Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, MM menyempatkan diri bertatap muka dengan warga masyarakat di Desa Sambirasa Barat Kecamatan Riung Kabaten Ngada, Jumat (05/06/2020). Nampak hadir Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa dan Camat Riung, Irfan serta sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Ngada dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Usai tatap muka Wagub Nae Soi bersama rombongan menumpang kapal motor untuk melihat dari dekat “proyek” budi daya sejuta benih ikan kerapu di Desa Sambirasa Barat.

Wagub Nae Soi Janji Otak dan Dompet Masyarakat NTT Harus Berisi…!

Tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di bawah kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM terus menggeliat. Buktinya, dalam kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ngada, Wagub Nae Soi terus mengobarkan semangat masyarakat untuk bekerja keras menggapai kesejahteraan masyarakat.

“Tahun depan itu kita akan tuntaskan semuanya khususnya jalan provinsi. Karena uang kita sudah ada; seperti yang saya katakan 9 bulan yang lalu bahwa kita sudah mendapatkan uang. Kita tidak pinjam lagi apa kredit jalan tapi kita kredit uang kita bangun jalan sekaligus,” tandas Wagub Nae Soi di depan warga masyarakat di Desa Sambirasa Barat Kecamatan Riung Kabupaten Ngada, Jumat (05/06/2020).

Menurut Wagub, usai mengurus jalan provinsi, pihaknya akan memfokuskan dan menyelesaikan program listrik dan air. “Untuk program air dan program listrik, saya masih ada hutang dengan masyarakat di sini. Sampai disini tadi saya mau telpon, tidak ada sinyal. Orangnya sudah datang ke sini waktu dua bulan yang lalu; kalau saya tidak salah sudah datang ke Kupang; mau datang ke sini untuk bangun ini tower. Tapi karena “setan” virus corona itu datang, jadi dia tidak datang lagi ke sini. Jadi yah kita semua bismilah; kita semua berdoa, supaya ini virus corona cepat pergi sudah; tidak usah dekat-dekat dengan kita lagi,” ucap Wagub, dengan nada candaannya.

Meski demikian, Wagub Nae Soi berpesan agar masyarakat harus terus bekerja.”Tapi yang paling penting; bapak ibu; dia (virus corona) ini pergi atau tidak pergi; kita harus kerja. Kita harus melawan semua penyakit apapun dia mau corona, atau DBD, atau penyakit apapun; harus lawan; terlebih satu penyakit kita tertinggal dari kesejahteraan yaitu kita lapar. Orang hidup otaknya berisi; imannya ada kepada Allah subahanawatallah, Tuhan Yang Maha Kuasa; perutnya juga berisi. Badannya juga berisi harus kuat dan hubungan interelasi antara sesama manusia harus berisi juga,” jelas Wagub Nae Soi.

Menurut Wagub, cita-cita kedepan masyarakat NTT harus begitu yakni otaknya; isi dompetnya juga harus terisi. “Kalau kita di sini, tidak perlu dompet terisi tapi perutnya harus isi; kalau ada dompet terisi tapi kalau tidak ada beli makanan bagaimana kita bisa isi perutnya. Tetapi tidak kalah pentingnya adalah iman kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan kepada Allah subahanawatallah Yang Maha Kuasa. Oleh sebab itu, bapak ibu kedepan nanti saya kira program-program kita akan lakukan bersama antara Pemerintah Pusat; kita harus sinkron dengan Pemerintah Pusat kemudian Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten,” tandas Wagub Nae Soi.

Nampak hadir bersama Wagub, Sekda Provinsi NTT, Ir. Ben Polo Maing, Asisten Administrasi Umum Sekda NTT, Kosmas . Lana, SH, M.Si, Kadis Perikanan dan Kelautan Prov NTT, Ganef P, Kadis Perindag NTT, Nasir Abdulah, Kadis PUPR NTT, Maxi Nenabu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Ir. Johanes Oktavianus, MM, Kadis Perhubungan NTT, Isyak Nuka, ST, MM, Kadis Kesehatan NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes, Kadis Sosial NTT, dokter Messerassi B.V. Ataupah, Kepala Biro Organisasi Setda Prov NTT, Bartol Badar, staf ahli Gubernur, Dr. Imanuel Blegur, dan Pius Rengka, SH,M.Sc.

Hadir juga Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Camat Riung, Irfan dan sejumlah tokoh masyarakat di Desa Sambirasa Barat. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, MM menyempatkan diri bertatap muka dengan warga masyarakat di Desa Sambirasa Barat Kecamatan Riung Kabaten Ngada, Jumat (05/06/2020). Nampak hadir Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa dan Camat Riung, Irfan serta sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Ngada dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Usai tatap muka Wagub Nae Soi bersama rombongan menumpang kapal motor untuk melihat dari dekat “proyek” budi daya sejuta benih ikan kerapu di Desa Sambirasa Barat.

Kunker Wagub Nae Soi di Wae Kelambu; Hari Ini, Kita Hanya Datang Lihat Ikan

Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, MM dan rombongan di Kabupaten Ngada hari kedua, Jumat (05/06/2020) adalah meninjau infra struktur jalan provinsi dan melihat dari dekat “proyek” budi daya satu juta benih ikan kerapu di Wae Kelambu Desa Sambirasa Barat Kecamatan Riung Kabaten Ngada.

Kehadiran Wagub Nae Soi dan rombongan disambut antusias warga masyarakat yang sejak pagi telah menunggu di sepanjang jalan dan di depan rumah mereka. Untuk diketahui warga di Desa Sambirasa Barat mayoritas beragama Islam. Karena itu, mereka sangat tertegun dan berdecak kagum mendengar Wagub Nae Soi menyapa mereka dengan beberapa lafal kalimat berbahasa Arab.

Untuk itu, Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi dari Pemerintah Provinsi NTT yang telah memperhatikan dan menyetujui ‘proyek kesejahteraan” di Kabupaten Ngada khususnya di Desa Sambirasa Barat. “Kita berterima kasih untuk segala perhatian Pemprov NTT. Mari kita dukung Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur NTT yang begitu peduli dengan kita,” tandas Bupati Soliwoa, yang juga diamini Camat Riung, Irfan, yang berdiri di samping kanan Bupati Soliwoa.

