, saya laporkan kepada teman-teman media sekalian hari (Sabtu, 9 Mei 2020) ini sudah dilakukan penerbangan perdana pesawat udara yang dicarter khusus oleh Pemprov NTT. Hal ini sesuai dengan kebijakan dan arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub; hari ini ada 3 lokus penerbangan yaitu Kupang-Waingapu untuk mengcover seluruh dataran Sumba dari Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya; dalam rangka mendistribusi rapid tes dan viral transport media (VTM) yang nanti akan digunakan oleh teman-teman di kabupaten untuk mengirimkan sampel swab ke provinsi. Karena media-media itu; saat ini cukup langka di wilayah atau di kabupaten-kabupaten. Kedua dari Waingapu penerbangannya menuju Labuan Bajo di bandara Komodo untuk menurunkan rapid test dan viral transport media untuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Pada saat menurunkan viral transport media dan rapid test pesawat itu juga mengangkut sampel swab yang sudah disiapkan di 3 kabupaten itu. Kemudian yang berikut dari Labuan Bajo ke bandara Frans Seda di Maumere untuk mengakomodir pendrompingan VTM dan rapid test untuk 8 kabupaten lainnya di daerah Flores bagian Tengah dan Timur yaitu Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flotim, dan Lembata. Total rapid test yang dikirim ke 13 kabupaten sebanyak 520 dan total VTM yang dikirim sebanyak 720. Hal ini penting agar teman-teman di kabupaten bisa segera menggunakannya untuk mengirim swab ke provinsi sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Sedangkan untuk daerah Timor; seluruh kabupaten di daratan Timor menggunakan sarana prasarana transportasi darat. Untuk Rote Ndao dan beberapa kabupaten lainnya menggunakan sarana transportasi laut. Tapi manakala nanti jumlahnya banyak kita juga akan menggerakan kendaraan atau pesawat yang ada untuk mengcolec-nya misalnya dari Alor dan dari Kabupaten Sabu Raijua ke Kupang.

Ketiga, berdasarkan arahan Bapak Gub dan Bapak Wagub pagi (Sabtu, 9 Mei 2020) tadi setelah mendengar laporan dari Bapak Bupati Nagekeo tentang peristiwa kebakaran di sarana farmasi RS Aeramo di Mbai Nagekeo maka sesuai dengan permintaan dari Bapak Bupati Nagekeo agar Pemprov NTT bisa mengakomudir permintaan obat-obat yang sifatnya darurat. Obat-obat emergency dan termasuk juga APD (Alat Pelindung Diri). Oleh karena semuanya juga ikut terbakar maka kita sedang menyiapkan bersama teman-teman di gudang farmasi Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk mengatur segala sesuatunya; untuk mensupport agar tidak terjadi colebs dalam pelayanan di Nagekeo. Maka esok pagi (Minggu 10 Mei 2020) rencannya kita akan mendroping permintaan itu melalui Bandara Haji Hasan Aroeboesman di Ende. Tentu ada banyak hal yang harus dipikirkan karena sarana farmasi itu merupakan tulang punggung dalam pelayanan kesehatan RS di Aeramo.

  • Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.
Kadis Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes mengumumkan penambahan 1 pasien positif virus corona di NTT, Rabu (06/05/2020) sore. Didampingi juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

NTT Tambah 1 Positif, Gubernur VBL: Berapapun Jumlah Pasien Covid-19 akan Diobati

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang juga Ketua Umum gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT menegaskan, berapa pun jumlah pasien; baik yang berstatus Orang Tanpa Gelaja (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun yang terkonfirmasi positif virus corona di Provinsi NTT akan diobat.

“Berapa saja kita obati, namanya orang sakit,” tandas Gubernur VBL menjawab pertanyaan pers di Kupang, Rabu (06/05/2020).

Gubernur VBL yang baru saja selesai menggelar video conference Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT di gedung Sasando Jalan Raya El Tari Nomor 52 Kupang itu lebih lanjut menjelaskan, pasien yang telah diumumkan terkonfirmasi positif, mereka semua telah melewati masa inkubasi.

“Ini yang menarik. Situasi dan kondisi seperti ini harus kita jaga,” tandas Gubernur VBL sembari berharap, “situasi dan kondisi di NTT ini menjadi kekuatan bagi masyarakat di NTT.”

Gubernur juga mengapresiasi sikap taat dan patuh dari masyarakat yang senantiasa mengikuti protokol-protokol kesehatan baik WHO maupun otoritas pemerintah. “Kita selalu jaga jarak. Semua sesuai protokol Covid-19,” kata Gubernur.

Karena di Provinsi NTT, sebut Gubernur VBL, telah ada laboratorium PCR atau Polymerase Chain Reaction di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang maka semakin cepat diketahui sampel swab dari para pasien tersebut.

“Kita sudah punya laboratorium PCR. Mulai esok (Kamis, 7 Mei 2020) kita operasionalkan. Pagi dites sore sudah bisa diketahui hasilnya,” ucap Gubernur VBL yang saat itu didampingi Wagub NTT yang juga Wakil Ketua Umum gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM.

