Selamatkan Nelayan Asal Sabu Raijua, Pemprov NTT Sampaikan Ucapan Terima Kasih kepada Pemprov NTB

Karena telah menyelamatkan seorang nelayan asal Sabu Raijua, Timotius Tina Geta maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB). Terima kasih yang sama disampaikan kepada para nelayan yang ada di perairan Lombok Timur yang telah membantu menyelamatkan Timotius Tina Geta.

“Atas nama Pemprov NTT, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTB dan seluruh jajarannya. Pihak Basarnas NTB, Badan Penanggulangan Bencana Provinsi NTB dan juga para nelayan di wilayah perairan Lombok Timur,” tegas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Rabu (03/06/2020) sore.

Menurut Marius, kejadian yang menimpa nelayan asal Sabu Raijua ini menjadi pembelajaran berharga bagi para nelayan lainnya yang ada di Provinsi NTT.

“Ucapan terima kasih mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada saudara-saudara kita di seluruh Nusa Tenggara Barat yang telah menyelamatkan salah seorang saudara kita yang terkena bencana laut dan Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menjemput Bapak Timotius dan ini akan menjadi pembelajaran bagi kita semua terutama bapak-bapak kita; saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai nelayan di manapun di seluruh Nusa Tenggara Timur,” ucap Marius.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, dr.  Messerassi B.V. Ataupah melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi NTT, Djoese S.M. Nai Buti, S.Pt, M.Si menjelaskan, pada awalnya pihak Dinas Sosial Provinsi NTT mendapatkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTB. “Lalu melakukan koordinasi dengan teman-teman di Dinas Sosial Provinsi NTB. Jadi, mekanisme kalau ada masyarakat kita yang terdampar atau terlantar maka itu menjadi tugas dan kewenangannya Dinas Sosial,” kata  Nai Buti.

Dia menambahkan, “kemudian sesuai dengan koordinasi yang intensif ternyata Basarnas Provinsi NTB ternyata punya komitmen yang luar biasa. Rencana awal untuk  memulangkan Bapak Timotius tanggal 25 Mei 2020. Tapi ternyata karena kita sedang berada pada pandemic Covid-19 sehingga sarana transportasi tidak tersedia.  Ditunda ke tanggal 2 Juni 2020.”

Karena masih dalam masa pandemic Covid-19, sebut Nai Buti, nelayan asal Sabu Raijua ini dirapid tes sebanyak dua kali. “Hasilnya negative. Sehingga beliau diijinkan untuk berangkat kemarin siang dengan kapal feri menuju Denpasar dan pagi (Rabu, 03/06/2020) tadi berangkat dari Denpasar dengan Garuda dan tiba di sini. Diterima oleh Basarnas NTT dan  Basarnas NTT menyerahkan kepada Pemprov NTT melalui Dinas Sosial Provinsi NTT,” kata dia.

Menurut Nai Buti, Kamis (04/05/2020) pagi Tina Geta akan diserahkan kepada keluarga yang ada di Kupang. “Namun sebelum menyerahkan kepada pihak keluarga Dinas Sosial Provinsi NTT mau memastikan seluruh keluarga yang mau menerima Bapak Timotius Tina Geta ini dalam keadaan sehat. Hal yang sama jika nanti akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua melalui Dinas Sosial Kabupaten Sabu Raijua,” ucap Nai Buti, apa adanya. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si

Mencerna Makna Kelahiran Pancasila di tengah Pandemi Covid-19 di NTT

MESKI tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Provinsi NTT selama hampir tiga bulan ini disibukan dengan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 namum spirit untuk mencerna makna di balik Kelahiran Pancasila yang selalu diperingati tanggal 1 Juni tetap diingat dan dikenang selalu oleh setiap anak bangsa termasuk yang ada di Provinsi NTT.

Karena itu, beberapa waktu lalu penyiar Radio Swara NTT, mis Rivani Bistolen mewawancarai Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si dan Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Provinsi NTT, Ursula Ga’a Lio Dando, S.Ip.

Bersama Radio Swara NTT Kita Wujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera. Nah, seperti apa makna di balik hari lahirnya Pancasila dalam kehidupan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan kaum milenial di NTT; ikuti  petikan wawancara berikut ini :

Bagaimana menurut bapak Kepala Biro tentang implementasi  nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat di Provinsi NTT?

Kalau kita mau kembali menggali tentang lahirnya Pancasila, maka ijinkan saya untuk bercerita sedikit tentang Bung Karno; ketika dibuang atau diasingkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda ke Ende – Flores antara tahun 1934 hingga 1938.     Beliau (Bung Karno)  banyak bersosialisasi dan berdiskusi dengan para misionaris Katolik di Ende dan para misionaris Katolik dari Belanda. Sebagian besar waktu dari Bung Karno; dia habiskan di perpustakaan dari para pastor ini. Beliau belajar banyak dari pastor-pastor tentang filsafat. Bagaimana teologi, bagaimana kehidupan bernegara dan sebagainya. Sebetulnya ide-ide Pancasila itu lahir dari perenungan dan refleksi yang sangat mendalam dari Bung Karno serta diskusi-diskusi kreatif dengan para filsuf yang berasal dari Eropa.

Kalau kita pelajari ideologi Pancasila yang saat ini menjadi ideologi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ide-ide tentang Ketuhanan, Kemanusiaan,  Persatuan, Kerakyatan, Musyawarah dan Keadilan Sosial itu merupakan landasan utama pada filosofi manusia. Jadi sebetulnya ideologi Pancasila yang digali oleh Bung Karno tidak lahir begitu saja. Namun ada dalam satu proses. Pertanyaannya adalah ketika ideologi Pancasila menjadi ideologi bangsa dan negara kita, sejauh mana implementasinya?  Inilah tantangan kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk  kita di Provinsi NTT.

Bagaimana mewujudkan ide-ide Ketuhanan, Kemanusiaan, Keadilan, Musyawarah, Persatuan dan sebagainya. Kalau kita pelajari dari sejarah Pancasila,  ada keterkaitan antara sila satu hingga sila kelima, sehingga tidak dapat dipisahkan. Ketuhanan merupakan vertikal tetapi vertikal itu dikaitkan dengan hubungan kemanusiaan atau horizontal; makanya Pancasila kita lihat sebagai suatu piramida yang di atasnya ada ide Ketuhanan, lalu didukung oleh basis-basis hubungan horizontal kemanusiaan. Dan kemanusiaan tidak berjalan sendiri. Kemanusiaan juga terintegrasi dan disatukan dalam satu martabat kemanusiaan yang sama sehingga muncul kesatuan. Kesatuan tidak berjalan sendiri, dia diwujudkan dengan suatu keadilan perlakuan; itulah keadilan sosial. Jadi antara sila pertama hingga kelima tidak terpisahkan satu sama lain. Nah, bagaimana wujud-wujud Pancasila itu ada dalam kehidupan kita ?

Mungkin secara kasat mata kita bisa melihat bagaimana Ketuhanan dipraktekkan oleh agama-agama besar kita serta juga agama tradisional yang dianut oleh masyarakat dunia termasuk masyarakat Indonesia. Misalnya di Manggarai; dimana agama tradisional masih banyak dianut; begitu juga di Sumba, di Ende dan lainnya. Walaupun masyarakat tradisional tempo dulu berdoa di balik batu, di balik pohon, sungai, mata air dan sebagainya tetapi tujuan utamanya adalah kepada wujud tertinggi yakni yang suci. Walaupun kasat mata mereka menyembah batu, pohon, mata air tapi metafisiknya di balik itu terkandung suatu penghormatan yang disebut the secret atau wujud tertinggi. Wujud tertinggi itulah yang kemudian dibahasa agama Wahyu disebut Tuhan.

Nah, ketika kita masuk dalam praktek pemerintahan dan bermasyarakat, ide-ide Ketuhanan itu tidak terlepas dari sila-sila yang lain. Setiap tindakan kita, setiap aksi sosial kita, itu berada dalam bingkai yang terintegrasi dari lima sila itu. Oleh karena itu, ketika para Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja, sebetulnya dia sedang memuliakan martabat manusia itu sendiri dan Tuhan; dan supaya dia bisa memuliakan Tuhan, dia harus bersatu dengan individu-individu lain. Dan itu akan terintegrasi dalam satu martabat kemanusiaan yang sama dan martabat manusia itu akan didukung oleh hal-hal yang lain seperti keadilan, kedamaian, kerjasama, gotong royong dan sebagainya.