Nah, untuk mengetahui kisah dan jalan cerita “proyek” budi daya sejuta benih ikan kerapu di Desa Sambirasa Barat, ikuti penuturan Wagub Nae Soi berikut ini dengan gaya bertutur :

Bapak, ibu, saudara, saudari sekalian; saya sedikit menyinggung mengenai program ikan ini. Program ikan ini sebenarnya ide pertamanya dari Pak Gubernur kita. Suatu ketika Pak Gubernur ini pulang dari Labuan Bajo, lewat di sini. Dia mengatakan, “kaka, dia biasa panggil saya kaka. Ada satu tempat yang luar biasa; mengapa kita tidak manfaatkan ?

Saya juga tidak tahu; karena saya belum pernah datang kesini. Saya memang orang Ngada tapi belum pernah datang ke sini. Dia (Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat) bilang ada satu tempat di situ di Wae Kelambu itu harus kita memanfaatkan. Saya bilang manfaatkan bagaimana ikan? Saya ini kan orang gunung pak. Orang saya lahir di Mataloko; orangtua dari Langa; satu kampung sama dengan Pak Bupati (Drs. Paulus Soliwoa) ini. Orang kampung, kami yang tidak pernah liat laut; kalau lihat laut juga kita bengong-bengong; dulu waktu kecil begitu. Ya, udah beliau mengatakan udah perintahkan Kadis Perikanan Provinsi NTT harus piara ikan di situ satu juta ekor. Kemudian kalau sudah dipanen masyarakat di sekitarnya itu pasti akan lebih sejahtera.

Saya omong memang betul; itu virus corona ini; bapak ibu kalau bapak ibu tiap hari makan ikan, makan sayur, minum itu teh kelor; maka imunitas tubuh kita kuat. Virus corona atau penyakit apa saja tidak akan datang ke tubuh kita; kalau kita ini kuat. Tuhan sudah menciptakan badan kita ini dengan apa namanya (anti bodi) saat-saat untuk kita tidak mendapat penyakit itu, tetapi harus kita jaga.

Oleh sebab itu, bapak ibu saudara saudari sekalian; dalam kaitan dengan ikan ini; dulu saya sudah mati-matian; saya katakan mari kita jaga bersama; mari kita pelihara bersama. Sebentar kita akan lihat mudah-mudahan; Insya Allah, kalau ikan ini sebentar, kalau kita lihat sudah besar, saya akan koordinasi dengan Pak Gubernur dan Pak Kadis Perikanan Provinsi NTT kapan kita bisa panen ? Hari ini bukan panen, tapi kita hanya datang lihat ikannya saja. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Asisten Administrasi Umum Sekda NTT, Kosmas D. Lana, SH, M.Si menyerahkan bantuan beras 1 ton yang diterima preses Seminari Mataloko, Romo Gabriel Idrus disaksikan Wagub Nae Soi dan Sekda NTT, Ir. Ben Polo Maing serta Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa di Seminari Mataloko, Kamis (04/06/2020) sore.

“Kami Datang ke NTT untuk urus JALA”

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM menegaskan, dirinya bersama Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) datang ke NTT untuk mengurus jalan, listrik, dan air alias JALA.

“Kami datang untuk urus JALA bukan hanya menjala ikan, tapi JALA yang kami maksudkan adalah jalan, listrik dan air,” tandas Wagub Nae Soi di rumah jabatan Bupati Ngada, Kamis (04/06/2020) malam.

Wagub Nae Soi hadir di Kabupaten Ngada untuk menyerahkan bantuan berupa beras dan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) di Kantor Desa Piga Kecamatan Soa, Susteran Alma, Susteran Carmel, Lapas Bajawa, dan Seminari Santu Johanes Berchmans Toda Belu Mataloko.

Menurut Wagub Nae Soi, komitmennya bersama Gubernur VBL untuk menuntaskan infrastruktur jalan harus selesai dalam dua tahun. “Kami sudah mendapat pinjaman dari SNI sebesar Rp 450 miliar tahun ini dan tahun depan sehingga total menjadi Rp 900 miliar. Dalam dua tahun jalan tuntas,” tandas Wagub.

Setelah jalan, lanjut Wagub, di tahun berikutnya akan fokus untuk menuntaskan listrik dan air. “Akronim AIR adalah aman, intim dan ramah. Karena itu, kalau kemana-mana tolong promosikan pariwisata yang luar biasa di NTT,” pinta Wagub.

Dalam membangun NTT, ucap Wagub Nae Soi, harus ada idealisme, harus berdasarkan realitas dan harus kontekstual. “Tiga hal ini sangat penting dalam membangun NTT,” kata Wagub.

Hadir bersama Wagub, Sekda Provinsi NTT, Ir. Ben Polo Maing, Asisten Administrasi Umum Sekda NTT, Kosmas . Lana, SH, M.Si, Kadis Pendapatan dan Aset Prov. NTT, Dr. Sony Libing, Kadis Perikanan dan Kelautan Prov NTT, Ganef P, Kadis Perindag NTT, Nasir Abdulah, Kadis PUPR NTT, Maxi Nenabu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Ir. Johanes Oktavianus, MM, Kadis Perhubungan NTT, Isyak Nuka, ST, MM, Kadis Kesehatan NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes, Kadis Sosial NTT, dokter Messerassi B.V. Ataupah, Kepala Biro Organisasi Setda Prov NTT, Bartol Badar, staf ahli Gubernur, Dr. Imanuel Blegur, dan Pius Rengka, SH,M.Sc.

Hadir juga Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa dan sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Ngada. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Wagub Nae Soi di Biara Susteran SSpS Kewapante Maumere, Kamis (04/06/2020) menyerahkan sejumlah bantuan sosial.

Wagub Puji Spiritualitas Kerja Suster SSpS

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM memuji dan mengapresiasi spiritualitas kerja suster-suster yang tergabung di dalam kongregasi SSpS di Kewapante Maumere Flores. “Biara  SSpS ini yang membentuk saya tahun 1955 di Mataloko. Suster-suster SSpS ini yang menjahit bruk (celana panjang). Suster mereka bekerja dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang gembira,” tandas Wagub Nae Soi di depan para suster SSpS di Biara SSpS Kewapante Maumere, Kamis (04/06/2020).