  • Tambah 1 Pasien Positif

Sementara itu Kadis Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes mengumumkan penambahan 1 pasien positif virus corona di NTT.

“Berdasarkan informasi dari laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Republik Indonesia di Jakarta, kami sampaikan bahwa untuk wilayah di NTT bertambah lagi 1 covid positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang dikirim ke Jakarta. Itu berarti secara keseluruhan NTT sampai saat ini ada 12 yang positif Covid-19. 1 pasien telah sembuh dan 11 pasien saat ini sedang dalam perawatan,” jelas Dokter Domi kepada pers di ruang Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Rabu sore.

Menurut Dokter Domi, kasus baru ini berasal dari klaster kapal Lembelu. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatannya untuk segera melalukan perawatan dan isolasi di rumah sakit. Sejak awal yang bersangkutan mendapatkan penanganan isolasi terpusat di Larantuka,” ungkap mantan Direktur RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.

Menurut rencana sebut Dokter Domi, esok Kamis (07/05/2020) Gubernur NTT akan meninjau laboratorium PCR di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.

“Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan bahwa untuk  mempercepat informasi penanganan Covid-19 esok dilakukan pelayanan pemeriksaan swab tes di RSUD Prof. W. Z. Johanes; yang akan ditinjau secara langsung oleh Bapak Gubernur. Persiapan sudah dilakukan, termasuk kunjungan Bapak Gubernur beserta Ketua Pelaksana gugus tugas penanganan covid-19 di NTT, Bapak Sekretaris Daerah Provinsi NTT,” jelas Dokter Domi, yang saat itu didampingi juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Senin (04/05/2020) sore.

NTT Tambah 1 Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19

Provinsi NTT kembali menambah jumlah pasien terkonfirmasi positif. Setelah sebelumnya terkonfirmasi 7 pasien positif di Kota Kupang dari kluster Sukabumi dan 2 di Labuan Bajo Manggarai Barat (Mabar) asal kluster Gowa; maka hari ini Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes menegaskan, ada penambahan 1 pasien positif Covid-19 di NTT.

“Sore hari ini kami ingin menyampaikan hal-hal sebagai berikut : pertama, berdasarkan feedback dari laboaratorium  EGMAN di Jakarta dari swab yang kita kirim untuk diperiksa di sana, kita ada penambahan 1 pasien Covid-19 dari kluster Sukabumi,” ucap Dokter Domi kepada pers di Kupang, Senin (04/05/2020).

Menurut Dokter Domi, pasien yang terkonfirmasi tersebut telah dirawat di rumah sakit. “Dari penambahan tersebut sudah dirawat dirumah sakit, kondisi dalam keadaan baik berdasarkan laporan yang kami terima dari yang rumah sakit bersangkutan,” jelas Dokter Domi.

Kemudian kata Dokter Domi, hal yang perlu dilakukan untuk percepatan upaya oprasional PCR (Polymerase Chain Reaction) di laboratorium RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang, rencananya reagen yang dibutuhkan untuk PCR yang ada di RSUD Johanes  Kupang sore hari ini akan terbang dari Jakarta ke Surabaya dengan menggunakan kargo penerbangan dari Garuda. “Kemudian malam akan langsung dipindahkan ke cargo Citilink dan kita doakan agar semoga esok pagi jam 10 sudah bisa tiba di Kupang,” ucap Dokter Domi.

Dia menambahkan, “Saya mengundang teman-teman media, agar kita bisa mempublish kondisi ini sehingga masyarakat tahu bahwa kita berupaya secepatnya untuk mengoprasionalkan laboratorium PCR yang ada.”

Jika PCR ini sudah bisa dioperasionalkan, sebut mantan Direktur RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang maka status pasien yang terkonfirmasi positif cepat diketahui. “Hal ini penting agar kita bisa tahu dengan cepat status dari pasien yang kita periksa dari laboratorium, disamping itu juga biar pihak rumah sakit yang ada di kabupaten di daerah juga cepat mendapatkan kepastian hasil swab yang dikirim ke Provinsi NTT,” tutur Dokter Domi.

Dokter Domi menceritakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan gugus tugas Covid-19 nasional. “Perlu kami laporkan pada kesempatan ini, tadi malam dalam komunikasi kami dengan Bapak Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit, Bapak Dr. Ahmad Yurianto selaku juru bicara Covid-19 nasional direncanakan untuk NTT juga akan dibantu peralatan tes cepat molekuler yang juga menggunakan metode PCR,” jelas dia.