Oleh karena itu, dalam membangun negara ini harus dibangun secara bersama dalam satu kebersatuan dari kelima sila itu. Karena itu, setiap kita bekerja di kantor pemerintah, kantor swasta; sebenarnya itu adalah wujud nyata dari bagaimana kita menghargai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, Mufakat, Keadilan, dan sebagainya. Setiap kita, ketika melakukan pekerjaan hendaklah  nilai-nilai inilah yang kita perjuangkan di dalam tindakan dan aksi sosial kita. Tidak hanya di kantor pemerintah tapi juga di tengah kehidupan masyarakat setiap hari.

Luar biasa penjelasan Bapak.

Tetapi dalam kehidupan sehari-hari masih banyak yang sulit membedakan antara Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila. Nah, bagaimana pandangan Ibu Ursula ?

Baik. Kalau bicara soal hari lahir itu artinya dimana Pancasila dicetuskan sebagai landasan dari sebuah Negara. Sedangkan kesaktian adalah sebuah ujian terhadap kekuatan Pancasila itu sendiri. Itu terjadinya di 1 Oktober. Kaum milenial perlu mengetahui bahwa tanggal 1 Juni dirayakan sebagai Hari Lahir Pancasila. Tanpa Pancasila tidak ada negara ini. Karena ada Pancasila maka ada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih eksis hingga hari ini. NKRI yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan antar golongan atau yang sering disingkat SARA. Karena itu, saya berharap agara kaum milenial sekarang ini harus lebih kreatif dalam mengimplementasikan Pancasila dalam setiap pikiran, perkataan dan tindakan yang nyata.

Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Provinsi NTT, Ursula Ga’a Lio Dando, S.Ip
Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Provinsi NTT, Ursula Ga’a Lio Dando, S.Ip

Baik Ibu Ursula, terima kasih untuk penjelasannya.

Di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 seperti sekarang ini, menurut Bapak Kepala Biro bagaiaman kita memaknai Hari Lahir Pancasila  di tengah pandemic Covid-19  yang penyebarannya sangat tinggi termasuk di Indonesia, dan juga NTT ?

Di sini konten dari lima sila ini diuji. Pada kesempatan di mana semua sektor kehidupan masyarakat dunia termasuk Indonesia dan NTT kolaps, di sini dibutuhkan suatu kesadaran bersama untuk bangkit kembali. Mari kita lihat satu per satu. Saat ini, kita melihat bahwa dengan adanya penyebaran virus corona ini masyarakat waspada. Dan juga protokol-protokol kesehatan yang harus dilakukan. Kemudian dalam suasana ini juga martabat manusia diuji. Solidaritas kemanusiaan, kerjasama, gotong royong, keadilan sosial, ketuhanan juga diuji.

Selama ini kita beribadah di Masjid, di Pura, di Gereja secara teratur, tetapi saat pandemic mau tidak mau kita harus ibadah dari rumah saja. Jadi Ketuhanan diuji. Nah, bagaimana ketakwaan kita kepada Tuhan ? Apakah cukup kita hadir di Masjid, Gereja, Pura ? Inilah ketakwaan kita diuji. Kita juga diuji kemanusiaan. Sejauh mana solidaritas kemanusaian kita tetap hidup dan berkembang saat ini? Kita melihat masyarakat solidaritasnya itu; tidak begitu gampangnya berbagai asosiasi; perorangan, individu lalu kemudian alumni saling membantu masker, sembako, alat pelindung diri, dan sebagainya. Itu salah satu aspek kemanusiaan yang kita harus junjung tinggi dan kita memberikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah membantu meringankan beban sesamanya.

Lalu kemudian disitu kita lihat bahwa kita dituntut untuk bersatu dan bekerja sama itu sila ke-3. Kita melihat kalau kita harus bersatu untuk menghadapi virus ini tidak hanya dengan mengikuti semua protokolnya dan itu berada dalam sila ke-4 saling menasehati supaya pakai masker; supaya menghindari kerumunan; supaya cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir; menjaga imun tubuh supaya tetap kuat. Nah, itu salah satu wujud nyata dari sila ke-4 menjunjung tinggi musyawarah mufakat. Jadi hendaklah di dalam masa pandemic ini tidak ada yang di luar kemufakatan misalnya acuh tak acuh; tidak peduli dengan protokol kesehatan, karena sangat berisiko ya dan juga tidak lama sampai pandemi ini aspek-aspek keadilan itu juga diuji ada begitu banyak bantuan pemerintah; Pemerintahan Pusat, Pemerintahan Provinsi NTT, Pemerintahan Kabupaten/Kota yang sekarang pertanyaannya sejauh mana aspek-aspek ini bisa diwujudkan dalam bantuan itu sangat bergantung pada aparat kita baik di desa; di kabupaten; kecamatan maupun provinsi atau pun sampai Pemerintah Pusat; dimana bantuan-bantuan itu disalurkan kepada orang-orang yang berhak mendapatkannya. Nah, kita melihat di berbagai daerah begitu banyak bantuan yang tidak tepat sasaran. Nah, di situ aspek keadilan terganggu atau terdistorsi. Kita mau mengatakan bahwa dalam masa pandemic Covid-19 ini eskalasinya luar biasa di berbagai negara termasuk Indonesia dan juga Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebetulnya kelima sila dalam Pancasila ini sedang diuji; aspek Ketuhanan, aspek Kemanusiaan, aspek Persatuannya; kebersatuannya,  aspek Kemufakatannya kerakyatan; diuji. Itu semua diuji sejauh mana dan kita lihat ada kelebihan dan kekurangan dari praktek-praktek itu.

Mudah-mudahan Covid-19 ini juga mengajarkan kita berbagai hal. Mengajarkan kita tentang kebersihan. Kalau kita melihat dari foto-foto satelit NASA ya,  keadaan planet bumi sebelum dan sesudah; wow kita melihat sebelum Covid-19 ini begitu kotornya planet bumi ini.

Lalu bagaimana menurut Ibu Ursula ? Pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari pandemi Covid-19 ini ?

Kalau dari saya, masa pandemic Covid-19 ini mengajarkan kita tentang bagaimana dalam kebersamaan; Pancasila merupakan ideologi negara yang mempersatukan bangsa Indonesia dalam kebhinekaan; suku bangsa, agama, ras, bahasa dan adat-istiadat. Di masa pandemic, kebhinekaan yang ada menjadi sebuah anugerah yang harus kita kelola secara beradab dan demokratis. Kebhinekaan membuktikan bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa  kita selesaikan. Dan ini terlihat bagaimana masing-masing bergotong-royong memberikan dukungan, bantuan tanpa melihat dari golongan mana, dari suku apa. Ini adalah bentuk-bentuk implementasi Pancasila sebagai ideologi bangsa kita.

Apa yang bisa kita wariskan ibu ?

Saya pikir semangat dan upaya gotong royong yang selama ini sudah kita wujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari; ini yang harus kita wariskan kepada anak cucu kita. Upaya-upaya pewarisan ini sebenarnya sudah ada; tinggal bagaimana anak cucu kita memahami dan mengimplementasikan lagi dalam kehidupan mereka dan dikembangkan hingga mereka dewasa dan paham bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah satu-satunya menjadi pegangan kita dalam berbangsa dan bernegara dalam situasi apapun termasuk di masa pandemic Covid-19 saat ini.

Lalu bagaimana dengan Bapak Karo ?

Persis. Kita harus tetap jaga ideologi Pancasila dari setiap rongrongan atau ancaman juga gangguan dari ideologi manapun yang ada di dunia ini. Oleh karena itu, kita harus bersatu, membela, mempertahankan, menjaga nilai-nilai dan semua hal yang terkadung di Pancasila. Tentu masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke; dari Sangirtalaud hingga Rote Ndao;  hidup damai walaupun pandemic Covid-19 tapi terlihat masing-masing provinsi hingga masyarakat yang ada di desa-desa saling gotong royong. Hal ini sangat terlihat jelas.