Menurut Wagub, di saat sekarang ini jarang ditemukan orang-orang yang bekerja dengan gembira hati dalam melayani sesama. “Jarang sekali saya lihat orang kerja dengan hati yang gembira. Tapi para suster SSpS sangat luar biasa. Mereka bekerja dan melayani umat dengan hati yang gembira,” ucap Wagub, disambut tepuk tangan para suster dan tamu undangan.

Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, BA menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Wagun Nae Soi dan rombongan di Kabupaten Sikka. “Selamat datang di Sikka yang merupakan kabupaten terbesar virus corona di NTT. Terima kasih karena sudah mengunjungi kami,” ungkap Wabup yang juga pegiat koperasi di NTT.

Sementara pimpinan Biara SSpS provinsial Flores di timur, Suster Ines, SSpS mengungkapkan kegembiraannya ketika Wagub Nae Soi dan rombongan berkunjung dan menyerahkan  bantuan. “Kehadiran Bapak Wagub dan rombongan sama seperti Bunda Maria mengunjungi Elisabeth saudarinya. Hati kami melonjak kegirangan,” kata Suster Ines.

Suster menyampaikan terima kasih untuk bantuan beras 2 ton, tanki air, dan uang rp 500 juta yang telah kami terima dan uang tersebut kami membeli tanah dan diperuntukkan bagi kami suster-suster SSpS yang telah meninggal untuk membuat kuburan mereka,” tandas Suster Ines.

Terhadap ucapan terima kasih yang disampaikan Suster Ines, Wagub Nae Soi menuturkan, “Suster harus berterima kasih kepada Pak Sekda NTT.”

Ikut dalam rombongan Wagub Nae Soi, Sekda NTT, Ben Polo Maing, Asisten Administrasi Umum Sekda NTT, Kosmas D. Lana, para pimpinan OPD tingkat Provinsi NTT, staf khusus Gubernur NTT, Dr. Imanuel Blegur, dan Pius Rengka, SH, M.Sc.

Bantuan yang diserahkan Wagub Nae Soi selain di Biara SSpS Kewapante, panti asuhan Muhammadyah, Biara CIJ dan susteran Alma masing-masing beras 1 ton. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Kunjungi Sikka dan Ngada, Wagub Nae Soi Serahkan Bantuan Beras 5 Ton

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM berencana akan menyerahkan bantuan beras sebanyak 5 ton. Ini merupakan bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT yang akan diberikan kepada lembaga-lembaga keagamaan dan lembaga kesejahteraan sosial seperti panti asuhan yang ada di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ngada.

“Benar, sesuai rencana Kamis (04/06/2020) dan Jumat (05/06/2020), Bapak Wagub dan rombongan akan ke Flores yaitu ke Kabupaten Sikka dan juga Kabupaten Ngada,” tandas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Rabu (03/06/2020) sore.

Bantuan beras ini lanjut Marius, diperuntukkan kepada lembaga-lembaga agama dan lembaga kesejahteraan sosial. “Dengan bantuan Pemprov NTT ini, diharapkan berbagai kebutuhan masyarakat kita yang ada di kabupaten bisa terpenuhi. Sekecil apapun bantuan itu tentu sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ucap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Provinsi NTT.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, dr.  Messerassi B.V. Ataupah melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi NTT, Djoese S.M. Nai Buti, S.Pt, M.Si menjelaskan, bantuan beras sebanyak 5 ton ini diberikan kepada pihak-pihak yang tidak tersentuh bantuan sosial baik yang berasal dari Pemerintah Pusat, Pemprov NTT maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Pihaknya kata dia, telah meminta kepada pihak ketiga agar membeli beras dari petani yang ada di kabupaten tersebut. “Sekarang petani kita lagi musim panen. Jadi, kami harapkan pihak ketiga untuk membeli beras dari petani setempat. Ini untuk peningkatan dan pemberdayaan ekonomi para petani; apalagi di musim pandemic Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 seperti sekarang ini,” tandas Nai Buti.

Informasi yang diperoleh Dinas Sosial Provinsi NTT telah menyediakan dana untuk pihak ketiga agar dapat membeli beras dari para petani setempat. Total bantuan beras untuk 22 kabupaten/kota seluruh NTT sebanyak 110 ton. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Wagub NTT Josep Nae Soi

Jalani Pandemi Covid-19 di NTT, Wagub Ajak Masyarakat Masuk Kehidupan Normal Baru

Wakil Ketua Umum 1 gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease atau Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM mengajak dan meminta kepada masyarakat di seluruh NTT untuk menjalani pandemic Covid-19 dengan masuk menjalani kehidupan normal baru.

“Setelah bergelut kurang lebih dua setengah bulan dengan pandemic Covid-19 di NTT, saya ajak masyarakat semua untuk masuk dan jalani kehidupan normal baru,” ucap Wagub Nae Soi di Kupang, Selasa (19/05/2020). Saat itu Wagub Nae Soi didampingi juru bicara Covid-19 di NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Menurut Wagub, saat ini masyarakat NTT tidak bisa lagi berdiam diri di tengah situasi Covid-19. “Saya meminjam istilah dari Bapak Presiden; mari kita berdamai dengan Covid-19. Berdamai bukan kita menyerah tetapi kita berdamai untuk melawan virus corona. Berdamai dengan virus corona adalah bagaimana aktivitas kita kembali secara normal dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sembari mengikuti protokol-protokol kesehatan yang telah digariskan WHO dan otoritas pemerintah,” tandas Wagub.

Kehidupan normal yang baru, sambung Wagub Nae Soi, dimulai dengan menjaga kebersihan tangan; selalu mencuci tangan dengan sabun. “Jangan menyentuh wajah kita, mulut, hidung, mata kita dengan tangan yang tidak bersih. Jagalah etika batuk dan bersin; sehingga kita tidak menularkan virus ini ke orang lain,” ujar Wagub dan menambahkan, “Selalu pakai masker ketika berada di area publik.”