“Tetapi alat tersebut teman – teman kesehatan lebih familiar dengang enexpert yang selama ini digunakan untuk pemerikasaan pasien TB. Peralatan  yang ada tinggal dilengkapi dengan katriks baru dan bisa digunakan untuk dikembangkan bagi pemeriksaan Covid,” tambah Dokter Domi. Namun demikian sambung dia, tidak saja syarat peralatan tes cepat molekuler itu sendiri tetapi agar aman untuk petugas sehingga tidak terjadi kontaminasi dan menginfeksi petugas. Juga specimen itu tidak terkontaminasi maka dibutuhkan alat yang disebut dengan bioseptik kabinet. Sehinggga dipastikan bahwa peralatan itu sesuai dengan kondisinya dan aman untuk petugas. “Kita  rencanakan alat itu akan diinstal dan didistribusikan atau dikerjakan tidak saja hanya di rumah sakit W. Z. Johanes tetapi sesuai dengan kondisi topografi kita di NTT. Nanti di Flores di rumah sakit TC Hillers, di rumah sakit umum Ende dan beberapa rumah sakit lainnya di Flores. Kemudian khusus di Timor kita akan tempatkan di rumah sakit Atambua. Di Sumba, di rumah sakit Umbu Rara Meha di Waingapu Sumba Timur dan beberapa rumah sakit lainnya. Alat tes cepat molekuler itu sudah ada tinggal menambah komponen-komponen lain  atau dikembangkan dengan komponen lainnya seperti katriks yang baru yang  penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan untuk pasien Covid,” jelas Dokter Domi yang saat itu didampingi juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

  • Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.
Kadis Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes mengumumkan penambahan 1 pasien positif virus corona di NTT, Rabu (06/05/2020) sore. Didampingi juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Lengkapi Peralatan Medis untuk Covid-19, Dokter Domi Akui Terus Berbenah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam hal ini Dinas Kesehatan NTT terus berbenah untuk melengkapi sarana dan prasarana medis dalam menangani penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT.

“Kita memang sedang berbenah. Terutama berkaitan dengan penyediaan sarana prasarana laboratorium PCR. Tadi sore melalui pesawat CN295 telah datang salah seorang teknisi laboratorium PCR yang akan melengkapi peralatan PCR yang ada di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang,” jelas Kadis Kesehatan NTT, Dr. Drg. Domi M. Mere, M.Kes kepada pers di Kupang, Selasa (28/04/2020) malam.

Menurut dokter Domi yang juga Sekretaris I gugus tugas percepatana penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, dengan menambah komponen-komponen termasuk Vilip PCR dan komponen lainnya maka dalam waktu dekat ini sudah bisa digunakan. “Harus segera diselesaikan. Ini semua akan berlangsung 1 atau 2 hari; sambil kita menunggu kedatangan reagen yang mudah- mudahan di akhir bulan ini atau di awal bulan Mei sudah tiba RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang,” ucap dokter Domi.

Jika semua peralatan dan laboratoirum di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang telah disetting sesuai standar, kata dokter Domi maka proses pemeriksaan swab tidak terlalu lama. “Hal ini penting sekali agar tidak terjadi kelambatan di dalam pemeriksaan hasil swab. Sehingga teman-teman di kabupaten tidak merasa terlalu lama pemeriksaan dan hasilnya supaya diketahui baik oleh petugas maupun oleh masyarakat pada umumnya,” kata mantan Dirut RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang.

Dia mengaku. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) telah berkoordinasi dengan gugus tugas nasional untuk menambah lagi satu alat PCR. “Bapak Gubernur berkomitmen untuk melengkapi semua ini; termasuk sudah ada koordinasi dengan gugus tugas nasional untuk menambah lagi satu alat PCR yang dari Surabaya. Namun demikian masih ada kendala di beberapa hal. Sehingga peralatannya itu belum sampai hari ini. Mudah-mudahan kita doakan secepatnya sampai di Kupang dan akan menjadi komplomenter untuk pemeriksaan di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang,” kata dokter Domi.

Kalau hal itu terjadi, sambung dokter Domi maka satu hari bisa dilakukan pemeriksaan lebih dari 90 sampel hasil swab. Peralatan yang ada sekarang ini sekali periksa bisa 24 sampel swab dan  kita targetkan 1 hari untuk 12 jam itu sekitar 48 sampel. Saya pikir ini cukup untuk kita di NTT dengan karakteristik seperti ini,” ucap dia.

Yang paling penting menurut dokter Domi adalah komitmen Pemprov NTT termasuk Gubernur untuk mengantisipasi masuknya warga masyarakat yang beraal dari daerah terpapar. “Ini hal yang penting; yang harus terus kita lakukan agar tidak terjadi penyebaran virus corona antar penduduk dan antar wilayah di NTT,” ujarnya.

Data yang diperoleh dari tim gugus tugas percepatana penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Selasa (28/04/2020) di VIP room  Lanud El Tari Kupang telah dilaksanakan serah terima 40 koli Alat Pelindung Diri (APD); 36 koli (1.800 pieces) untuk kebutuhan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan 4 koli (200 pieces) untuk kebutuhan Dinas Kesehatan Kota Kupang serta Alkes (1 set RT PCR Abbot M2000 dan 1 set optical calibration kit) dari Danlanud El tari Kupang, Kol (Pnb) Agus Setiawan kepada gugus tugas percepatana penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang diwakili Kadis Kesehatan NTT, Dr. Drg. Domi M. Mere, M.Kes.

APD tersebut merupakan dropping ke VI dari gugus tugas Covid-19 nasional. Sebelum penerimaan APD telah dilaksanakan prosedur penerimaan barang sesuai standar medis atau kesehatan oleh petugas gugus tugas Covid-19 Provinsi NTT yang dibantu personil Korem 161/WS.

  • Penulis: Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.