Nah, kalau kita buka sejarah, setiap seratus tahun virus itu muncul. Tahun 1914-1918 adalah perang dunia pertama di Eropa, sangat mengguncang dunia. lalu setelah perang dunia pertama muncul virus Spanyol yang menyebar ke berbagai negara dan hingga puluhan juta warga dunia yang meninggal.

Lalu kemudian, muncul kembali virus corona ini di tahun 2020;  walaupun banyak isu bahwa ini senjata biologi. Namun kita melihat sejarah bahwa virus memang sudah menjadi bagian dari kehidupan umat manusia. Khusus untuk masyarakat atau umat Kristiani semua yang terjadi ini telah tertulis (ada) di dalam Kitab Suci; melalui tulah-tulah, bagaimana Tuhan mangajarkan kita menjaga diri dan sebagainya. Semua sudah ada Kitab Suci juga di Al Qur’an. Ini semua kesempatan yang sangat baik bagi diri kita untuk merefleksikan tentang bagaimana virus corona ini mengajarkan banyak hal kepada kita. Jika kita hubungkan dengan sila-sila Pancasila, inilah kesempatan kita untuk mewujudkan lima sila tersebut. Badan Kesbangpol Provinsi NTT sebagai salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang bertugas memberdayakan masyarakat di bidang sosial politik, dan keamanan tentu punya wewenang yang besar sekali untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Atau bagaimana menurut Ibu Ursula ?

Berbagai upaya untuk “menyegarkan” Pancasila terus kami lakukan dalam berbagai bentuk. Ada kegiatan sosialisasi dan kegiatan-kegiatan lainnya untuk menguatkan kembali nilai-nilai ideologi Pancasila itu sendiri. Untuk tahun ini, tanggal 1 Juni 2020 Badan Kesbangpol Provinsi NTT telah menghimpun berbagai komitmen dari seluruh pimpinan daerah, pimpinana organisasi perangkat daerah di Provinsi NTT dalam mewujudkan Pancasila di bidang tugasnya masing-masing.

Karena itu, para pendengar Radio Swara NTT, tunggu tanggal 1 Juni 2020 kami akan mempublikasikan komitmen-komitmen para pimpinana NTT, Bapak Gubernur NTT, Bapak Wakil Gubernur NTT, Bapak Sekda Provinsi NTT dan semua pimpinan organisasi perangkat daerah lainnya.

Luar biasa sekali. Baik Bapak Kepala Biro dan Ibu Kabid terkait dengan hari lahir Pancasila ini tentu ada pesan-pesan atau harapan-harapan bagi  masyarakat khususnya para pendengar setia Radio Swara NTT di manapun berada ?

Silakan Ibu Ursula

Bapak/Ibu dan juga generasi muda para generasi milenial yang saya kasihi; Pancasila tidak saja untuk disebutkan tetapi perlu diwujud-nyatakan dalam tindakan dan upaya-upaya gotong royong adalah wujud dari pelaksanaan Pancasila itu sendiri.

Penyiar Radio Swara NTT, mis Rivani Bistolen
Penyiar Radio Swara NTT, mis Rivani Bistolen

Lalu bagaimana dengan Bapak Kepala Biro ?

Baik, yang pertama; beberapa hari lalu kita sudah umumkan bahwa Bapak Gubernur telah memberikan kebijakan yakni pada tanggal 15 Juni 2020 seluruh tata kelola pemerintah, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Provinsi NTT dibuka kembali. Ya, kecuali untuk sekolah mulai SD sampai SMA itu baru bulan Juli mendatang. Tetapi semua sektor yang lain hotel, restoran, transportasi darat, laut, udara, dan semua unit pemerintahan mulai dari provinsi sampai dengan desa itu semua diaktifkan kembali.

Meski demikian kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk selalu taat dan patuh serta mengikuti protokol kesehatan baik yang ditetapkan oleh WHO maupun otoritas pemerintah. Per tanggal 15 Juni 2020 semua dibuka bukan berarti melonggarkan protokol kesehatan. Tidak ! Kita tetap pakai masker, cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, tidak ada di dalam kerumunan sekaligus tidak menciptakan kerumunan. Menjaga jarak; social distancing dan physical distancing.

Tentu kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada Badan Kesbangpol Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah menyiapkan berbagai hal untuk memperingati hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2020. (Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Kamis (28/05/2020) terkait kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Dr. Syahril Yasin Limpo dan rombongan di Kupang terhitung Kamis hingga Jumat (29/05/2020).

Gubernur VBL Minta Masyarakat Tidak Takut Hadapi Virus Corona

Setelah mendengar berbagai masukan dari unsur Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) NTT, Walikota Kupang dan para Bupati seluruh NTT, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memutuskan untuk mengaktifkan kembali keseluruhan tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Provinsi NTT terhitung Senin, 15 Juni 2020 mendatang. Namun gagasan yang disampaikan Gubernur VBL di dalam forum rapat yang digelar secara virtual itu, ditanggapi dan ditafsir secara beragam oleh public termasuk media massa. Bahkan ada yang menuding keputusan Gubernur VBL tersebut bertentangan dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan pihak WHO.

Sebagai juru bicara Pemerintah Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengklarifikasi sekaligus meluruskan berbagai tafsir yang terjadi di tengah publik. Ikuti penuturannya kepada pers di Kupang, Jumat (29/05/2020) sore dengan gaya bertutur di bawah ini :

Rekan-rekan media dan seluruh masyarakat di Provinsi NTT yang kami hormati, kami ingin sampaikan bahwa hasil rapat Gubernur  NTT dengan unsur Forkompimda NTT, para Bupati se NTT dan Walikota Kupang beberapa hari lalu yang menyepakati mulai diaktifkannya kembali tata kelola pembangunan dan juga tata kelola bidang-bidang lainnya, sektor-sektor swasta, jasa usaha yang akan dimulai tanggal 15 Juni 2020 dan kita melihat di sejumlah negara ada pelonggaran PSBB, lockdown, itu kita bisa melihat di Jepang, Swiss lalu kemudian Itali, China sudah lebih dulu. Jadi pelonggaran ini tentu bertujuan agar sektor sosial dan ekonomi internasional berjalan seperti biasa. Dan tentu kontennya sama, artinya di samping kita menangani Covid-19, juga kita tetap mempertahankan stamina sosial, stamina ekonomi masyarakat. Jadi ternyata tidak hanya negara kita, tidak hanya NTT tapi sejumlah negara lainnya di dunia juga melakukan pelonggaran-pelonggaran.

Pelonggaran dimaksud untuk apa ? Dalam rangka menghidupkan ekonominya. Di Amerika Serikat, negara maju juga melakukan pelonggaran dan sejumlah negara maju lainnya dan tentu saja tujuannya  seperti yang kami sampaikan adalah menghidupkan kembali jaringan-jaringn sosial dan ekonomi yang selama beberapa bulan ini terdistorsi, terganggu karena penyebaran virus corona. Karena itu Bapak Gubernur juga senada dengan perkembangan internasional di berbagai negara melonggarkan kembali situasi dan kondisi di NTT dengan menetapkan tanggal 15 Juni 2020 kita memulainya. Kita lebih lambat karena di negara lain lebih cepat seperti di Swiss tanggal 6 Juni, lalu di Jepang 30 Mei. Jadi kita lebih lambat.

Jadi Bapak Gubernur mempertimbangkan segala hal. Terkait dengan itu kami juga perlu mengklarifikasi pemberitaan media seolah-olah Bapak Gubernur melawan WHO, padahal sama sekali tidak. Ya kita harapkan media bisa mengikuti perkembangan internasional supaya bisa memahami konten-konten bagaimana kebijakan-kebijakan internasional di bidang ekonomi, kesehatan lalu kemudian di negara lain juga melakukan hal yang sama termasuk NTT. Jadi Bapak Gubernur bermaksud supaya kita tidak terlalu takut untuk menghadapi virus corona ini. Bapak Gubernur sebetulnya mau membangun optimisme masyarakat NTT, jadi tidak membangun pesimisme. Supaya apa ? Supaya daya tahan kita, stamina psikologis kita, stamina sosial, stamina ekonomi kita betul-betul kuat untuk menghadapi situasi dimana virus corona ini sedang tereskalasi di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia dan di Provinsi NTT. Dan juga kalau kita melihat data statistik, khusus untuk saudara-saudara kita yang terkena virus corona di NTT, ada yang sembuh. Kalaupun ada satu yang meninggal, ada penyakit penyerta dan maksudnya apa, maksudnya supaya kita tidak terlalu panik dengan hal-hal seperti ini.