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Drs. Aba Maulaka dalam keterangan pers di Aula Dinas Kominfo NTT di Jalan Palapa Kupang Rabu, (20/05/2020) mengundang teman-teman media untuk mau mengajak keterlibatan dari berbagai pihak dalam rangka penanganan dan pencegahan Covid-19 di Provinsi NTT. Ada taglain yang sudah didengungkan sejak awal “Bersama Kita Bisa Melawan Covid.”

“Itu taglain yang sejak awal didengungkan Bapak Presiden tapi jauh sebelum itu negara ini dibangun, didirikan dengan budaya dan semangat gotong royong; pada saat menghadapi masa-masa sulit negara ini atau masyarakat ini selalu tampil dengan budaya gotong royong untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa dan negara,” ujar Aba Maulaka.

Pada bagian lain, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada teman-teman media yang selama ini telah menyampaikan pesan-pesan edukatif dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT. “Kami menyampaikan terima kasih juga kepada pimpinan umat beragama yang selama ini sudah mengambil langkah-langkah mitigasi; langkah-langkah pencegahan dengan adanya berdoa, ibadah, sholat di rumah saja. Kami menyampaikan terima kasih. Terima kasih yang sama juga kepada semua komponen yang dari hati dan dirinya telah memberikan perhatian dan bantuan apapun bentuknya dalam rangka penanganan pencegahan Covid-19 di Provinsi NTT,” ucap mantan Wakil Bupati Alor ini.

Di tempat yang sama Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Drs. Doris Rihi, M.Si menegaskan bahwa Covid-19 ini telah menjadi bencana nasional pandemi yang secara menyeluruh. “Ini membuat segenap kita pemerintah untuk bergerak; bertindak bagaimana mencegah; bagaimana menangani masalah Covid-19 itu dan tindakan-tindakan nyata yang sudah dilakukan sebagaimana yang kita ketahui bersama,” tandas Doris Rihi.

Dia menambahkan, “Puji syukur dengan hadirnya partisipasi masyarakat dan dengan diberikan peluangnya dari pemerintah secara administrasi melalui surat dan imbauan kepada seluruh masyarakat agar menyampaikan bantuan dan kepeduliannya melalui sumbangan nyata itu dapat secara langsung melalui Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Apabila ada yang menyampaikan dalam bentuk keuangan dapat mentranfernya melalui bendahara gugus tugas Covid-19 Provinsi NTT.”

Hingga kini kata dia, sumber bantuan ada 44 yang telah masuk di Dinas Kesehatan Provinsi NTT. “Terdiri dari individu, ikatan alumni, Perguruan Tinggi, lembaga pendidikan lainnya, LSM, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga kedinasan baik swasta maupun negeri,” katanya. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Wakil Gubernur NTT Apresiasi Program Inovasi

“Sebagai Wakil Gubernur NTT, saya berterima kasih karena INOVASI telah membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi dasar di 4 Kabupaten sedaratan Sumba, dan juga Inovasi dan TASS (Technical Assistance for Education Systems Strengthening) telah memfasilitasi penyusunan Grand Desain Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur 2020-2030,” ucap Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, MM dalam sambutan saat membuka Rapat Tim Pembina Program Inovasi, yang diselenggarakan oleh INOVASI (Innovation for Indonesia’s School Children Australia Indonesia Partnerhship) secara virtual Jumat, (15/05/2020).

Wagub mengatakan, hasil penilaian akhir pada awal tahun 2020; siswa di 129 Sekolah Dasar (SD) mitra INOVASI pada 4 kabupaten sedaratan Sumba, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca anak yang telah mencapai 93% dari studi awal yang dilakukan sejak bulan Februari 2018 silam.

“Keberhasilan anak-anak Sumba adalah bukti internasional bahwa anak-anak Nusa Tenggara Timur mampu ketika mendapatkan perlakuan pembelajaran yang ramah dan kontekstual. Karena itu, kepada para Bupati dari 4 kabupaten sedaratan Sumba, saya berharap agar pengalaman dan praktik baik dari 129 SD mitra segera disebarluaskan pada semua 554 SD non-mitra sedaratan Sumba,” ungkap Wagub.

Program INOVASI telah bermitra dengan Pemerintah Provinsi NTT sejak 2 November 2017 lalu melalui kesepakatan bersama antara Balitbang Kemendikbud Republik Indonesia dengan Pemerintah Provinsi NTT dengan tujuan utama adalah untuk meningkatkan mutu hasil pembelajaran siswa Provinsi Nusa Tenggara Timur ini juga sejalan dengan komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur NTT melalui RPJMD 2018-2023 dengan misi ke-4 yaitu meningkatkan kualitas SDM.

“Pada akhir 2019, Kabupaten Nagekeo bergabung menjadi mitra baru INOVASI, kedepan kita semua berkomitmen untuk menyebarluaskan keberhasilan di Sumba ke 18 kabupaten/kota lainnya,” kata Wagub Nae Soi.

Lebih lanjut Wagub Nae Soi menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT siap untuk melanjutkan kerjasama dengan Kemendikbud, dengan Kedutaan Besar Australia, LSM dan media dalam menyongsong inovasifase 2 periode Juli 2020 hingga Desember 2023 untuk terus memperbaiki proses kerjasama guru orangtua dan peluang pembelajaran digital.

“Saya juga mengimbau pada semuanya agar dalam penanganan dan pencegahan Covid 19 ini agar tetap mengikuti protokol yang ada. Khusus sektor pendidikan saya mengimbau kepada seluruh guru dan kepala sekolah agar memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak meski dalam kondisi belajar dari rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Ballitbang dan Perbukuan Kemendikbud dalam hal ini yang diwakili oleh Kepala Pusat Assesment Pembelajaran, Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud, Muhammad Abduh turut mengapresi Pemprov NTT.

“Kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan 4 Pemerintah Kabupaten di Sumba telah berjalan selama 29 bulan dan Kabupaten Nagekeo baru berjalan 6 bulan. Meski tergolong singkat dan menghadapi tantangan yang kompleks, Alhamdulillah kita telah mencapai banyak kemajuan dalam kualitas pembelajaran terutama untuk siswa di kelas”, ujar

“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah sedaratan Sumba, Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah memenuhi janjinya dalam meningkatkan hasil pembelajaran siswa a di bidang literasi, numerasi dan inklusi,

Dijelaskan, Program INOVASI melalui Program Rintisan Literasi Kelas Awal telah meningkatkan kemampuan literasi dasar diantaranya yaitu Kemampuan menguasai literasi dasar peserta didik meningkat 1,5 kali lipat (150%) dari studi awal; Kelancaran membaca atau dapat membaca peserta didik dengan ketepatan meningkat menjadi 93%; Lebih dari 90% guru menguasai pengajaran literasi dasar; Seratus persen Kepala SD di Sumba Barat telah melakukan supervisi akademik; Sembilan puluh dua persen SD mitra memiliki kebijakan yang mendukung program literasi; dan untuk Nagekeo 30 Fasda gelombang pertama mulai melatih dan mendampingi rintisan literasi dasar di 80 SD. (Meldo Nailopo/Pelaksana Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Gubernur dan Wagub Tinjau Laboratorium PCR RSUD W.Z Johannes, Bisa Periksa 40 Sampel Swab

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Wagub NTT, Josef A. Nae Soi (JNS) meninjau kesiapan Laboratorium Biologi Molekuler RSUD W.Z. Johannes Kupang untuk memastikan pemeriksaan sampel Swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), Kamis (7/5). Sesampainya di gedung Laboratorium itu, VBL dan JNS bersama Sektetaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing dan Kadis Kesehatan NTT, Dominggus Mere mengenakan Alat Perlindungan Diri (APD) dan masuk ke ruang laboratorium kurang lebih 5 menit.

“Hari ini kita mulai bisa test (PCR) sendiri. Tidak perlu lagi kirim ke Surabaya atau Jakarta. Dan satu hari bisa sedikit-dikitnya 40 sampel swab kita bisa periksa. Pagi kita periksa, paling lambat sore atau malam kita bisa tahu hasilnya,” jelas VBL kepada pers di depan Gedung Laboratorium.

Menurut VBL, keberadaan laboratorium ini sangat penting untuk dapat memutus rantai penyebaran virus corona di NTT karena kasus positif dapat diketahui secara cepat.

“Kita harapkan dengan alat ini, kita bisa mendata setiap swab yang diambil secara cepat, tidak terlalu jauh jangka waktunya seperti yang terjadi selama ini yakni masa inkubasinya sudah lewat, baru kita dapatkan hasilnya,” jelas mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu.

Saat ditanya tentang kemungkinan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),pria asal Semau tersebut mengungkapkan “PSBB belumlah.Kita jalani aja dulu, sekarang ini khan kita harapkan kondisi kita seperti ini, kita bersyukur. Kita berdoa dan berupaya (keras)agar penyebaran virus ini di NTT dapat dikendalikan. Walaupun ada saudara/i kita yang terkena virus corona, namun kondisi mereka sampai sekarang masih bugar dan baik,” jelas VBL.

Terkait kesiapan rumah sakit di NTT dalam mengantisipasi lonjakan kasus positif, VBL menyatakan RSUD di NTT sudah siap. “Sudah siap, aman itu. Tidak ada masalah. Kita juga sudah lama charter pesawat, juga heli untuk mengambil sampel swab atau mendistribusikan alat kesehatan dari dan ke kabupaten-kabupaten di NTT,” pungkas VBL. (*)

Peduli Covid-19 di NTT, Bank NTT Serahkan Rp 540 Juta

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT ternyata menggugah hati nurani pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT. Dana yang terkumpul dari 1.600 karyawan/I Bank NTT di seluruh NTT berjumlah Rp 540 juta.

“Hari ini karyawan dan karyawati Bank NTT menyumbangkan sebagian penghasilan mereka untuk menangani masalah Covid-19 di NTT,” ujar Wakil Ketua Umum I gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM di ruang kerjanya, Kamis (23/04/2020).

Ikut mendampingi Wagub Nae Soi, Ketua Pelaksana gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Ir. Ben Polo Maing, juru bicara gugus tugas yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. Sedangkan pihak Bank NTT hadir Direktur Utama, Izhak Eduard Rihi, Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta sejumlah staf humas Bank NTT.

Wagub mengaku, bangga atas kepedulian pihak Bank NTT yang begitu respons terhadap situasi dan kondisi yang dialami masyarakat terdampak Covid-19. “Ada dua konsentrasi Pemprov NTT saat ini. Kita sangat butuh bukan hanya untuk mengurus Covid-19 saja namun juga DBD,” jelas Wagub.

Menurut Wagub, Provinsi NTT menempati urutan kedua angka kematian akibat DBD. “Kita nomor 2 tertinggi di seluruh Indoensia dengan jumlah orang terbanyak dan angka kematian yang tinggi akibat DBD,” ujar Wagub seraya menambahkan, “Oleh sebab itu, kita menerima dengan sukacita dan berharap agar semua masalah dapat selesai.”

Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi mengatakan, bantuan dana yang diberikan ini merupakan bukti empati yang nyata dan tanggungjawab untuk saling membantu. “Ini bantuan yang kami coba membantu lewat pos-pos bantuan dan sumbangan sukarela. Ini juga bagian dari empati kita dan tanggung jawab untuk saling membantu,” katanya.

Dia menjelaskan, proses pengumpulan dana ini telah berjalan selama dua bulan sejak awal mulainya Covid-19. “Kita sudah berjalan dua bulan dari awal mulai muncul Covid-19. Ada juga dari dana CSR sendiri serta dari karyawan dan karyawati di 10 kabupaten; ada sekitar 1.600 lebih karyawan. Sumbangan dari karyawan langsung disetor ke rekening,” ucap  Izhak Eduard Rihi. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Tanggapi Permintaan Reagen, Doni Manardo: NTT Prioritas

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional yang sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen (TNI) Doni Monardo menegaskan NTT akan menjadi daerah prioritas untuk pendistribusian reagen begitu alat ini tiba di Indonesia. Pernyataan ini  disampaikan Doni menanggapi permintaan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi terkait kesulitan Provinsi NTT dalam pemeriksaan sampel swab.