Bapak Gubernur selalu mendorong kita untuk bisa menerima dan bersahabat dengan virus ini sama seperti yang dikatakan Bapak Presiden, bahkan WHO juga mengatakan bahwa mau tidak mau dunia harus bersahabat dengan virus corona. Bersahabat bukan berarti kita menyerah tetapi bersahabat maksudnya, saya tahu anda ada dan saya juga berkewajiban menjaga, melindungi diri saya. Kira-kira seperti itu. Karena itu, Bapak Gubernur mendorong para Bupati se NTT dan Walikota Kupang untuk bulan Juni bisa melonggarkan sambil tetap memperhatikan protocol kesehatan, selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun lalu kalau pun kita masuk dalam kerumunan tetap menjaga jarak dan juga kita tetap menjaga jarak fisik diantara kita ketika kita harus berkumpul dengan teman-teman kita di tempat kerja, baik di pemerintahan maupun non pemerintahan.

Memang pengalaman selama ini seperti yang dikatakan Bapak Gubernur, bekerja dari rumah khususnya ASN (Aparatur Sipil Negara) kurang efektif. Memang kita berharap bahwa Aparatur Sipil Negara sebagai bagian penting dari sistem ketatanegaraan kita, bagian penting dari otoritas pemerintah memang dia harus selalu siap siaga dan dia harus keluar dari baraknya. Tapi harus menjaga stamina masyarakat pada umumnya melalui tata kelola pemerintah. Karena itu Bapak Gubernur menegaskan sekali lagi, kita mengadaptasi protokol-protokol kesehatan yang dikeluarkan WHO. Jadi sama sekali tidak melawan protokol kesehatan yang ditetapkan WHO. Justru Bapak Gubernur senantiasa memperhatikan protokol-protokol kesehatan itu; lalu menyesuaikannya dengan keseluruhan tata kelola kerja kita, baik pemerintahan maupun non pemerintahan.

Karena itu, kita harapkan masyarakat NTT bisa menyesuaikan dan proteksi diri kita terhadap penyebaran virus corona ini dan keseluruhan tata kelola kehidupan kita. Dan sekali lagi kami menyampaikan kepada publik, supaya kita tetap menjaga kesehatan kita dan yang paling utama memakai masker seperti dijelaskan para ahli virus. Virus corona ini ditularkan oleh droplet cairan, ketika kita batuk, ketika kita bersin dan jarak ketika cairan keluar dari hidung atau mulut kita kurang lebih satu meter. Karena itu, kita harapkan menjaga jarak 2 meter, memakai masker supaya ada teman dari kita yang batuk atau bersin, cairan dari mulut atau hidungnya tidak mengenai kita. Itu tujuan dari kita memakai masker.

Bapak Gubernur juga mendorong kita untuk berpikir positif dalam menghadapi berbagai persoalan di NTT khususnya hari ini kita sedang berjuang melawan virus corona. Dan disamping virus corona, Bapak Gubernur juga menyinggung penyakit-penyakit tropis lain jangan sampai terlupakan seperti demam berdarah yang angka kematiannya lebih dari 50 di NTT dan tentu ini membutuhkan perhatian kita bersama, tidak hanya pemerintah, untuk membersihkan jentik-jentik nyamuk, membersihkan lingkungan supaya DBD bisa ditekan seminimal mungkin. Begitu banyak virus, bakteri yang ada di sekitar kita. Kita tidak bisa hindari, yang bisa kita lakukan adalah menjaga agar virus, bakteri tidak masuk ke dalam tubuh kita. Tidak ada cara lain selain kita mengikuti protokol-protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

100 Hari lagi Mentan RI kembali ke Kupang, Marius: Kehadiran Mentan Simbol Pengembangan Ekonomi Rakyat

Di tengah situasi wabah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, upaya Pemerintah Pusat untuk mendukung kerja keras Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wagub Josef A. Nae Soi sangat nyata. Meski tanpa jadwal ke Kupang, Menteri Pertanian RI, Dr. Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan rombongan akhirnya tiba juga di Desa Manusak Kabupaten Kupang Provinsi NTT. Semua ini bisa terjadi karena ada komunikasi yang intens antara Gubernur VBL dan Menteri SYL.

“Gubernur VBL memberikan apresiasi kepada Bapak Menteri Pertanian RI karena di tengah pandemic virus corona, Bapak Menteri masih sempat ke daerah-daerah. Sebenarnya beliau tidak ada rencana ke NTT. Sebetulnya beliau dari NTB akan langsung ke Ambon tapi karena ada komunikasi yang intens dari Gubernur VBL sehingga Menteri SYL dapat menyinggahi Kupang,” tandas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Jumat (29/05/2020) sore.

Menurut Marius, Pemerintah Provinsi NTT tentu bersyukur dan bergembira atas kehadiran Menteri SYL di Kupang. “Tentu kita bersyukur dan kehadiran Menteri Pertanian tentu saja satu simbol bahwa walaupun kita berada dalam situasi menangani virus corona di Indonesia termasuk di Provinsi NTT tapi kita tidak melupakan pengembangan sektor sosial dan ekonomi yang pada gilirannya akan mensejahterakan rakyat kita,” kata mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Kehadiran Menteri SYL, selain sebagai simbol pengembangan sektor sosial dan ekonomi masyarakat, sebut Marius, Menteri SYL juga mengapresiasi kerja keras Gubernur VBL. “Menteri Pertanian memberi apresiasi kepada Gubernur VBL atas kerja keras di bidang pertanian dan kedepan Kementerian Pertanian akan mendukung sepenuhnya pengembangan pertanian di NTT dan untuk 100 hari kedepan, kita berencana untuk menanam jagung di hamparan-hamparan lahan jagung di seluruh NTT,” sebut Marius.

Hingga kini kata Marius, sudah ada 16 kabupaten di Provinsi NTT yang memiliki desain untuk pengembangan jagung. “Kami harapkan ke 16 kabupaten yang sudah memiliki desain untuk pengembangan penanaman jagung supaya mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT. Karena Menteri Pertanian akan mendukung sepenuhnya upaya dari Pemerintah Provinsi mengembangkan jagung di lahan kurang lebih 10 ribu hektar. Dan kita harapkan para Bupati di 16 Kabupaten secepatnya melakukan koordinasi supaya rencana penanaman jagung di atas 10 ribu hektar ini berlangsung dengan baik. Dan Menteri SYL sudah berjanji di hari ke 100 atau 3 bulan kedepan beliau akan kembali ke NTT, khususnya ke Kabupaten Kupang untuk melihat kemajuan penanaman jagung yang tadi juga dilakukan secara simbolis oleh Bapak Menteri Pertanian, Gubernur VBL dan sejumlah pejabat lainnya,” tegasnya.

Menteri SYL juga sebut dia, telah berjanji akan membantu alsinta (alat mesin pertanian) seperti traktor. “Seperti yang kami wartakan kepada publik, Menteri SYL juga akan membantu kita dengan traktor-traktor dan juga beliau berjanji akan membantu eksavator. Tentu ini sangat baik kalau Pemerintah Provinsi memiliki eksavator maka akan sangat membantu. Demikian juga beliau berjanji akan membantu sumur bor dan tentu saja kita harapkan Dinas Pertanian Provinsi NTT dan kabupaten se NTT untuk saling berkoordinasi sehingga bantuan-bantuan dari Pemerintah Pusat ini bisa terwujud dan bisa diimplementasikan pada perencanaan kita dalam pengembangan jagung di Provinsi NTT,” ujar Marius. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Kamis (28/05/2020) terkait kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Dr. Syahril Yasin Limpo dan rombongan di Kupang terhitung Kamis hingga Jumat (29/05/2020).

Menteri Pertanian RI Hadir Untuk Backup Pertanian di Provinsi NTT

Menteri Pertanian RI, Dr. Syahril Yasin Limpo dan rombongan direncanakan akan tiba di Kupang dalam rangka kunjungan kerja di Provinsi NTT.

“Kehadiran Bapak Menteri di Provinsi NTT adalah untuk membackup atau mensuport pembangunan pertanian. Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan selamat datang untuk Pak Menteri Pertanian dan rombongan,” tandas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Kamis (28/05/2020).

Di tengah pandemic Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, sebut Marius, kehadiran Menteri Pertanian RI sesungguhnya memberi inspirasi dan semangat kepada seluruh masyarakat di Provinsi NTT. “Kehadiran Pak Menteri dan sejumlah pejabat tentu memberikan motivasi yang sangat berharga untuk para petani dan peternak kita di seluruh NTT,” jelas Marius.

Serangkaian kegiatan Menteri Pertanian, sebut mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT antara lain : pada Jumat (29/05/2020) di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT sekaligus akan mengunjungi Toko Tani Indonesia Center (TTIC); mengunjungi lokasi traktor sekaligus menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsinta) secara simbolis dari Menteri Pertanian ke Gubernur NTT; menuju Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang; pelepasan container jagung (2 kontainer 42 ton) ke Surabaya; penyerahan secara simbolis oleh Menteri Pertanian ke kelompok tani bantuan berupa benih jagung hibrida dan jagung komposit serta bawang merah; penanaman jagung lamuru serta pertemuan dengan kelompok tani.

“Usai makan siang Pak Menteri Pertanian dan rombongan akan kembali ke Jakarta,” ucap Marius.

Pertanian dari subsistem ke pertanian moderan, kata Marius, sangat membantu masyarakat NTT untuk meningkatkan stok pangan yang ada di masyarakat termasuk untuk keperluan secara keseluruhan di Provinsi NTT. “Kehadiran Bapak Menteri memberi signal yang positif untuk para petani, peternak, dan para nelayan kita untuk mulai beraktivitas secara normal kembali,” ujar Marius sembari menambahkan, “Meski tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Provinsi NTT akan dibuka secara resmi per 15 Juni 2020 yang akan datang.” (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M, Si menyampaik keterangan kepada pers di Kupang, Selasa 26 Mei 2020 usai mengikuti rapat bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, unsure Forkompinda, Walikota Kupang dan para Bupati se NTT secara virtual.

Masuk Kehidupan Normal Baru Pasca Covid-19, Gubernur dengar Masukan dari Wali Kota Kupang dan Bupati se NTT

Publik di Provinsi NTT tengah menanti dengan harap-harap cemas berbagai kebijakan yang dihasilkan setelah digelar rapat secara virtual antara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama unsur Forkompimda NTT, Walikota Kupang dan para Bupati seluruh NTT. Hasilnya seperti apa ? Ikuti jumpa media yang disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M, Si di Kupang, Selasa 26 Mei 2020 secara bertutur berikut ini :

Dalam rangka tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Provinsi NTT maka setelah mendengar berbagai laporan dan masukan konstruktif  dari para Bupati se NTT, Walikota Kupang; dan mendengarkan arahan dari Bapak Kapolda NTT, Bapak. Wakil Gubernur NTT serta Bapak Kepala Kejaksaan Tinggi NTT; Bapak Gubernur menyimpulkan dan menyepakati sejumlah hal sebagai berikut :

Pertama, tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di seluruh NTT akan dibuka secara resmi pada Senin, tanggal 15 Juni 2020 yang akan datang. Bagi kabupaten yang masih zona hijau; Bapak Gubernur mengarahkan agar silakan melakukan kegiatan tanpa menunggu imbauan.

Namun Bapak Gubernur tetap berharap dan mengimbau untuk seluruh masyarakat di Provinsi NTT mengikuti protokol kesehatan sebagaimana yang disampaikan oleh WHO maupun otoritas pemerintah.

Khusus untuk sekolah dari SD, SMP, SMA tetap melakukan proses belajar dari rumah  dan diharapkan Kepala Sekolah dan pihak sekolah dapat mengatur jadwal dengan baik dengan para siswa. Tahun ajaran baru akan dimulai pada bulan Juli seperti biasa. Diatur agar seluruh proses administrasi ujian kenaikan kelas diselesaikan sebaik mungkin dan diatur dengan baik, sehingga seluruh sekolah dapat berjalan sebagaimana biasa. Kalaupun ada ujian online dari sekolah pihak guru diberikan kebebasan di bawah koordinasi dari Kepala Sekolah.

Bapak Gubernur juga berharap agar Walikota Kupang dan para Bupati se NTT dapat memfokuskan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan pada hal–hal yang benar urgen; sehingga tidak banyak program. Karena mengingat banyak anggaran di tahun 2020 ini yang sudah difokuskan untuk penanganan Covid-19; kita telah memangkas APBD Provinsi, maupun APBD Kabupaten/Kota se NTT. Karena itu, Bapak. Gubernur berharap agar semua kegiatan lebih terfokus sesuai dengan ketersediaan anggaran.

Hal yang lain adalah setelah Lebaran ini, diperkirakan pada awal Juni nanti para Pekerja Migran Indonesia (PMI) akan kembali ke NTT, sedikitnya ada 5000 pekerja imigran yang akan kembali. Karena itu, penegasan dari Bapak Gubernur untuk seluruh bupati dan Walikota Kupang agar menyiapkan tempat karantina bagi para pekerja migran yang datang; untuk diawasi dan diperiksa kesehatan mereka sesuai protokol. Hal yang sama akan dipelakukan bagi seluruh warga dari luar NTT.

Terkait pembatasan di kabupaten agar segara dibuka, supaya memperlancar arus barang, orang, dan logistik antara wilayah. Semua transport dibuka; darat, laut, dan udara supaya ekonomi NTT dapat pulih sebagaimana biasa. Walaupun resmi dimulai pada tanggal 15 Juni 2020, namun segala protokol kesehatan tetap dipatuhi dan dijaga, jarak pun tetap diatur agar kita bisa memutus rantai penyebaran virus corona. Karena sampai saat ini, kita masih berada dalam penyebaran virus yang ada di berbagai negara termasuk Indonesia.

Bapak Gubernur juga mengimbau agar kita tidak perlu takut dalam keadaan apapun. Perlunya kita menjaga diri dan memproteksi diri agar terhindar dari virus corona. Bapak. Gubernur juga mengimbau kepada Walikota Kupang dan para Bupati se NTT agar juga perlu memperhatikan penyakit lain seperti DBD dan penyakit lainnya. Jangan hanya fokus terhadap Covid-19.

Khususnya untuk kelompok yang rentan terkena penyakit serta kelompok usai lanjut atau lansia dan bayi perlu mendapat perhatian yang khusus.

Sedangkan untuk kaum muda usia produktif, Bapak Gubernur berharap agar mengisi kesempatan untuk kembali membangun NTT dengan spirit dan optimisme yang bergelora dengan tetap menjaga imun tubuh dan bersama membangun NTT tercinta. Bapak. Gubernur juga megatakan bahwa kita tidak bisa mengikuti protokol kesehatan secara utuh atau lurus-lurus sebagaimana yang ditetapkan oleh WHO; karena keterbatasan anggaran. Ada banyak aturan yang di keluarkan WHO terkait kehidupan baru yang normal ( new normal life ).

Masyarakat NTT akan memasuki era baru dengan terbiasa melakukan aktivitas kebersihan demi kesehatan bersama dan tetap menjaga jarak fisik saat melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Bapak. Gubernur juga mendorong para petani agar kembali berkebun, kepada para nelayan agar kembali melaut, kepada peternak, buruh, karyawan juga hotel, restoran, toko, mall dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sampai virus ini tidak ekskalatif di NTT.