“Memang untuk peralatan kesehatan, kita berebutan dengan berbagai negara untuk mendatangkan alat-alat ini. Saya akan perintahkan begitu barang datang, untuk segera kirim dan prioritaskan  ke Kupang,” jelas Doni Monardo saat melakukan Tele Konferens dengan Wagub NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Sasando  Rabu (22/4).

Dalam kesempatan tersebut, mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden itu secara khusus mengapresiasi  langkah Pemerintah Provinsi NTT  yang bisa menahan laju pertambahan positif covid 19.

“NTT (masih) relatif aman dari ancaman yang serius, walaupun ada namun masih bisa ditangani. Mudah-mudahan yang masih  dirawat bisa tertangani dengan baik dan cepat sembuh. (Karenanya) Perlu ada prioritas juga untuk kerja-kerja melayani masyarakat supaya Indonesia  jangan  setiap hari  dipenuhi dengan berita covid terus-menerus sebab bisa buat tambah panik. Perlu ada berita pembangunan lain,” jelas  Doni.

Secara khusus Doni juga mengingatkan pemerintah Provinsi NTT untuk memperhatikan masalah Demam Berdarah Dengue di NTT. “Mohon pa Wagub sampaikan kepada pa Gubernur agar tetap  membersihkan selokan, sumur-sumur, kamar mandi sehingga masyarakat kita bisa terbebas dari demam berdarah,”kata  Doni.

Ia juga mengingatkan agar Alat Perlindungan Diri (APD) yang dikirim ke NTT supaya dicek ulang sehingga tidak terjadi perbedaan  antara di pusat dan daerah agar tidak terjadi temuan dan pelanggaran hukum.

“Yang perlu dicek ulang adalah APD yang sudah dikirim ke NTT, menurut data kami ada 7.500. Tolong nanti dicek ulang sehingga tidak menimbulkan temuan BPK. Kalau rapid test, jumlahnya sudah sama. Kalau mungkin barangnya belum sampai, masih dibperjalanan, terselip atau mungkin dari pusat ada kekeliruan, harus dicek ulang dan segera dilaporkan,” ungkap Doni.

Dalam tele Konferens tersebut, Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, mengungkapkan NTT  sudah menyiapkan Polymerase Chain Reaction (PCR)  namun alat kit reagennya belum ada.

“Kami sudah punya laboratorium, tinggal tunggu reagen untuk pemeriksaan Swab. Kami meminta melalui pa Jenderal, mohon kementerian kesehatan lebih cepat mengirim kami reagen, supaya PCR kami bisa berfungsi,”kata Wagub Nai Soi.

Wagub menginformasikan, semua sampel Swab dari NTT dikirim ke Laboratorium di Jawa.  Jumlah yang terkirim sebanyak 75 sampel. Yang sudah diperiksa 44 dan belum ada hasil sebanyak 31.

“Puji Tuhan, dari yang sudah diterima, hanya satu yang positif sementara yang 43 lain hasilnya negatif. Kondisi pasien positif sampai sekarang masih  prima, dan kami masih tunggu swab yang kedua untuk yang bersangkutan, mudah-mudahan sudah negatif,” ungkap Wagub Nae Soi.

Pada kesempatan tersebut juga, Wagub memberikan apresiasi atas perhatian tim Gugus Tugas Nasional yang telah memberikan bantuan alat-alat kesehatan kepada pemerintah Provinsi NTT.

“Terima kasih pak Jenderal, kami NTT sudah mendapat APD sebanyak 6.500, rapid testnya 7.200 dan maskernya 15.500,” pungkas  Wagub NTT. (Aven R)

Pemerintah Provinsi NTT Anggarkan 286 Miliar Lebih Untuk Penanganan Covid-19

Pemerintah Provinsi NTT menganggarkan dana sekitar Rp. 286 miliar lebih untuk menangani dampak akibat wabah Covid-19. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pencegahan dan penanganan kesehatan, jaringan pengaman sosial (JPS) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Untuk alokasi Anggaran dari pemerintah Provinsi, kami telah menyiapkan dana Rp 286 miliar lebih untuk penangan Covids baik untuk dinas kesehatan dan rumah sakit seperti pengadaan APD, Rumah Sakit  dan unsur penunjang kesehatan  lainnya. Juga untuk jaring pengaman sosial (JPS) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelas Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)saat melakukan Rapat Kerja  Tele Konferens dengan para Bupati/Walikota se-NTT di ruang Rapat Gubernur Kantor Gubernur Sasando, Kamis (16/4).

Didampingi  Wakil Gubernur NTT, Ketua  DPRD NTT, Unsur Forkompinda Provinsi NTT,Sekda NTT,  pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT, Gubernur VBL menjelaskan, Menteri Sosial telah menetapkan bahwa   NTT mendapatkan alokasi penerima bantuan JPS sebanyak 300 ribu kepala keluarga (KK) dari pemerintah pusat.

“Kita memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat karena  ini merupakan jumlah yang sangat besar. Saya minta para Bupati/Walikota untuk segera   mengirimkan data  tersebut. Saya harapkan Para Bupati/Walikota harus punya data yang akurat. Data-data ini harus cepat supaya bisa dilakukan verifikasi.  Tentunya, kita juga menyiapkan anggaran di APBD Provinsi dan Kabupaten/ Kota untuk membantu masyarakarat miskin dan yang rentan miskin akibat covid-19 di luar 300 ribu ini,” jelas Gubernur VBL.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem RI itu meminta para Bupati/Walikota agar melakukan pendataan secara cermat sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara data masyarakat yang diberikan bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Saya ingin agar supaya kita tidak tumpang tindih. Saya minta bantuan kepada Kapolda, Danrem dan Kejaksaan tinggi untuk mengawal proses ini supaya tidak terjadi tumpang tindih. Sehingga  bantuan ini tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan,” harap Gubernur Viktor.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT, Zacharias Moruk menjelaskan anggaran sebesar Rp. 286 miliar lebih itu merupakan hasil realokasi dan refocusing APBD I sesuai Permendagri 20 Tahun 2020 dan Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020.