Dalam waktu dekat kita akan melakukan rapid tes masal untuk kabupaten yang sudah zona merah, agar melihat kurva pasien yang terkena virus corona. Karena kekuatiran tetap ada. Namun diharapkan kita tidak takut, karena semua sektor akan kembali dipulihkan. Karena itu, diharapkan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si

Idul Fitri Dirayakan dalam Suasana Prihatin Karena Covid-19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah kepada seluruh umat muslim di Provinsi NTT. “Kita merayakan Idul Fitri di dalam keprihatinan; karena pandemi virus corona. Namun  demikian tidak mengurangi rasa persaudaraan dan persahabatan di antara kita,” tandas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Sabtu (23/05/2020).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM sebut Marius, sangat mengharapkan agar suasana Idul Fitri tahun ini dirayakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Takbiran keliling cukup dilakukan di masjid atau mushola dengan menggunakan pengeras suara tentu dengan menjaga protokol-protokol kesehatan. Pesantren kilat dilakukan secara online dan silahturahim atau halalbihalal yang lazimnya dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri bisa dilakukan melalui media sosial atau video call dan video conference,” sebut Marius.

Meski perayaan Idul Fitri dirayakan dalam suasana pandemic Covid-19 namun Marius tetap optimis virus corona akan bisa dihentikan penyebarannya di Provinsi NTT tatkala masyarakat taat dan patuh terhadap protokol kesehatan yang ditetapkan WHO dan otoritas pemerintah.

“Walaupun kita berada di suasana memprihatinkan karena pandemi vrius corona namun kita juga tetap mempunyai harapan; kita selalu menjaga semua protokol kesehatan. Hari ini (Sabtu, 23 Mei 2020) kita mendapat berita gembira, karena dari 48 sampel yang diperiksa di laboratorium biomolekuler RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang semuanya negatif. Tentu kita berharap sampel-sampel yang lain juga seperti itu,” dia dia sembari menambahkan, “Nanti kita akan melihat perkembangannya kedepan dan juga 1 orang dari klaster Sukabumi sembuh. Itu berarti yang sudah sembuh ada 7 orang.”

Sebagaimana diketahui data perkembangan OTG, ODP, PDP & pasien konfirmasi positif Covid-19 di wilayah NTT, Sabtu 23 MEI 2020 hingga pukul 20.00 wita dapat dirincikan sebagai berikut:

ODP :

Total : 1.759 ODP

Sembuh/selesai Pemantauan : 1.528 ODP

Meninggal : 4 ODP

Total ODP saat ini yang masih dipantau/dirawat : 227 ODP

PDP :

Total : 85 PDP

Sembuh : 57 PDP

Meninggal : 12 PDP

Total PDP saat ini yang masih dirawat/Karantina : 16 PDP

Positif:

Konfirmasi : 82 Kasus

Sembuh : 7 Kasus (Kota Kupang)

Meninggal : 1 Kasus (Kota Kupang)

Saat Ini : 74 Kasus (Kota Kupang/12 kasus, TTS/3 kasus, Sikka/26 kasus, Sumba Timur/7 kasus, Rote Ndao/2 kasus, Manggarai Barat/12 kasus, Ende/6 kasus, Nagekeo/1 kasus, Manggarai/1 kasus dan Flores Timur/1 kasus)

Selain ODP dan PDP, disampaikan juga bahwa total Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 1.057 Orang dengan perincian :

-OTG yang selesai dipantau : 309 OTG

-OTG yang tersisa saat ini sebanyak 748 OTG.

Dapat pula disampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 738 sampel telah dikirimkan dan hasilnya adalah 435 sampel hasil Laboratorium yang negatif, 93 sampel hasil Laboratorium Positif (7 Sembuh, 1 Meninggal dan 74 Saat Ini) dan 210 sampel belum ada hasil. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Juru bicara percepatan penanganan Corono Virus Desease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Minggu (03/05/2020) malam.

Marius Ajak Masyarakat Terima Virus Corona sebagai Fakta Kehidupan

Juru Bicara (jubir) gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si meminta dan mengajak seluruh masyarakat di Provinsi NTT untuk menerima virus corona sebagai fakta kehidupan. Ajakan dan permintaan ini disampaikan Marius kepada pers di Kupang, Minggu (17/05/2020) malam. Ikuti penuturannya di bawah ini.

“Kami akan menyampaikan beberapa hal sebagai berikut,” kata Marius.

Pertama, Kita semua sudah mendengar  tadi siang, bagaimana pertumbuhan angka saudara-saudara kita yang terkonfirmasi positif virus corona. Kalau kita melihat kurva statistik nasional pada hari ini jumlah yang positif virus corona secara nasional 17.514 orang yang sembuh 4.129 orang dan yang meninggal 1.148 orang. Itu nasional dan ketika kita melihat kurva statistik yang sama di tingkat provinsi khususnya NTT kurva itu juga cenderung naik. Artinya eskalasi penyebaran virus corona di Indonesia termasuk NTT tidak lagi melandai tetapi cenderung naik. Sehingga tidak ada jalan lain bagi kita seluruh rakyat Indonesia termasuk NTT untuk menerima fakta kehidupan ini sebagai bagian dari kehidupan kita bersama. Inilah dialektika kehidupan manusia; ada siang ada malam; ada terang ada gelap; ada susah ada gembira; ada tertawa ada menangis dan sebagainya. Inilah dialektika kehidupan manusia yang harus kita terima dan virus corona saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia di dunia termasuk manusia di Indonesia juga manusia NTT.

Karena itu, mau tidak mau kita bersahabat dengannya sebagaimana penyakit-penyakit lain demam berdarah, malaria, tbc dan sebagainya. mungkin ada yang bertanya why ? Yah ini fakta kehidupan yang tentu kita tidak bisa menolaknya. Ini bagian dari kehidupan manusia yang kita lakukan adalah bagaimana kita memproteksi diri sesuai dengan protokol-protokol kesehatan. Sebagaimana kalau kita mau membasmi demam berdarah, kita membasmi jentik-jentiknya; menjaga kebersihan lingkungan; itulah upaya manusia. Hal yang sama, ketika virus ini tereskalasi secara nasional di berbagai negara termasuk Indonesia. Protokol kesehatan itulah yang kita terapkan memakai masker, selalu berada dalam rumah, tidak melakukan kerumunan, menghindari kerumunan dan sebagainya.

Jadi penjelasan ini mau mengatakan bahwa fakta kehidupan kita seperti ini. Sebagaimana kita menerima senangnya kehidupan; kita juga menerima susahnya kehidupan. Dialektika kehidupan manusia yang tentu kita terima dengan lapang dada, sambil kita berusaha untuk menjaga kehidupan kita. Virus corona sebagaimana juga penyakit-penyakit lain demam berdarah, tbc, diabetes adalah ancaman terhadap kehidupan manusia; sama levelnya, ancaman terhadap kehidupan manusia. Yang berbeda adalah pola penularannya. Nah, ancaman sama tetapi pola penularannya inilah yang kita mengantisipasinya bagaimana supaya kita tidak tertular virus corona dan bagaimana virus corona juga kita tidak tularkan kepada orang lain.

Kedua, mengingat virus corona ini adalah musuh bersama kita; ancaman terhadap kehidupan kita bersama maka kita juga harus melawannya secara bersama. Kita harus bergandengan tangan bersatu padu untuk melawannya. Jadi tidak dibatasi oleh wilayah manapun di seluruh NTT. Tidak ada ego wilayah; ego kabupaten atau kota. Tidak ada seperti itu. Semuanya bersama-sama 22 kabupaten/kota se NTT bersama-sama melawan penyebaran virus corona dengan berbagai kebijakan. Kebijakan-kebijakan tersebut sebaiknya dikoordinasikan dengan baik sehingga sama-sama menguntungkan masyarakat kita. Karena kita bekerja untuk melayani masyarakat kita.

Ketiga, hal yang sama tentu berlaku bagi kabupaten-kabupaten lain di seluruh NTT untuk bisa menyepakati bagaimana kita mengelola penyebaran virus corona. Jadi kita tidak lagi berbicara kabupaten kita tetapi juga kita tentu akan terkait dengan kabupaten lain. Apalagi kalau berada di dalam satu daratan; tentu kita tidak bisa menafikan bahwa hubungan atau networking antara kabupaten-kabupaten sedaratan itu akan selalu terjadi; baik lalu lintas barang dan logistiknya maupun lalu lintas orang atau manusianya. Karena itu, perlu kesepakatan. Perlu suatu diskusi bersama untuk mencari solusi atau pemecahan permasalahan yang dihadapi di lapangan.

Keempat, perlu kami sampaikan bahwa ibu hamil merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi mengalami anemia. Anemia akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap berbagai infeksi termasuk infeksi Covid-19. Anemia pada ibu hamil juga akan meningkatkan bayi dengan berat badan lahir rendah yang tentunya akan meningkatkan risiko terjadinya stunting.

Karena itu kita harapkan perhatian dari mama-mama kita; bapa-bapa kita di seluruh NTT juga para medis untuk bisa melayani para mama kita yang sedang hamil dan memastikan agar tablet tambah darah selama kehamilan diberikan kepada ibu-ibu kita. Pencegahan anemia; gizi pada ibu hamil dilakukan dengan memastikan ibu hamil makan makanan bergizi seimbang dan mengkonsumsi minimal 90 tablet tambah darah selama kehamilan dan dimulai sedini mungkin. Pada masa pandemic Covid-19 diharapkan ibu-ibu hamil bisa mengkonsumsi tablet tambah darah tentu juga dengan obat-obatan yang lain; dalam rangka menjaga kekebalan tubuh; menjaga kesehatan baik kesehatan ibu maupun kesehatan jabang bayi yang sedang dikandungnya. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Sabtu (16/05/2020) siang.

Tembus 68 positif Covid-19 di NTT

Eskalasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT terus meningkat. Tren pertambahan jumlah pasien yang terpapar positif virus corona semakin meningkat dari hari ke hari. Hingga Minggu, 17 Mei 2020 ada 68 pasien positif Covid-19 di Provinsi NTT. Berikut penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes berikut ini :

“Hari ini kami akan mengupdate kembali hasil pemeriksaan swab pada laboratorium  biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang. Informasi tersebut. akan disampaikan langsung oleh Bapak Kepala Dinas Provinsi NTT,” ucap jubir gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si sesaat kemudian mempersilakan dokter Domi untuk menyampaikan hasil swab kepada pers di Kupang, Minggu sore.

Kami menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan swab pada laboratorium  Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang diperoleh informasi bertambah 9 kasus  Covid-19 terkonfrimasi positif dengan rincian : Kabupaten Sikka ada 5 kasus yang berasal dari klaster Gowa; Kabupaten Sumba Timur ada 3 yang positif dari klaster STT Sangkakala, dan 1 kabupaten baru yaitu Kabupaten Manggarai, kasus 1 positif Covid-19 terkonfrimasi dari klaster Gowa.

Untuk itu secara kesuluruhan Provinsi NTT bertambah 9 kasus Covid-19 menjadi 68 orang; yang sembuh ada 6 dan yang meinggal 1. Saat ini sedang dalam perawatan ada 61 orang. Dengan rincian sebagai berikut :

  1. Kabupaten Sikka : 26 pasien Covid-19
  2. Kota Kupang : 15 pasien Covid-19
  3. Manggarai Barat : 12 pasien Covid-19
  4. Sumba Timur : tambah 3 menjadi 7
  5. Rote Ndao : 2 pasien Covid-19
  6. TTS : 2 pasien Covid-19
  7. Ende : 1 pasien Covid-19
  8. Nagekeo : 1 pasien Covid-19
  9. Manggarai : 1 pasien Covid-19

“Pemerintah terus berupaya untuk memastikan informasi yang berkaitan dengan rujukan swab yang dikirim teman-teman dari kabupaten. Walaupun libur kami tetap bertugas. Kita ingin agar semua swab yang dikirim segara diperiksa dan cepat diketahui oleh teman – teman di kabupaten. Agar pemerintah di daerah juga dapat mengambil tindakan untuk menindak lanjutinya. Kita akan terus mengupdate perkembangan Covid-19 di Provinsi NTT,” ucap dokter Domi. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si sedang menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Sabtu (16/05/2020) malam. Saat itu Marius didampingi Ike Beauty Mauboy, juru bahasa isyarat dari Komunitas Tuli Kupang (KTK).

Hindari Gesekan Sosial Urus Virus Corona di NTT

Niat baik dan kepedulian para pemimpin di setiap level pemerintahan dalam mengurus warga masyarakat sebagai akibat dari semakin meluas dan menyebarnya Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 yang semakin eskalatif patut diberi apresiasi. Namun upaya tersebut harus dikoordinasikan dan dikomunikasikan secara bijak. Hindari gesekan sosial terutama di setiap batas wilayah antara kabupaten yang ada di Provinsi NTT.

Harapan tersebut diungkapkan juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Sabtu (16/05/2020) malam. Saat itu Marius didampingi Ike Beauty Mauboy, juru bahasa isyarat dari Komunitas Tuli Kupang (KTK).

Marius yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT lebih lanjut mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT memberikan apresiasi kepada semua pemerintah daerah yang dengan caranya masing-masing berusaha untuk melindungi warganya dari penyebaran virus corona.

“Namun demikian kami mengamati perlu kiranya kerjasama yang baik; koordinasi yang baik diantara pemerintah kabupaten. Kita melihat contoh Manggarai Barat dan Manggarai. Kita memantau bahwa ada gesekan di tingkat masyarakat, khususnya di perbatasan antara wilayah. Nah, kita harapkan koordinasi dan kerjasama yang erat diantara kedua kepala daerah sehingga maksud baik dari masing-masing daerah itu tidak tercederai oleh gesekan-gesekan sosial yang ada di perbatasan,” jelas dia sembari berharap, “Persoalan keluar masuk lintas orang; lintas logistik; lintas barang antara wilayah kabupaten se NTT dan Kota Kupang kita harapkan bisa didesain dengan baik; bisa dikerjasamakan dengan baik sehingga tidak menimbulkan persoalan-persoalan baru di lapangan.”

Selain Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat, sebut Marius, pihaknya juga menemukan kasus serupa terjadi di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata. “Demikian juga kita memantau antara Pemkab Flotim dengan Pemkab Lembata. Ada kapal dari Lembata yang mau membawa spesimen swab menuju Kupang dan harus melalui Larantuka. Tetapi kapal tersebut tidak diizinkan untuk berlabuh. Kita harapkan persoalan-persoalan seperti ini bisa diselesaikan dengan baik sehingga penanganan Covid-19 di NTT berjalan dengan baik,” pintanya.

Penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, sambung mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, tidak terjebak dalam ego wilayah. “Semua usaha kita baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemkab/Pemkot se NTT dalam rangka melindungi warganya. Karena itu, kita mengharapkan agar dalam menghadapi ancaman kemanusiaan ini, kita tidak terjebak dalam ego wilayah. Kita tidak masuk dalam suatu jebakan ego wilayah. Sehingga kita menutup diri dari wilayah lain. Ini justru bisa menimbulkan gesekan. Kita harapkan persoalan seperti ini bisa diselesaikan dengan baik melalui perundingan yang menguntungkan sehingga konsentrasi kita untuk menangani Covid-19 tidak terganggu oleh hal-hal lainnya,” tandas Marius.

Sambil menyetir arahan Presiden Joko Widodo, Marius berharap agar masyarakat di Provinsi NTT tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan baik yang ditetapkan WHO maupun otoritas pemerintah.

“Bapak Presiden dalam arahan yang selalu dipancarluaskan melalui televise dan media-media lain di seluruh Indonesia; selalu memberi pengarahan kepada kita semua, bagaimana perlunya koordinasi yang kuat diantara level-level pemerintahan baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Vrovinsi maupun kab/kota di seluruh Indonesia termasuk di NTT. Bapak Presiden juga menekankan bahwa untuk mencegah eskalasi penyebaran virus corona di Indonesia tentu termasuk di NTT; tidak ada cara lain selain kedisiplinan kita semua khususnya dalam mematuhi protokol kesehatan yang ada, yang sudah ditetapkan WHO dan juga kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kab/Kota,” ujarnya. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Juru bicara percepatan penanganan Corono Virus Desease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Minggu (03/05/2020) malam.