“Realokasi ini tidak  berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kinerja. Belanja modal yang berkaitan dengan infrastruktur jalan, pertanian, perikanan dan kelautan, peternakan dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kinerja lainnya tetap dijalankan,” jelas Zacharias Moruk.

Lebih lanjut Zacharias menjelaskan alokasi anggaran Rp.  286 miliar lebih itu mencakup pencegahan dan penangan kesehatan mencapai Rp. 81 miliar lebih, Rp. 105 miliar untuk JPS dan Rp. 100 miliar untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Khusus untuk Jaringan Pengamanan Sosial, kita menganggarkan untuk rumah tangga miskin dan rentan miskin di luar penerima PKH dan 300 ribu KK yang dapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Setiap KK akan menerima bantuan sebesar Rp. 500 ribu perbulan terdiri dari Rp. 150 ribu uang tunai dan Rp. 350 ribunya dalam bentuk material atau sembako. Bantuan ini akan diberikan untuk  jangka waktu 3 bulan,” ungkap Zacha Moruk.

Sedangakan terkait dana pemberdayaan ekonomi, lanjut Zacha Moruk, akan dilakukan dengan cara pengalihan kegiatan-kegiatan prioritas perangkat daerah yang berbentuk proyek dengan pendekatan padat karya. Di mana masyakarat akan dilibatkan dalam pengerjaan jalan, jembatan,irigasi  dan pengerjaan infrastruktur lainnya sambil memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan. Mereka akan diupah saat melakukan pekerjaan itu.

“Dinas tehnis sedang merumuskan hal ini. Misalnya masyarakat kita wajibkan untuk tanam 50 pohon kelor di sekitar rumah atau dalam pengembangan rumput laut masyarkat dilibatkan. Begitu juga dalam bidang peternakan.  Intinya masyarakat tidak hanya terima bantuan atau uang, tapi harus melakukan atifitas. Semacam pendekatan pemberdayaan,” jelas Zacha Moruk.

Zacha juga menjelaskan dana untuk penanganan Covid-19 dari seluruh Kabupaten/Kota se-NTT mencapai Rp. 853 miliar lebih. Sehingga total keseluruhan hasil realokasi dan refocusing APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota se-NTT untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp. 1,1 triliun lebih.

“Proses realokasi dan refocusing dari Provinsi dan Kabupaten/ Kota se-NTT telah selesai dilakukan dan sudah  dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri. Menurut laporan dari Kemendagri, sampai dengan kemarin (15/4), tersisa 17 pemerintah daerah yang belum melakukan realokasi ini yakni Pemerintah Provinsi Maluku, Kota Ambon dan 15 kabupaten di Papua. Batas akhir proses ini adalah tanggal 23 April,”pungkas Zacha.

Menanggapi hal ini, Bupati Flores Timur  Anton Hadjon meminta agar bantuan JPS dari Pemerintah Provinsi dapat dilakukan secara proporsional.

“Artinya jumlah masyarakat penerima manfaat tidak merata untuk setiap kabupaten melainkan disesuaikan dengan jumlah penduduk. Karena dampak sosial dan ekonomi akibat covid-19 merata untuk semua kabupaten/kota,” harap Anton Hadjon. (Aven R/Staf Biro Humas & Protokol NTT)

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Minggu malam (12/04/2020).

Pesan Kemanusiaan Covid-19 di Provinsi NTT: Solider dengan yang Terpapar

Kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef A Nae Soi (JNS), bersama seluruh staf  mengucapkan Selamat Pesta Paskah 2020. Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru.

Pesan terakhir, “Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru” itulah sebenarnya yang menjadi inti pesan Paskah tahun 2020   ini.

Ketika Paskah tahun ini dirayakan di tengah virus corona yang menjadi begitu pandemik, pesan ini dengan segera menjadi pesan universal. Ya, pesan untuk semua umat manusia di muka bumi. Nada dasarnya: harapan di tengah keprihatinan.

Kita musti mengetahui dahsyatnya virus corona ini hingga membuat semua umat manusia prihatin. Sampai dengan Senin  (13/4/2020) siang, menurut data yang dirilis worldometers.info, di seluruh dunia sudah terdapat 1.853.155kasus. Jumlah pasien positif corona sebanyak 1.315.283 orang. Jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 114.247 orang. Sedangkan yang berhasil sembuh  sebanyak  423.625 orang.

Di Indonesia ada 4.241 kasus, dengan jumlah pasien positif mencapai 3.509 orang. Korban yang meninggal duna karena corona mencapai 373 orang.

Di NTT, hingga Minggu (12/4/2020), ada lima orang yang positif berdasarkan rapid test, 1 orang positif dari hasil pemeriksaan sampel swab di laboratorium, jumlah  Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 813 orang.

Itu data korban manusia. Tetapi virus corona juga menghantam semua sektor. Tak ayal, banyak pemimpin dunia cepat bereaksi dan beraksi menyelamatkan negara dan warganya. Banyak negara melakukan lock down (menutup) negaranya dari dunia luar.

Ekonomi dunia diperkirakan mengalami kerugian 2,7 triliun dolar. Dengan kurs Rp 15.000 per dolar, maka kerugiannay sekitar 40.500 triliun rupiah. Bayangkan, berapa tahun APBN Indonesia dengan angka ini ?

Pariwisata dunia anjlok. Banyak rute penerbangan ditutup. Banyak pekerja hotel dan restoran dirumahkah. Dengan sendirinya mereka kehilangan pendapatan.

Di dunia pendidikan, anak-anak sekolah libur panjang. Sekolah ditutup rapat. Corona mengunci semua manusia di rumah.Tinggal dan bertahan di rumah (stay home). Bahkan juga kerja dari rumah (work from home).

Gambaran-gambaran yang memperlihatkan dampak virus corona ini membuat umat manusia, siapa pun dia, trenyuh. Menarik nafas panjang.  Dengan angka kematian sebanyak 114.247 orang, virus corona memang menjadi bencana dunia.

Tetapi kita tidak boleh kalah dengan virus corona. Nyawa boleh melayang, tetapi harapan tidak boleh hilang. Itulah sebabnya Paskah 2020 ini membawa pesan universal di atas, “Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru.”

Harapan baru ini sangat penting untuk semua orang. Penting karena harapan itu menjadi nafas, roh, spirit untuk bangkit kembali di tengah kegelisahan, kecemasan, bahkan juga keputusasaan.

Di belahan dunia lain, ada menteri kabinet yang bunuh diri membayangkan serba kesulitan yang dihadapi. Ada juga negara yang dengan segera mengeksekusi warganya begitu diketahui positif terpapar corona.

Corona menghancurkan tatanan moral. Corona membunuh humanisme, rasa kemanusiaan banyak pemimpin dunia yang kemudian memutuskan kebijakan yang tidak disangka-sangka.

Tetapi “Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru.” Semua boleh mati. Tetapi tidak boleh dengan harapan.  Dengan harapan itu, kita tidak boleh takut, tidak boleh juga cemas. Ketika kita takut, ketika kita cemas, ketika kita gelisah maka kondisi itu ikut menurunkan imunitas dalam diri.

Luar biasa ketika Gubernur VBL dan Wakil Gubernur JNS, berkali-kali menegaskan dan meminta warga NTT untuk tidak boleh panik. “Panik itu membuat imunitas kita turun. Kalian kalau tulis berita, jangan tulis yang membuat orang tambah panik, takut. Kalau panik, imunitasnya turun,” kata Gubernur VBL kepada para wartawan dalam jumpa pers dua pekan lalu.

Gubernur VBL betul. Virus corona boleh mengintai, bahkan sekarang sudah menyerang sejumlah orang di NTT. Kita menjadi begitu cemas dan gelisah.  Tetapi pesan Paskah memampukan kita untuk bangkit melawan virus mematikan ini.

Bagaimana mengejawantahkan kebangkitan itu ? Bangkit dengan cara apa ? Banyak modusnya. Bangkit dengan mengikuti semua protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan pemerintah.  Kalau diminta lebih banyak tinggal di rumah, ikut saja. Stay home itu  bukan sekadar supaya kita tidak keluar rumah. Stay home itu juga bermakna stay healthy (tetap sehat).

Kalau diminta menghindari kerumunan massa, taati saja. Kita salut dan memberi apresiasi yang luar biasa kepada aparat kepolisian, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja yang tidak kenal lelah menelusuri jalan, lorong dan gang untuk memastikan tidak ada warga yang duduk bergerombol. Apalagi duduk bergerombol sambil menenggak minuman keras seperti di banyak tempat di NTT.

Kalau diminta pakai masker; ketika berada di area publik, cari atau buat masker dan pakai. Jangan busung dada dan gara-gara tidak mau pakai masker.

Bangkit juga dengan menyatakan solidaritas dan soliditas di antara  kita. Solidaritas dan soliditas itu menyata dari simpati, empati, kepedulian kita baik terhadap mereka yang berjuang di garda depan melawan virus, seperti para dokter, perawat, mereka yang bertugas di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 maupun mereka yang menjadi orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), bahkan yang positif terpapar virus corona, mereka yang dirawat di rumah sakit.

Meminjam bahasa juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si, virus corona musti juga melahirkan virus kemanusiaan di antara kita.  Betul, virus corona harus juga menularkan virus simpati, empati  di antara kita.

“Saat ini kita sudah memiliki 1 pasien yang positif tertular virus corona. Untuk itu kami mengharapkan supaya kita semua memberi dia dukungan moril; memberi dia harapan dan tidak membuli dia di facebook, twiter atau instagram. Mari kita bersatu padu menolong saudara-saudara kita; bapa, mama kita yang kebetulan statusnya ODP, PDP ataupun yang tertular virus corona,” tandas Marius kepada pers di Ruang Biro Humas dan Protokol Setda NTT,  Minggu (12/4/2020) malam.

Marius benar. Sama saudara kita yang positif terpapar virus corona, mereka yang terkategori ODP atau PDP tentu tidak ingin dan tidak pernah berharap akan bernasib sial seperti ini. Maka ketika dia, mereka, lagi menjalani perawatan intensif di rumah sakit, atau sedang melakukan karantina, sikap kita yang benar bukan mengutuk, mencerca, atau menghakimi mereka. Sikap kita yang benar adalah memberi dukungan moril, memberi semangat, dan menyatakan simpati dan empati kepada dia, kepada mereka.

Di banyak tempat di NTT, ada di antara kita, bahkan keluarga sendiri menolak sama saudara kita yang datang dari luar NTT. Penolakan ini ekspresi kecemasan dan ketakutan yang berlebihan dan tidak berdasar. Maka ketika ada sosialisasi dari petugas kesehatan tentang virus ini dengan segala seluk beluknya, dengar dan paham baik-baik sehingga tidak termakan isu murahan yang lebih banyak menyesatkan.

Pesan simpati datang dari Gubernur VBL.  Gubernur  meminta jangan menolak saudara-saudara kita yang datang dari luar NTT. Jangan menolak ODP, PDP. Terkategori ODP atau PDP belum tentu positif. Positif atau tidak itu hanya dibuktikan melalui pemeriksaan sampel swab (cairan di tenggorokan) di laboratorium.

Karena itu jangan menghakimi tanpa alasan. Tunjukkan simpati, empati kita dengan meminta mereka yang datang dari luar NTT untuk melapor diri di aparat pemerintah, dengan penuh kesadaran memeriksa diri di puskesmas, rumah sakit. Dorong mereka secara persuasif untuk melakukan karantina mandiri. Tegur mereka ketika mereka lalai.

Hari ini sudah satu warga NTT yang positif corona. Harapan kita sama, semoga pasien dengan kode 01 ini segera sembuh dan sehat seperti sedia kala.  Semoga juga hanya dia seorang yang positif dari hasil pemeriksaan laboratorium. Kita lain, janganlah jadi korban corona. Maka, jaga diri. Stay healthy and stay home. (Tim Humas Pemprov NTT)