Marius : Perlu Strategi Putus Rantai Covid-19 di NTT

Jika melihat pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT dari hari ke hari semakin meningkat. Dari grafik yang ada semenjak ada laboratorium bio molekuler dan sudah bisa memeriksa spesimen swab di laboratorium di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang maka secara cepat juga didapat konfirmasi positif dan negative sejak 5 Mei 2020 hingga hari ini 16 Mei 2020.

“Bulan Mei terutama mulai tanggal 10 Mei sampai dengan sekarang, secara berturut-turut kita cepat mendapatkan pertumbuhan pertambahan dari pasien tertular virus corona,” tandas juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Sabtu (16/05/2020) malam.

Artinya sebut Marius, eskalasi penyebaran virus corona di NTT juga tidak berbeda jauh dengan pertumbuhan secara nasional. Kalau kita lihat grafik kurva statistik secara nasional juga selalu meningkat dari hari ke hari juga diikuti oleh Provinsi NTT dan juga provinsi lain di Indonesia. Hah tentu gejala-gejala ini perlu kita cermati untuk menyusun strategi bagaimana kita memutus mata rantai penyebaran virus corona di NTT,” ucap Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Marius meminta agar pasien yang terkategori OTG, ODP, PDP atau pun yang terkonfirmasi positif virus corona untuk tidak dikucilkan. “Kami mengimbau seluruh masyarakat NTT untuk tidak mengucilkan saudara-saudara kita; baik yang terkategori OTG, ODP, PDP atau pun yang terkonfirmasi positif. Mereka adalah bapa mama kita; adik kakak kita yang juga tidak menghendaki di dalam dirinya ada virus. Karena itu, kami mengharapkan supaya kita memberikan dukungan moril kepada mereka semua. Memberikan doa kepada mereka supaya mereka segera sembuh dan menjalankan kehidupan secara normal kembali sebagaimana biasanya,” kata Marius.

Imbauan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT sebut Marius, agar seluruh masyarakat NTT mengikuti dengan penuh disiplin protokol-protokol kesehatan yakni selalu menggunakan masker ketika masuk dan berada di ruang publik. ‘Selalu cuci tangan dengan sabun di air yang mengali selama 20 detik. Memang ini suatu budaya yang baru dan budaya yang sangat baik. Juga menghindari kerumunan sekaligus tidak menciptakan kerumunan. Menjaga jarak dan juga menjaga kekebalan tubuh serta memelihara kegembiraan dan kebahagiaan. Kita harus selalu gembira. Karena hati yang gembira adalah obat yang manjur,” ujar Marius.

Dia menambahkan, “ketika kita melihat kecenderungan-kecenderungan akibat virus corona baik dampak sosial maupun dampak ekonomi; mau tidak mau kita mengubah pola hidup kita. Kalau sebelumnya kita terbiasa dengan budaya komunal; budaya yang selalu bersama; arisan bersama; kumpul keluarga bersama; pesta nikah bersama, dan segala macam budaya komunal yang hidup di Indonesia termasuk di NTT tetapi budaya komunal itu dengan adanya virus corona sudah mulai diberi tafsiran baru; sudah mulai diubah dengan kita lebih banyak sendiri. Lebih banyak berdiam di dalam rumah tetapi juga tidak berarti memutuskan kontak-kontak sosial; tidak memutuskan solidaritas kemanuisaan tetapi secara fisik kita berusaha untuk tidak melakukan kontak fisik dengan yang lainnya agar kita bisa memutus mata rantai penyebran virus corona. Itu budaya baru yang kiranya menjadi suatu mode kehidupan kita saat ini.”

Hingga Sabtu malam data yang terkumpul dari 22 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se NTT menyebutkan bahwa : jumlah OTG 779 orang; OTG saat ini sebanyak 623 orang; dan OTG selesai dipantau sebanyak 156 orang. Jumlah ODP, PDP dan Konfirmasi sebanyak 1846 orang; ODP 1719 orang; selesai pemantauan 1474 orang. Konfirmasi sebanyak 59 orang; saat ini berjumlah 52 orang. Sampel yang dikirim sebanyak 448; 275 hasil lab negatif; 69 hasil lab positif; dan 104 belum ada hasil.  (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Marius : Virus Corona di NTT Berkembang Horisontal Lokalik !

Jangan Panik. Tetap waspada. Ikuti seluruh protokol kesehatan yang dikeluarkan WHO maupun otoritas pemerintah untuk menghindari penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT. Sebab virus corona sudah mulai berkembang secara horisontal lokalik atau transmisi lokal.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Jumat (15/05/2020) malam. Saat itu Marius didampingi Ike Beauty Mauboy, juru bahasa isyarat dari Komunitas Tuli Kupang (KTK).

Marius yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT itu lebih lanjut mengimbau semua yang terkategori OTG, ODP, PDP dan pasien yang telah terkonfirmasi positif virus corona untuk mengikuti berbagai saran yang disampaikan para dokter dan petugas media lainnya.

“Kalau kita melihat data ini OTG kiranya perlu mengontrol secara ketat. Karena memang pengalaman kita yang terkonfirmasi positif sebelumnya OTG dan NTT masih sangat banyak sejumlah 615 orang tersebar di kabupaten/kota seluruh NTT. Kita harapkan kewaspadaan semua kita khusus di Kota Kupang; karena penularan virus corona sudah berlangsung secara horizontal lokalik. Tadi sudah diumumkan ada 3 orang yang terkonfirmasi positif virus corona di Kota Kupang yang disebabkan oleh penularan horizontal lokalik. Perlu kami sampaikan 3 saudara kita ini berasal dari Oepoi, Bakunase, dan Oesapa,” tandas Marius.

Sengaja untuk disampaikan, karena sebut Marius, agar seluruh warga masyarakat di Kota Kupang harus meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyebaran virus corona yang sangat berbahaya dan mematikan ini. “Senagaja kita sampaikan secara terbuka supaya seluruh warga Kupang bahwa saat ini transmisi lokal itu sudah berlangsung. Karena itu, kita harus benar-benar waspada,” pintanya.

Untuk mengetahui data dan informasi tentang Covid-19 di Provinsi NTT, Marius mengajak, semua pihak untuk mulai akrab dan mengaksesnya melalui website yang ada di gugus tugas. “Di dalam website kita, kalau kita klik maka kita akan mendapatkan informasi OTG berada di kelurahan mana ? kabupaten mana ? ODP ada dimana ? demikian juga orang yang terkonfirmasi positif ada dimana ? Karena itu, kami harapkan masyarakat untuk mulai akrab dengan website gugus tugas www.covid19.nttprov.go.id Kita harus sudah mulai akrab dengan website ini untuk bisa memantau dimana saudara-saudara kita di Kota Kupang ini berasal yang terkonfirmasi positif ada dimana ? yang OTG ada dimana ? ODP dan PDP ada dimana ? Itu semua lengkap ada di dalam website ini. Tujuannya adalah supaya kita benar-benar mewaspadai,” tegas mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

  • Kiriman APD dan Reagen

Pada bagian lain, Marius juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada gugus tugas nasional yang telah mengirim sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) dan Reagen untuk gugus tugas di Provinsi NTT.

“Kami juga menyampaikan bahwa pada hari (Jumat, 15/05/2020) ini juga pesawat TNI AU 1.033 membawa alat pelindung diri dan reagen ke Kupang; untuk kebutuhan rumah sakit kita di seluruh NTT termasuk untuk kebutuhan laboratorium biomolekuler real-time PCR di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Terima kasih kepada jajaran TNI AU yang sudah menyiapkan pesawat boing untuk membawa peralatan kesehatan ke Provinsi NTT,” ucap Marius, datar.

Hingga Jumat malam data yang terkumpul dari 22 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se NTT menyebutkan bahwa : jumlah OTG 757 orang; OTG saat ini sebanyak 615 orang; dan OTG selesai dipantau sebanyak 142 orang. Jumlah ODP, PDP dan Konfirmasi sebanyak 1822 orang; ODP 1707 orang; selesai pemantauan 1474 orang. Konfirmasi sebanyak 47 orang; saat ini berjumlah 44 orang. Sampel yang dikirim sebanyak 433; 246 hasil lab negatif; 51 hasil lab positif; dan 136 belum ada hasil.  (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)